Syarat dan Perhitungan Klaim Asuransi Mobil

Mobil

Klaim asuransi mobil tidaklah sulit. Memang ada beberapa syarat yang berlaku. Tapi, jika diikuti dengan baik, tentu akan sangat menguntungkan Anda.

Bagi Anda yang memiliki mobil, tentu Anda menginginkan mobil Anda terhindar dari hal-hal yang tidak Anda inginkan, salah satu yang paling sering terjadi adalah rusak akibat kecelakaan lalu lintas. Jika Anda mengalami kecelakaan dan harus membereskan kerusakan yang terjadi, tentu Anda harus merogoh kocek lebih dalam. Sebab, biaya untuk membereskan kerusakan tersebut tidaklah murah.

Melihat tingginya risiko mobil rusak akibat kecelakaan, alangkah baiknya jika Anda memiliki asuransi mobil. Dengan adanya asuransi tersebut, Anda tak perlu membayar biaya reparasi dengan harga penuh, karena sebagian besarnya sudah ditanggung oleh pihak asuransi.

Namun, untuk bisa melakukan klaim asuransi mobil, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan. Hal tersebut merupakan standar prosedur klaim asuransi mobil. Apa saja yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan hasil klaim asuransi mobil Anda? Simak di bawah ini!

Hal yang Perlu Dilakukan untuk Klaim Asuransi Mobil

Hubungi Pihak Asuransi dan Foto Bagian yang Rusak

Jika terjadi kecelakaan yang membuat kendaraan rusak, langsung foto bagian yang rusak. Terlebih kalau kendaraan itu rusak berat atau bahkan sampai tak bisa jalan. Foto ini penting sebagai bukti saat klaim asuransi nanti.

Siapkan Dokumen

Dalam polis asuransi ada informasi tentang dokumen yang harus disiapkan untuk mengajukan klaim. Siapkan semua berkas itu untuk dibawa ke bengkel. Syarat itu antara lain:

  1. Fotokopi polis asuransi.
  2. Fotokopi SIM dan STNK.
  3. Surat keterangan kepolisian (jika kendaraan rusak berat dalam kecelakaan parah).

Datangi Bengkel Rekanan

Setelah berkas terkumpul, datangi bengkel rekanan dan bilang hendak klaim asuransi. Bengkel rekanan akan menghubungi perusahaan asuransi dan menyurvei kerusakan. Jangan datangi bengkel yang bukan rekanan dan langsung melakukan servis. Kalau begitu, sudah pasti klaim Anda akan ditolak.

Bila kecelakaan yang membuat mobil rusak terjadi di luar kota, segera hubungi kantor perwakilan perusahaan asuransi di daerah tersebut. Lalu, ceritakan insiden itu dan minta petunjuk untuk melakukan klaim di sana. Batas maksimal untuk menghubungi perusahaan asuransi adalah 3 x 24 jam setelah kecelakaan.

Isi Formulir

Saat berada di bengkel, kita akan diberikan formulir klaim. Isilah formulir tersebut dengan sejelas-jelasnya dan sejujur-jujurnya. Jangan menganggap enteng detil-detil kejadian seperti jam berapa, nomor jalan, dan sebagainya. Satu hal yang harus dicatat, jangan coba-coba berbohong, karena pihak perusahaan asuransi pasti akan mengecek.

Sebab, setiap bengkel memiliki orang yang sangat paham seputar mobil dan kecelakaan di jalan raya. Jika data pada formulir tidak sesuai dengan yang ada di lapangan, jangan heran jika klaim yang Anda ajukan langsung ditolak oleh pihak bengkel.

Setelah semua tahap di atas dilalui, tinggal tunggu kabar dari bengkel. Jika kerusakan hanya lecet sedikit, proses pengerjaan paling cepat dua hari, maksimal tujuh hari.

Tapi kalau kerusakannya parah sekali, bisa dua minggu bahkan sampai sebulan waktu perbaikan. Apalagi, jika harus mendatangkan spare part dari luar negeri alias impor. Barang tersebut baru tersedia setelah mendapat order.

Jadi, kalau bengkel mengatakan harus order spare part dulu, minta kepastian kapan kendaraan bisa diambil. Khususnya mobil, kebanyakan perusahaan asuransi sekarang menyediakan kendaraan pengganti buat mobil yang harus menginap di bengkel dalam jangka waktu lama.

Namun, mobil yang diberikan oleh pihak asuransi umumnya ditempel stiker bertuliskan “mobil pengganti. Kalau merasa risih dengan adanya stiker itu, mau tak mau Anda harus menggunakan mobil Anda yang lain jika Anda. Tapi, jika tidak, lebih baik gunakan penawaran tersebut demi kemudahan Anda dalam beraktivitas. Bantuan tersebut umumnya berakhir 5 x 24 jam setelah mobil masuk bengkel.

Cara Menghitung Klaim Asuransi Mobil

Ada dua jenis asuransi untuk mobil, yakni Total Loss Only (TLO) dan All Risk. Namun, di samping dua jenis tersebut, kita juga dapat meminta perluasan pertanggungan. Masing-masing jenis ini memiliki penghitungan yang berbeda. Mari kita simak satu per satu di bawah ini.

Premi Asuransi TLO

Sebagai ilustrasi, misalkan Anda tinggal di Jakarta baru saja membeli sebuah mobil dengan harga Rp200 juta, karena tidak mau mengambil risiko kerusakan atau kehilangan, Anda mengasuransikan mobil Anda dengan TLO.

Berikut ini perhitungan preminya sesuai dengan peraturan OJK di atas:

  1. Premi asuransi TLO untuk harga mobil kisaran Rp125 juta hingga Rp200 juta di Jakarta adalah 0,44-0,53 persen.
  2. Pihak asuransi mobil kemudian menerapkan premi sebesar 0,49 persen.
  3. Maka perhitungannya adalah: 0,49 persen x Rp200 juta = Rp980 ribu.

Jika suatu saat nanti Anda mengalami musibah misalnya kehilangan atau kecelakaan berat pada mobil Anda, pihak asuransi akan mengganti kerugian sesuai dengan harga mobil yang dibeli waktu itu.

Ketentuan lain yang berlaku adalah:

  1. Masa berlaku asuransi TLO ini biasanya adalah satu tahun dan uang pertanggungan jaminan akan terus berkurang di tahun berikutnya.
  2. Dengan nilai mobil yang menyusut tiap tahunnya, maka saat akan bayar premi di tahun berikutnya, selalu cek kecocokan antara premi, nilai mobil, dan uang pertanggungannya.

Premi Asuransi All Risk

Sebagai ilustrasi, misalkan Anda yang tinggal di Jakarta baru saja membeli sebuah mobil dengan harga Rp200 juta. Dengan risiko kendaraan yang dimiliki Anda sangat tinggi, maka Anda mengasuransikan mobilnya dengan asuransi all risk. Selain premi yang dibayarkan juga lebih besar, manfaatnya pun lebih luas.

Berikut ini perhitungan premi asuransinya:

  1. Besaran premi asuransiall risk untuk harga mobil Rp200 juta di wilayah Jakarta adalah 2,47-2,72 persen.
  2. Jika pihak asuransi misalnya saja menetapkan premi asuransi sebesar 2,5 persen, maka Andi harus membayarkan Rp5 juta per tahun buat asuransi.

Simulasi manfaat asuransi all risk jika terjadi risiko:

Misalnya saja terjadi risiko bumper mobil Anda rusak akibat ditabrak sepeda motor. Jika Anda tidak mengasuransikan mobilnya secara all risk, maka Anda harus keluar biaya sendiri sebesar: Biaya reparasi bumper Rp500 ribu, dan cat dan body repair Rp500 ribu.

Tanpa asuransi, Anda harus membayar Rp1 juta untuk reparasi mobil. Sementara itu, dengan asuransi all risk, Anda cukup membayar Rp300 ribu per kejadian sebagai biaya risiko.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Perluasan Pertanggungan

Asuransi all risk dan TLO juga memungkinkan nasabah untuk menambah manfaat atau perluasan proteksi. Misalnya saja, karena di Jakarta, sering ada demonstrasi, Anda ingin melindungi mobil Anda karena takut dirusak massa.

Biayanya tidaklah mahal, Anda cukup membayar 0,05 persen untuk asuransi all risk atau 0,35 persen untuk asuransi TLO. Tapi itu rate premi minimum sesuai peraturan OJK,  besarannya nanti tergantung perusahaan asuransi yang dipilih.

Dengan penambahan premi tersebut Anda akan mendapatkan perluasan tanggungan yang melindungi kendaraan dari kejadian seperti bencana alam, sabotase, terorisme, dan kecelakaan diri penumpang yang biasanya tidak ditanggung oleh asuransi kendaraan bermotor.

Berikut ilustrasi hitungan perluasan pertanggungan:

Andi ingin menambahkan perluasan tanggungan banjir, karena tinggal di Jakarta yang rawan banjir dengan biaya premi 0,35 persen. Maka besarnya premi sebagai berikut:

Perluasan: 0,35% x Rp220 juta = Rp770.000,00

Maka total biaya premi asuransinya: Rp6,6 juta + Rp770.000= Rp7.370.000,00

Setelah bayar Rp7.370.000,00 sudah. Dia tak perlu lagi khawatir terlalu berlebihan jika mobilnya hilang atau rusak.

Jika dilihat sepintas, premi asuransi tersebut memang lebih besar daripada biaya perbaikan. Namun itu jika terjadi kecelakaan yang sama seperti contoh kasus di atas, padahal kenyataannya kerusakan akibat kecelakaan siapa yang bisa prediksi? Walau kita sudah berhati-hati, jika pengendara lain ugal-ugalan, kita tetap bisa kena. Apalagi jika kita tinggal di kota yang lalu-lintasnya selalu padat.

Bisa saja dalam satu tahun kita mengalami beberapa kali klaim risiko kecelakaan. Manfaat lain adalah jika mobilnya harus menginap pun dia bisa mendapat mobil pengganti selama jangka waktu tertentu. Biasanya 3 x 24 jam setelah mobil masuk bengkel.

Kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan mengalami kecelakaan dan seberapa parah kerusakan yang terjadi pada mobil yang kita miliki. Inilah alasan kuat mengapa kita memerlukan asuransi mobil, jadi kita bisa melakukan klaim asuransi mobil ketika terjadi kecelakaan lalu lintas tanpa perlu membayar biaya perbaikan secara penuh.

Comments are closed.