Cara Tepat Tentukan Jadwal Ganti Oli Mobil Anda!

Mobil

Ingin performa mesin mobil tetap terjaga dengan baik? Pastikan kualitas oli selalu dalam keadaan optimal. Ganti oli mobil Anda pada waktu dan dengan cara yang tepat.

Oli mobil merupakan komponen yang sangat penting dalam menentukan kualitas mesin. Oli mobil yang digunakan dalam waktu yang panjang dapat menurunkan kualitas oli sehingga tidak dapat melumasi mesin dengan optimal. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui kapan waktu dan cara ganti oli mobil yang tepat berikut ini.

Sebab tak sedikit pemilik mobil yang bingung dalam menentukan waktu yang tepat untuk ganti oli mesin. Beberapa orang berpendapat bahwa idealnya oli mobil harus diganti saat jarak tempuh sudah menyentuh angka 5.000 KM atau bahkan 10.000 KM.

Kebiasaan para pemilik mobil untuk mengganti oli hanya berdasarkan jarak tempuh tidak sepenuhnya benar, karena ternyata ada faktor-faktor lain yang dapat menentukan waktu ideal pergantian oli mobil Anda. Berikut ini lima faktor penting selain jarak tempuh untuk menentukan jadwal ganti oli mobil yang ideal!

Base-oil yang Digunakan

cara ganti oli mobil

Bahan dasar oli pada umumnya terbagi menjadi 3 jenis yaitu oli full sintetik, oli semi-sintetik, dan oli mineral. Setiap jenis base-oil tersebut memiliki masa pakai yang berbeda-beda.

Oli Full Sintetik

Oli full sintetik dibuat melalui proses pembuatan yang lebih baik dan sempurna. Oli ini merupakan hasil olahan minyak bumi paling bersih dengan proses panjang sehingga menghasilkan Poly Alpha Olefin (PAO) setelah melalui proses-proses sebelumnya. Masa gantinya bisa mencapai diatas 10.000 Km.

Tentunya oli ini lebih baik daripada oli semi sintetis dan mineral, ditambah lagi PAO tidak mengandung karbon reaktif yang dapat menghasilkan asam, bebas sulfur, oksigen, dan logam berat. Kelebihan lainnya yaitu oli jenis ini tidak mudah menguap, lebih tahan oksidasi, pelumasan lebih merata dan mampu bekerja maksimal meski pada temperatur tinggi.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengganti Oli Mobil Tanpa Perlu ke Bengkel

Hasilnya, dengan pakai oli sintetis, suara mesin menjadi halus, jadwal penggantian lebih lama dan lebih minim gesekan. Kalau kekuranganya tentu dari segi harga. Oli jenis ini memang sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan dua jenis oli lainnya.

Oli Semi Sintetik

Seperti namanya, oli ini merupakan campuran dari oli mineral dan oli sintetik. Persentase campurannya berbeda-beda setiap produsen oli, tetapi biasanya sekitar 70% oli mineral dan 30% sisanya sintetik. Oli ini diklaim mampu bertahan melindungi mesin sejauh 5.000 km.

Dari segi harga, oli ini memang sedikit lebih mahal dari oli mineral, namun memiliki kualitas yang lebih baik. Kelebihan oli mineral antara lain lebih stabil serta range viskositas lebih besar dan lebih baik di suhu rendah dan tinggi. Hanya saja kandungan karbon aktif seperti sulfur masih tetap ada seperti oli mineral.

Oli Mineral

Oli Mineral dibuat menggunakan bahan dasar oli yang diolah dari minyak bumi, bisa dikatakan merupakan standarnya pelumas. Oli mineral memiliki indeks viskositas atau kekentalan 80 hingga 120 serta mengandung beberapa karbon reaktif seperti sulfur dan oksigen.

Selain harganya murah, oli ini memiliki struktur molekul tidak rata yang bagus untuk mempercepat masa inreyen pada mesin baru antara piston dan permukaannya untuk dengan beradaptasi cepat. Tapi, karena molekulnya yang tidak rata, kekurangan oli ini yaitu cepat panas, mudah teroksidasi, dan mudah menguap.

Viskositas atau Kekentalan Oli

ganti oli mobil dengan benar

Kekentalan oli yang Anda gunakan untuk mobil kesayangan bisa jadi penentu waktu penggantiannya. Hal ini bisa dilihat dari angka pada kode Society of Automotive Engineering (SAE) yang tertera pada kemasannya. Angka dari kode SAE ini mengacu pada tingkat kekentalan oli tersebut. Bila oli memiliki kode 20W-50, itu berarti oli tidak terlalu kental, maka Anda harus mengganti oli pada kilometer 3-5 ribu tergantung kondisinya.

Sementara itu, jika kode SAE-nya menunjukkan 10W-40, maka penggantian dapat dilakukan pada rentang 7.500 hingga 10 ribu kilometer. Hal ini juga berkaitan dengan jenis oli apa yang Anda pilih untuk mesin mobil Anda. Satu hal yang tak kalah penting, ternyata kualitas oli dapat mengalami penurunan akibat jarang mengganti filter oli. Kotoran yang mengendap pada saringan tersebut lama-lama akan menumpuk jika tidak diganti. Akibat dari hal itu, oli tidak bisa bersirkulasi dengan baik. Anda umumnya akan disarankan untuk mengganti filter setelah dua kali melakukan ganti oli. Ada juga yang berpendapat, bila mobil digunakan hampir setiap hari dan jarak yang ditempuh lebih dari 20 kilometer, waktu terbaik untuk menggantinya ialah 8 bulan sekali.

Baca Juga: Memilih Oli Mobil Matic Sesuai Dengan Tipe Mobil

Cek Warna Oli

Cara termudah untuk mengecek kualitas oli mesin mobil Anda adalah dengan memperhatikan apabila oli mobil sudah mengalami perubahan warna atau belum. Jika hal ini terjadi, maka penggantian harus dilakukan sesegera mungkin. Bila saat melakukan pengecekan oli tersebut berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau tengik, itu menandakan kualitasnya sudah tidak layak pakai. Perubahan warna itu sendiri umumnya disebabkan oleh kondisi mobil yang telah menempuh perjalanan jauh. Sementara itu, jika Anda menemui oli berubah menjadi warna putih susu dengan kekentalan yang cukup pekat, itu berarti cairan telah terkontaminasi oleh air. Perubahan warna oli yang demikian disebabkan oleh kondisi mesin yang bermasalah.

Running Engine Hour

ganti oli mobil dengan cara ini

Pada situasi macet, mesin mobil Anda akan terus bekerja, durasi nyala mesin ini juga menjadi faktor penting dalam menentukan waktu ideal untuk mengganti oli. Mobil yang menempuh jarak yang dekat namun harus terjebak macet selama berjam-jam, memiliki tingkat stres mesin yang lebih buruk jika dibandingkan dengan mobil yang menempuh perjalanan jauh dalam situasi lancar.

Baca Juga: Serba-Serbi Oli Mesin Mobil yang Perlu Anda Ketahui

Beban Muatan Kendaraan

Mobil yang sering digunakan untuk mengangkut beban berat, baik penumpang atau barang, akan membuat mesin bekerja lebih keras untuk dapat melaju Hal ini membuat oli mesin yang bertugas melumasi komponen mesin pun bisa mengalami stres yang lebih tinggi. Dalam situasi ini, ada baiknya pemilik kendaraan untuk mempertimbangkan melakukan pergantian oli mesin lebih awal untuk menjaga performa mesin.

Ternyata dibutuhkan ketelitian untuk memastikan jadwal yang tepat untuk mengganti oli mobil sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai Anda terlalu lama tidak mengganti oli mobil sebab akan menurunkan kualitas mesin mobil Anda. Tapi, jangan juga terlalu cepat menggantinya padahal kondisi oli yang masih layak pakai.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Jadi, yang paling tepat adalah pelajari faktor-faktor penunjang di atas, supaya jadwal ganti oli mobil Anda dapat terprediksi dengan baik sehingga Anda tidak akan rugi nantinya.

Comments are closed.