Mesin DOHC vs SOHC, Lebih Bagus Mana?

Mobil

DOHC vs SOHC masih menjadi perbincangan seru di dalam dunia otomotif, khususnya sepeda motor. Kalau begitu, antara kedua jenis tersebut lebih bagusan mana?

Jika Anda memperhatikan perkembangan sepeda motor, semenjak awal tahun 2017 silam, hampir semua pabrikan di Indonesia memberikan racikan yang sangat pas untuk kendaraan roda dua tersebut sehingga sangat nyaman sekali untuk digunakan sehari-hari. Namun, racikan tersebut tak hanya penyegaran tampilan dan penyematan fitur anyar, sepeda motor harian kini dihadapkan pada dua jenis mesin: SOHC dan DOHC.

Mungkin untuk sebagian orang masih belum familiar dengan kata-kata SOHC (Single Over Head Camshaft) dan DOHC (Double Over Head Camshaft). Kedua jenis mesin ini terbilang cukup baru diaplikasan pada motor-motor 4 tak pada kapasitas mesin (cc) terendah hingga tertinggi. Mengapa jenis mesin ini digunakan, karena SOHC dan DOHC memiliki peranan penting yang tentunya sangat bagus untuk menunjang sepeda motor mencapai performa terbaiknya.

Pada dasarnya SOHC dan DOHC memiliki fungsi dan cara kerja yang hampir sama, yaitu untuk membuka dan menutup katup intake (udara masuk) serta exhaust (udara keluar) pada setiap bagian silinder motor. Bila dianalogikan cara kerja sistem camshaft layaknya mekanisme bernapas manusia. Itu sebabnya, sistem OHC (Over Head Camshaft) diterapkan pada mesin sepeda motor masa kini dan menjadi komponen penting yang membuat efisien kinerja mesin dengan memosisikan poros langsung di atas katup di kepala silinder. Bukan hanya itu, jenis mesin ini juga bisa memberikan dampak yang baik pada performa mesin sepeda motor dengan cepat untuk mencapai kinerja maksimal sesuai keinginan pengendara.

Namun, di luar dengan persamaan tersebut, rupanya ada perbedaan yang mencolok dari kedua jenis mesin tersebut. Berikut ini beberapa ulasan mengenai karakteristik mesin DOHC dan SOHC.

Baca juga: Serba-Serbi Oli Mesin Mobil yang Perlu Anda Ketahui

Karakter Mesin DOHC

Bisa dikatakan mesin DOHC memiliki karakter yang cukup agresif dan lebih stabil di putaran mesin atas. Secara mekanis, mesin ini mampu menyuplai tenaga penuh seiring dengan suplai bahan bakar yang masuk. Pada mesin DOHC dalam satu piston memiliki dua camshaft di head cylinder. Masing masing camshaft ini menggerakkan langsung dua katup. Di mana dua katup mengatur masuknya bahan bakar dan dua katup lainnya mengatur keluarnya gas buang. Dengan jumlah klep dua kali lebih banyak (dua klep masuk dan dua klep keluar) tenaga yang dihasilkan otomatis lebih besar, karena penyaluran bahan bakar ke mesin dan penyaluran gas buang ke knalpot lebih besar.

Kelebihan dari mesin DOHC adalah dengan empat katup yang langsung digerakkan camshaft membuat asupan bahan bakar melimpah, sehingga tenaga mesin lebih besar dan stabil di putaran mesin (rpm) yang tinggi (torsi bekerja lebih baik pada kecepatan tinggi / top-end power). Di sisi lain ada kekurangan dari mesin ini, yaitu bahan bakar relatif lebih boros, biaya produksi dan perawatan yang lebih tinggi, suku cadang dan proses reparasi lebih banyak, putaran bawah mesin yang lebih berat karena harus menggerakkan dua camshaft.

Baca juga: 4 Cara Memilih Pelumas Mesin Mobil yang Benar

Karakteristik Mesin SOHC

Mesin SOHC dikenal sebagai mesin yang kompak serta ekomonis hal ini dikarenakan memiliki kepala poros yang tunggal. Untuk kebutuhan berkendara harian, SOHC memiliki spesifikasi mesin paling ideal. Hanya menggunakan satu camshaft sebagai menggerakkan rocker arm atau tuas yang mengganti putaran camshaft menjadi gerakan naik turun untuk mengubah posisi klep atau katup, sistem kerja mesin ini menghasilkan tenaga yang lebih kecil dibandingkan mesin DOHC. Hal ini disebabkan oleh beban 1 camshaft untuk menggerakkan seluruh rocker arm intake dan rocker arm exhaust, meski memiliki kapasitas mesin sama dengan DOHC. Jika dibandingkan lagi dengan DOHC, mesin SOHC relatif lebih murah dengan torsi yang lebih baik pada putaran rendah dengan bobot mesin lebih ringan saat memutar mesin, suku cadang SOHC juga lebih sedikit ketimbang DOHC.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Kelebihan dari mesin SOHC, yaitu mesin lebih ringan karena hanya menggunakan satu camshaft, relatif lebih Irit, biaya produksi dan perawatan murah, serta torsi bekerja lebih baik pada kecepatan rendah / low-end torque). Sama dengan DOHC, SOHC juga memiliki kekurangan, yaitu mesin biasanya lebih berisik karena menggunakan dua buah rocker arm, dan angka RPM (putaran mesin) rendah, sehingga top speed tidak terlalu tinggi.

Jika dilihat dari uraian di atas, bisa disimpulkan bawah kedua mesin tersebut, baik DOHC vs SOHC memiliki prinsip yang sama, yaitu dapat mengatur buka tutup katupnya. Namun, untuk mendapatkan tenaga atau torsi yang maksimal, DOHC vs SOHC banyak sekali faktor lain yang berpengaruh, seperti besarnya klep, besarnya sudut klep, diameter silinder, dan juga panjangnya langkah piston.

Jadi, dari keseluruhan uraian di atas, jika Anda menginginkan motor dengan bahan bakar yang irit, bisa pilih motor yang menggunakan mesin SOHC, tetapi jika Anda ingin memiliki tarikan motor yang kecang, bisa memilih mesin DOHC. Semuanya tergantung kebutuhan dan juga keinginan Anda.

Hal terpenting, selalu utamakan keselamatan dan keamanan berkendara Anda dan orang-orang terkasih. Lengkapi kendaraan dengan berbagai peralatan keselamatan yang telah sesuai standar. Juga patuhi berbagai peraturan lalu lintas di mana pun Anda berkendara. Agar setiap perjalanan yang Anda jalani, selalu bisa menimbulkan kenangan tersendiri sekaligus keselamatan dan keamanan diri Anda dan pengendara lainnya.

Comments are closed.