Tips Mendiagnosa Kerusakan Ecu Mobil

Mobil

Ecu mobil adalah komponen utama dari komputer mobil Anda yang menjadi motor sistem dan subsistem komponen utama mobil. ECU ada di semua mobil-mobil moderen terutama yang menggunakan sistem injeksi.

Pernahkan Anda terpikiri bagaimana sistem utama pada mobil dijalankan, dan bagian mana yang bertugas mengatur jalannya semua fungsi atau mode pada mobil yang kini semakin futuristik? Jawabannya adalah ECU atau  Electronic Control Unit.

Kalau di komputer ada CPU yang menjadi motor penggerak komputer beroperasi, nah ECU ini punya fungsi yang sama yakni menggerakkan semua fungsi mobil. Tapa ECU mobil tidak akan bisa digunakan, dan ketika rusak operasional juga akan terhampat.

Teknologi ECU ada di semua mesin mobil generasi baru,sehingga mau tidak mau Anda harus memahami pengetahuan dasar mengenai alat yang satu ini agar ketika terjadi kerusakan minor dapat Anda deteksi dini. Merawat ECU menjadi bentuk perlindungan awal selain tentunya melengkapi diri dengan asuransi mobil.

Baca juga: Deretan Mobil SUV di Bawah Rp100 Jutaan Berkualitas

Fungsi Ecu Mobil

fungsi ecu mobil

Teknologi ECU muncul terutama berkaitan denga hadirnya mobil yang menggunakan sistem injeksi. Engine Control Unit (ECU) memainkan peran utama dalam kinerja mesin sistem injeksi bahan bakar mobil. Setiap pabrikan meletakkan ECU mobil di tempat berbeda.

Namun umumnya lokasi yang dipilih adalah di bawah karpet, di bawah wiper di belakang trim plastik dan di sekitar ruang Engine. Volkswagen dan Audi misalnya rata-rata menempatkan ECU di bawah wiper. Sedangkan BMW lebih suka menempatkan ECU mobil di  belakang kotak sekering dalam kotak plastik di sebelah baterai.

Mengenai fungsi Ecu mobil sendiri adalah sebagai berikut:

1. Mengatur Kecepatan

Jumlah input bahan bakar ke dalam sistem akan menentukan percepatan, dan ECU dari sistem injeksi bahan bakar akan memutuskan berapa banyak bahan bakar yang akan dilepaskan ke pembakaran internal.

ECU mobil Meningkatkan aliran udara dari throttle dan menyuntikkan lebih banyak bensin. Dalam cuaca yang lebih dingin ketika mesin tidak cukup hangat, ECU akan mengkompensasi dengan memasok mesin dengan bahan bakar sedikit lebih banyak sampai panas meningkat.

Kunci kontak dipengaruhi oleh ECU yang akan mengubah sedikit pengaturan waktunya untuk membantu penghematan bahan bakar kendaraan. Ada kemampuan untuk mengendalikan kecepatan mobil dengan ECU sesuai yang pengendara inginkan

2. Menjadi Sensor Penting

Cara kerja internal ECU sangat dipengaruhi oleh sensor yang memberikan informasi yang diperlukan untuk itu. Sensor aliran udara massal akan memasok informasi massa udara yang pada gilirannya memungkinkan ECU untuk mengirimkan jumlah bahan bakar yang tepat ke engine.

Sensor lain yang datanya digunakan oleh ECU meliputi sensor posisi throttle, sensor suhu pendingin, sensor tegangan, sensor tekanan absolut berlipat ganda, dan sensor putaran mesin.  ECU menyesuaikan suhu operasi dan tegangan sistem dengan lebih baik ketika mode lain dinyalakan

3. Menjadi Sistem Manajemen Engine

Siapa pun yang memiliki mobil performa tinggi pasti dilengkapi ECU mobil. ECU adalah bagian dari sistem manajemen engine yang akan memungkinkan penghematan bahan bakar yang jauh lebih baik dan kinerja yang lebih responsif. Ini juga berarti ada jumlah emisi yang lebih kecil dari kendaraan lain, yang sangat bagus untuk lingkungan.

4. Respon Mobil Lebih Cepat

Adanya ECu mampu mendorong mobil merespons jauh lebih baik dan lebih cepat karena. Sebab selama mobil masih berada di pabrikan, ECU disesuaikan agar dapat memprogram informasi sehingga mobil dapat berjalan mulus. Teknologi ECU bahkan sudah banyak disematkan pada mobil balap.

Baca juga: Ini Asuransi Mobil Murah dan Terbaik untuk Anda

Tips Mengecek Kondisi ECU

Ada banyak gejala yang mengindikasikan adanya masalah pada sistem ECU. Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui apakah ECU rusak atau salah.

1. Pastikan lampu Engine ON

Lampu pada check engine harus dipastikan dalam keadaan ON terus dan tidak pernah padam, ada kemungkinan kendaraan Anda memiliki unit kontrol mesin yang salah jika lampunya padam. Ada banyak alasan mengapa lampu ini harus selalau menyala. Alasan paling umum adalah masalah dengan ECU.

2. Mobil Tidak Bisa Menyala

Jika kendaraan Anda gagal menyala tanpa alasan yang jelas, ini juga merupakan indikator yang memungkinkan adanya masalah dengan ECU. Jika Anda memeriksa aki mobil, starter dan komponen listrik umum lainnya, dan kendaraan masih tidak hidup, unit kontrol mesin yang salah bisa  menjadi hal logis yang perlu dipertimbangkan.

3. Gejala Umum Lainnya

kerusakan ecu mobil

Banyak gejala lain yang dapat dikaitkan dengan ECU yang salah. Misalnya, kinerja yang buruk atau penurunan yang tidak jelas dalam penghematan bahan bakar atau efisiensi sering terkait dengan masalah komputer mobil, atau masalah ECU yang salah. ECU yang rusak dapat menyebabkan masalah saat memindahkan gigi dalam transmisi otomatis, atau menyebabkan sentakan tiba-tiba atau berhenti yang mirip dengan masalah transmisi.

4. Diagnostik Komputer ECU

Jika Anda mencurigai bahwa unit kontrol elektronik di kendaraan Anda rusak, bawalah segera kendaraan ke dealer, bengkel atau pusat layanan terdekat. Saat memilih pusat layanan untuk memeriksa ECU yang rusak, pastikan memiliki tempat yang memiliki peralatan diagnostik komputer terbaru.

Walaupun ada banyak bengkel dan pusat servis yang sangat baik yang memiliki peralatan yang diperlukan untuk mendiagnosis ECU yang rusak, jika Anda ingin benar-benar yakin bahwa mobil Anda didiagnosis dengan benar, pertimbangkan untuk membawa kendaraan Anda ke dealer resmi.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa adanya kerusakan pada bagian ECU mobil.

Baca juga: Simulasi Perhitungan dan Biaya Asuransi Mobil

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Biaya Service ECU Mobil

ECU bisa rusak karena berbagai sebab, di Indonesia sendiri biasanya ECU rusak karena pernah terndam banjir. Setiap bengkel memiliki standar biaya service dan pemasangan ECU yang berbeda. Namun umumnya harga untuk mobil-mobil pabrikan Jepang bisa lebih murah yaki seitar Rp 1-2 Jutaan.

Sementara jika ECU rusak kena banjir harga service yang dibanderol biasanya lebih mahal sekitar Rp 400 ribu, Pengerjaan service ECU mobil bisa memakan waktu satu hari, sementara untuk ECU rusak karena banjir membutuhkan waktu lebih lama bisa menjadi 3 atau 4 hari. Sedangkan untuk penggantian ECU baru bisa lebih mahal, bergantung tipe mobilnya. Mobil-mobil Jepang seperti Toyota dan Honda harga ECU berada di kisaran Rp2-3,5 jutaan. Beda lagi dengan mesin yang menggunakan tenaga diesel, ECU nya bisa dibanderol hingga Rp 6 jutaan.

Sementara untuk mobil keluaran Eropa harga part barunya sedikit lebih mahal bisa dikisaran Rp 4 jutaan. Itupun biasanya bukan ECU baru melaikan coporan dari mobil setipe. Karena itu siapkan kocek yang tebal jika Anda ingin mengganti ECU dengan yang baru.

 

Sumber:

https://www.gridoto.com/read/221009112/mengenal-apa-itu-ecu-pada-mobil-ini-dia-fungsinya-sob

https://procarmechanics.com/how-an-engine-control-unit-affects-performance/

https://www.carmudi.co.id/journal/mobil-terendam-air-berapa-biaya-servis-atau-mengganti-ecu-mobil/

Comments are closed.