Pahami Cara Blokir STNK dengan Cermat dan Tepat

MobilMotor

Kendaraan yang sudah dijual tapi STNK-nya masih atas nama kita akan membuat kita terkena pajak progresif jika punya kendaraan baru. Maka, siasati dengan mengetahui cara blokir STNK berikut.

Kegiatan jual beli kendaraan bermotor sudah menjadi kegiatan yang dilakoni masyarakat secara masif. Akibat perkembangan teknologi, model dan spesifikasi kendaraan terus berkembang mengikuti laju teknologi. Tak heran, orang biasanya terpacu untuk ingin berganti tipe kendaraan yang sedang trend dan menjual kendaraan sebelumnya.

Sayang, terkadang sebagian orang lupa untuk mengganti nama kendaraan yang sudah dijual menjadi nama pemilik baru. Apabila demikian, ketika Anda memiliki kendaraan baru maka, kendaraan tersebut akan terkena pajak progresif, di mana biayanya lebih mahal dari pajak biasa. Cara yang paling tepat apabila sudah seperti itu adalah segera blokir STNK kendaraan lama Anda. Berikut cara blokir STNK yang wajib Anda tahu.

Tentang Cara Blokir STNK

tentang cara blokir STNK

Selain mengecek status STNK, Anda juga bisa memblokir STNK. Untuk pemblokiran STNK ini bisa dilakukan dengan mendatangi kantor Samsat terdekat. Pemblokiran ini biasanya dilakukan demi menghindari pajak progresif atau pajak tambahan.

Pajak progresif dikenakan pada kendaraan yang belum diganti nama atau memiliki alamat pemilik sama dengan alamat wajib pajak yang telah terdaftar. Biasanya orang melakukan pemblokiran setelah mengetahui pembayaran pajaknya berlipat padahal hanya memiliki satu kendaraan saja di rumah. Ternyata kendaraan yang sudah terjual masih atas nama atau alamat yang sama.

Baca Juga: STNK Mati 2 Tahun, Kendaraan Jadi “Bodong”, Apa Benar?

Keterlambatan dalam penggantian nama bukan hanya merepotkan dalam proses pemblokiran STNK. Tapi juga cukup merepotkan di saat pemilik kendaraan baru hendak membayar pajaknya. Mau tak mau Anda harus meminjamkan KTP ke pemilik baru sebagai persyaratan pembayaran pajak. Kalau dilakukan setiap tahun tentu cukup merepotkan bukan?

Secara umum surat yang perlu dilampirkan dalam pemblokiran STNK  adalah sebagai berikut:

  • Fotokopi KTP / KITAP / KITAS
  • Surat kuasa bermaterai dan fotokopi KTP (jika diwakilkan)
  • Fotokopi STNK atau BPKB jika ada
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi surat / Akta penyerahan / Bukti bayar
  • Materai

Pada setiap daerah kententuan di atas bisa saja berbeda dan berubah seiring berjalannya waktu. Anda juga disarankan untuk membawa surat keterangan kendaraan sudah terjual, hal tersebut sebagai antisipasi bila ternyata diperlukan.

Langkah Pemblokiran STNK

cara cara blokir STNK

Sebagai upaya menghindari Anda membayar pajak progresif, maka Anda harus segera melakukan penggantian nama surat kendaraan atau melakukan pemblokiran STNK. Pemblokiran STNK caranya cukup mudah dan tak memerlukan biaya. Anda hanya perlu menyiapkan beberapa persyaratan dan melakukan langkah-langkah berikut:

Baca Juga: Sebentar Lagi Perpanjang STNK 5 Tahunan untuk Mobil? Begini Cara Mudahnya!

  • Menyiapkan Kartu Keluarga Asli dan fotokopinya,
  • KTP asli dan fotokopi KTP pemilik kendaraan sesuai STNK dan data kendaraan yang akan diblokir (fotokopi STNK). Jika diwakilkan maka perlu membawa surat kuasa dari pihak yang diwakilkan.
  • Kemudian datanglah ke SAMSAT tempat kendaraan terdaftar.
  • Langsung menuju ke bagian blokir progresif.
  • Mengisi formulir pemblokiran dengan menambahkan materai RP. 6000.
  • Berikan berkas dokumen persyaratan dan formulir kepada petugas.

Setelah melalui proses di atas tadi, Anda akan menerima fotokopi formulir yang sudah diberi cap sebagai bukti permohonan. Proses pemblokiran akan dilakukan dalam jangka waktu 3 hingga 7 hari kerja.

Bagi Anda yang tidak ingin repot-repot mengurus pemblokiran STNK atau bahkan membayar pajak progresif, sebaiknya segera lakukan ganti nama kendaraan setelah kendaraan terjual. Rundingkan penggantian nama ini ketika transaksi penjualan. Dengan begitu Anda tak perlu repot meminjamkan KTP saat pemilik kendaraan ingin membayar pajak di kemudian hari.

Tentang Layanan Blokir Pajak Kendaraan Online

Mengutip Gridoto, Menurut Aulia Salman, Staf Renbang Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta, bahwa untuk waktu dekat ini belum ada layanan blokir via online. Tetapi tenang saja, karena pemohon tinggal datang langsung ke Samsat dan membawa berkas yang dibutuhkan. Formulir pencabutan berkas sudah tersedia di samsat.

Proses pemblokirannya pun cukup gampang. Pemohon tinggal mengisi formulir blokir dan materai 6000. Selain itu pastikan juga membawa fotokopi KTP, SIM, serta kartu keluarga. Prosesnya pun tidak lama. Karena hari itu diblokir maka hari itu juga sudah tidak dikenai pajak progresif.

Cara blokir STNK online tanpa bantuan SAMSAT memang belum bisa dilakukan. Hal ini disebabkan karena Anda harus membawa berkas-berkas penting sebagai syarat pemblokiran. Namun, Anda masih bisa melakukan pengecekan keaslian BPKB dan STNK secara online tanpa harus ke Samsat.

Baca Juga: Cara Mengurus STNK Hilang? Ini Prosedurnya!

Besaran Pajak Progresif

cara blokir STNK dengan mudah

Bila mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pajak Kendaraan Bermotor, berikut besaran pajak progresif pribadi yang dikenakan untuk kepemilikan pertama sampai seterusnya.

  • Kepemilikan kendaraan bermotor pertama, sebesar 2 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kedua, sebesar 2,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor ketiga, sebesar 3 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor keempat, sebesar 3,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kelima, sebesar 4 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor keenam, sebesar 4,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh, sebesar 5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kedelapan, sebesar 5,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kesembilan, sebesar 6 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kesepuluh, sebesar 6,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kesebelas, sebesar 7 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kedua belas, sebesar 7,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor ketiga belas, sebesar 8 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor keempat belas sebesar 8,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kelima belas, sebesar 9 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor keenam belas, sebesar 9,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh belas, dan seterusnya sebesar 10 persen.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Setelah mengetahui cara blokir STNK di atas, Anda tak perlu bingung lagi. Segera urus STNK kendaraan lama Anda ya, supaya terhindar dari pajak progresif yang tidak perlu.

Comments are closed.