Fitur Keselamatan pada Mobil untuk Menekan Angka Kecelakaan

Mobil


Notice: get_currentuserinfo is deprecated since version 4.5.0! Use wp_get_current_user() instead. in /home/frwwwartikel/public_html/wp-includes/functions.php on line 3896

Kecelakaan saat berkendara menggunakan mobil bisa terjadi kapan dan di mana saja. Selain kelalaian pengendara, nyatanya faktor teknis juga seringkali menyebabkan kecelakaan terjadi. Maka dari itu, fitur keselamatan pada mobil sangatlah diperlukan.

Risiko kecelakaan selalu mengintai para pengendara mobil, baik yang ringan maupun berat. Demi mengatasi permasalahan tersebut, produsen otomotif di seluruh dunia selalu memberikan fitur keselamatan di setiap mobil buatannya. Ada pun fitur keselamatan yang sudah ada sejak dulu adalah sabuk pengaman dan airbag.

Namun, seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang begitu dinamis dan cepat, pabrikan mobil di seluruh dunia berbondong-bondong menerapkan fitur keselamatan terbaru dan mutakhir. Tujuannya jelas, yaitu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna mobil saat berkendara.

Sekarang ini, fitur keselamatan pada mobil tak hanya berbentuk fisik, melainkan sistem yang telah terkomputerisasi dengan mobil tersebut. Jadi, fitur canggih ini dapat bekerja tanpa mengharuskan pengendara memasang atau menyetelnya terlebih dulu.

Apa saja sih fitur keselamatan yang diterapkan di mobil-mobil kekinian? Simak di bawah ini ya!

Vehicle Stability Control (VSC)

Fitur satu ini berfungsi menjaga agar mobil tetap stabil dan mengikuti jalurnya ketika menikung atau mengubah jalur. Sistem secara otomatis membantu mengurangi energi ketika ada gejala kehilangan daya tarik atau selip pada salah satu roda mobil. Dengan adanya fitur VSC ini, tingkat kecelakaan saat mobil menikung atau mengubah jalur menjadi sangat kecil. Faktanya, salah satu faktor yang paling sering menyebabkan kecelakaan mobil di jalan adalah ketidakstabilan antara ban satu dengan yang lainnya sehingga mobil tergelincir dan menabrak mobil di sebelahnya atau lebih buruknya lagi terjun ke jurang pada saat berkendara di daerah perbukitan.

Automatic Emergency Braking (AEB)

Seluruh produsen mobil dunia sepakat menerapkan fitur keselamatan ini karena tingginya angka kecelakaan akibat lalai atau cerobohnya pengendara ketika mengemudi di jalan yang padat kendaraan dan pejalan kaki. Fitur AEB ini dapat mencegah atau mengurangi tabrakan antar kendaraan dan antara kendaraan dengan pengguna jalan lain.

Pasalnya, fitur satu ini bisa membuat mobil melakukan pengereman otomatis. Jadi, saat pengendara sedang memacu mobil dalam kecepatan yang cukup tinggi dan ternyata ada mobil atau pejalan kaki di depannya dalam jarak yang cukup dekat, mobil akan melakukan pengereman mendadak yang aman bagi pengendara itu sendiri dan obyek di depannya.

Blind Spot Monitoring (BSM)

Menyadari bahwa terdapat beberapa blind spot saat berkendara menggunakan mobil, pabrikan otomotif di seluruh dunia sepakat untuk menanamkan fitur keselamatan bernama Blind Spot Monitoring atau BSM pada setiap mobil keluaran terbaru. Salah satu mobil yang sudah menerapkan fitur keselamatan ini adalah Toyota C-HR.

Fitur kesalamatan ini berfungsi untuk mendeteksi keberadaan kendaraan lain yang tak terlihat di kaca spion tetapi masuk ke zona blind spot di samping mobil melalui gelombang radio. Saat terdeteksi, lampu indikator LED di kaca spion sisi kanan atau kiri akan menyala dan mengeluarkan suara peringatan dari dalam mobil yang menandakan bahwa ada kendaraan lain di samping mobil yang sedang dikendarai.

Baca juga: Jangan Panik! Ini 4 Cara Membuka Pintu Mobil yang Terkunci

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Electronic Stability Control (ESC)

Fitur ini pada dasarnya mirip dengan Vehicle Stability Control (VSC). Hal yang membedakan adalah fitur satu ini dengan VSC adalah saat mendeteksi hilangnya kontrol pada mobil, ESC langsung bekerja dengan cara melakukan pengereman pada roda depan dan belakang.

Pengereman roda depan berfungsi untuk mencegah terjadinya oversteer, sedangkan pada belakang untuk mencegah understeer. Proses pengereman ini berlangsung hingga mobil dapat dikemudikan dengan stabil.

Memang, berkendara dengan baik dan benar dapat mencegah terjadinya kecelakaan. Tapi, kecelakaan juga dapat terjadi karena hal teknis yang mungkin tak bisa dicegah secara manual oleh pengendara. Fitur keselamatan inilah yang akan menekan angka kecelakaan sekecil mungkin. Apakah mobil Anda memiliki fitur-fitur di atas?

Comments are closed.