Etika Berhenti di Bahu Jalan Tol

Mobil

Apa saja etika berhenti di bahu jalan tol yang harus diperhatikan? Jangan sampai malah menganggu kendaraan lain yang melintas.

Jalan tol difungsikan sebagai jalan bebas hambatan yang tidak ada lampu merah. Jadi, mobil harus terus melaju dalam kecepatan yang ditentukan dan tidak sembarangan mobil bisa berhenti. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) nomor 15 Tahun 2005 mengenai penggunaan bahu jalan tol, menyebutkan kalau bahu jalan tol boleh digunakan hanya dalam keadaan darurat dan untuk kendaraan yang berhenti darurat. Lalu, bahu jalan tol tidak boleh digunakan untuk menarik, menderek, mendorong kendaraan, juga tidak boleh digunakan untuk keperluan umum seperti menaikan atau menurunkan penumpang, barang, atau hewan dan tidak boleh digunakan juga untuk mendahului kendaraan lain.

Pihak Jasa Marga sebagai pemegang otoritas pengelola tol hanya mengizinkan pemilik kendaraan untuk melakukan perbaikan ringan yang bisa selesai dalam waktu sekitar 10-15 menit untuk berhenti di bahu jalan tol. Ini bertujuan untuk mengantisipasi kecelakan (tabrak belakang) dari pengendara lain. Jika dirasa perbaikan tersebut memakan waktu lebih dari 10 menit, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas derek gratis sampai pintu tol terdekat dengan menghubungi call center 24 jam di nomor hotline 14080.

Aturan Mendahului di Jalan Tol

Di musim mudik dan liburan panjang, jalan tol menjadi jalan favorit para pengendara mobil. Terlebih lagi saat ini sudah banyak jalan tol yang baru dibuka sehingga mempercepat waktu tempuh. Tentunya hal ini harus disadari oleh para pengendara mobil mengenai aturan mendahului di jalan tol.

Untuk kendaraan besar atau bus wajib melintas di lajur lambat (1 dan 2), sedangkan mobil lainnya d lajur cepat (3 dan 4). Mobil kecil bisa untuk mendahului, dan yang paling penting juga agar tidak kena macet. Kalau mobil besar seperti truk atau bus, melanjukan busnya di jalur cepat maka bisa menyebabkan antrean kendaraan lain yang panjang karena berjalan sedikit lebih lambat. Jadi mobil kecil tetap fokus di jalur 3 dan 4 saja untuk mendahului mobil lain.

Etika Berhenti di Bahu Jalan Tol Saat Darurat

Salah satu alasan mengapa mobil memutuskan untuk berhenti di bahu jalan tol adalah kondisi mobil yang tidak prima. Kondisi tersebut sebenarnya bisa terjadi di mana saja, namun bila mengalaminya saat Anda berada di jalan tol maka hal yang harus dilakukan adalah berhenti.

Saat berhenti di jalan tol akibat kerusakan mobil atau kondisi darurat lainnya, bisa menggunakan bahu jalan. Tapi, yang sering menjadi pertimbangan adalah masih banyak pengguna jalan tol yang masih menggunakan bahu jalan untuk menyalip atau melaju kencang.

Demi menghindari hal itu maka ada beberapa etika berhenti di bahu jalan tol saat darurat yang harus Anda ketahui.

Berhenti dengan Aman

Saat berhenti dalam keadaan darurat, bahu jalan merupakan pilihan yang benar. Tapi penting sekali untuk memberhentikan mobil di bahu jalan dengan posisi mobil setengah bodi di rumput. Ini untuk menghindari perilaku pengguna jalan yang terkadang suka menggunakan bahu jalan untuk mendahului mobil lain.

Segitiga Pengaman

Gunakan segitiga pengaman ketika Anda sudah memarkir mobil Anda dengan aman, kemudian nyalakan lampu hazard. Hal ini untuk memberikan sinyal kepada kendaraan lain, kalau ada mobil yang sedang berhenti.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Hubungi Petugas

Hal terakhir sebagai etika berhenti di bahu jalan tol yang harus diperhatikan adalah hubungi call center petugas jalan tol untuk meminta bantuan. Salah satu contoh adalah 021-80880123 (call center Jasa Marga). Tunggulah hingga petugas tol menghampiri Anda, gunanya untuk meminimalisir risiko tabrakan dari arah belakang kendaraan.

Setelah sudah dilakukan perbaikan kendaraan, coba untuk bergerak secara perlahan di bahu jalan hingga kecepatan mendekati 60 km/jam. Ini sudah disesuaikan dengan peraturan kecepatan minimal lalu lintas jalan tol. Baru setelah dirasa aman, bisa berpindah ke jalur utama jalan tol.

Comments are closed.