Minyak Rem pada Mobil: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Mobil

Setiap elemen yang terkandung pada mesin kendaraan memiliki peran yang penting, tak terkecuali minyak rem yang membantu mengurangi gesekan pada komponen logam.

Bagi Anda yang rutin berpergian setiap hari menggunakan kendaraan pribadi roda empat, rasanya wajib untuk mengenal dan mengetahui seluk beluk komponen dan elemen mesin mobil sederhana, salah satunya minyak rem.

Minyak satu ini memang bukan berada pada mesin inti mobil, tapi keberadaannya penting sebab penggunaan rem sendiri intensitasnya cukup tinggi saat Anda berkendara. Untuk lebih memahami seluk beluk penting terkait minyak satu ini, Anda bisa simak pemaparannya berikut ini.

Fungsi Minyak Rem

Fungsi Minyak Rem

Setiap elemen pada mobil pasti memiliki fungsinya masing-masing, tak terkecuali minyak pada rem. Fungsi minyak satu ini yaitu untuk melumasi komponen logam yang saling bergesekan, yakni cakram dan kampas. Tentu saja, dua komponen ini berfungsi penting untuk menghentikan kendaraan.

Keberadaan cairan ini membuat kedua komponen yang bergesekan tadi tidak kering dan akan tahan terhadap panas. Tidak hanya itu, fungsi dari cairan rem ini juga sebagai penyalur sistem hidrolik karena sifatnya seperti fluida.

Baca Juga: Jenis dan Cara Merawat Grill Mobil

Biasanya, kandungan minyak ini terdiri dari tiga kandungan, yakni polyglycol, glycolether, dan additive. Tiga kandungan ini punya fungsi yang berbeda-beda. Polyglycol beperan sebagai pelumas sebab punya tingkat kekentalan yang sangat tinggi. Lain halnya dengan glycolether yang punya peran mengontrol kekentalan tersebut dan titik didih untuk kestabilan karet. Terakhir, additive berfungsi untuk mencegah korosi yaitu kerusakan atau degradasi sebuah logam yang dipakai untuk rem.

Jenis Minyak Rem

Jneis MInyak Rem

Cairan rem terdiri dari beberapa klasifikasi, tentu masing-masing jenis memiliki kegunaannya. Biasanya, jenis cairan rem mempunyai nama DOT yang merupakan singkatan dari Department of Transportation. Adapun fungsi dari DOT ini adalah sebagai pengukur titik didih dari cairan rem. Semakin tinggi angka dari DOT, maka akan semakin tinggi pula titik didihnya. Berikut penjelasan lengkapnya.

DOT 3

Tipe DOT 3 ini mengandung polyglycol ether yang hidroskopik, artinya bersifat penyerap air. Jika tercampur dengan air, maka minyak tersebut tetap berwujud sama. Air yang masuk ke dalam sistem hidrolik rem akan diserap sehingga air tidak akan mengganggu kinerja dari sistem rem.

Namun, semakin banyak kandungan air di dalamnya, maka akan semakin menurunkan titik didihnya. Selain itu, tipe DOT 3 ini mempunyai beberapa kekurangan, seperti lebih mudah merusak karet alami, merusak cat, dan cepat menimbulkan karat.

Baca Juga: Warna Cat Mobil Menentukan Kepribadian Pemilikinya

DOT 4

Jika Anda pemilik mobil tahun lama, maka jenis cairan rem DOT 4 sangat dianjurkan untuk digunakan. Sebab, biasanya mobil lama memiliki sistem rem bersuhu tinggi. Oleh sebab itu, titik didih DOT 4 lebih tinggi dibandingkan DOT 3 sehingga pas untuk digunakan pada mobil-mobil keluaran lama. DOT 4 ini cukup mudah diperoleh dimana aja sehingga lebih praktis.

Sayangnya, DOT 4 tidak mudah menyerap air layaknya DOT 3. Jadi, bila tercampur air kemungkinan akan terkontaminasi. Dengan harga yang lebih mahal dari DOT 3, cairan rem jenis ini juga berpotensi merusak cat dan cepat menimbulkan korosi pada sistem rem.

DOT 5

Kalau Anda ingin menggunakan cairan rem berbahan silikon, maka DOT 5 jawabannya. Bahan ini tidak mudah menyerap air sehingga mengurangi kemungkinan korosi, sifatnya juga lebih stabil pada sistem rem bersuhu tinggi. Biasanya, DOT 5 sering digunakan pada kendaraan militer sehingga tidak akan merusak cat mobil militer yang berfungsi sebagai penyamaran ketika berperang.

Kekurangan minyak jenis ini adalah daya pelumasannya yang kurang baik karena gesekannya besar, sehingga diperlukan tenaga yang lebih besar saat menekan rem agar sistem rem bekerja. Kekurangan lainnya adalah silikon tidak mempunyai daya lumas seperti glycol sehingga tidak cocok untuk mobil yang dilengkapi ABS.

Sistem pengaplikasian DOT 5 tidak sama dengan DOT 3 dan DOT 4. Anda perlu membuat ulang sistem hidrolik pada kendaraan untuk menggunakan DOT 5. Jangan lupa juga, bahwa DOT 5 ini tidak menyerap air sehingga kelembapan pada sistem hidrolik akan mengumpul pada satu bagian. Oleh karena itu, korosi cairan rem akan menggumpal pada satu titik bagian saja. Tidak mudah untuk mendapatkan cairan rem DOT 5 ini karena memang tidak dijual di toko biasa.

DOT 5.1

Cairan rem DOT 5.1 merupakan inovasi terbaru lanjutan dari DOT 5. DOT 5.1 punya bahan dasar glycol, bukan silikon yang terdapat pada DOT 5. Jika ditelisik lebih jauh, cairan rem DOT 5.1 lebih menyerupai DOT 4, namun didukung oleh kualitas yang lebih tinggi lagi.

Baca Juga: Serba-Serbi Oli Mesin Mobil yang Perlu Anda Ketahui

Cairan rem DOT 5.1 punya titik didih yang lebih tinggi dalam keadaan basah maupun kering. Dalam keadaan basah, titik didih yang terdapat pada DOT 5.1 ini sebesar 275ᵒ C dan pada keadaan kering titik didihnya sebesar 175ᵒ C. Keunggulan DOT 5.1 lainnya adalah kompatibel dengan berbagai formulasi karet rem sehingga sering digunakan pada kendaraan masa kini.

Cara Kerja

cara kerja minyak rem

Minyak satu ini bekerja sangat efisien dalam membuat kedua logam yang bergesekan ini tidak kering. Saat Anda menekan pedal rem pada kendaraan, maka tenaga hidrolik akan mulai bekerja yang diaktifkan dari silinder master agar roda mobil bisa berhenti. Untuk menghentikan laju roda mobil, tentu Anda akan menekan karet tromol atau menjepit cakram sehingga laju roda perlahan berhenti sesuai dengan tekanan yang Anda berikan.

Nah, agar tenaga hidrolik ini bisa tersalurkan ke semua sistem, membutuhkan minyak atau cairan rem. Silinder master mobil akan mengirimkan energi mekanis ke piston sehingga akan menghasilkan panas dari gesekan cairan rem sehingga laju roda bisa berhenti sesuai dengan tekanan ke tromol atau menjepit cakram.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Pastikan Anda sudah tepat dalam memilih cairan rem sesuai dengan spesifikasi mobil yang Anda punya. Sebab, ternyata terdapat beberapa jenis cairan rem yang memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Jangan lupa, sebaiknya Anda rutin mengganti cairan rem supaya performa pengereman bisa terjaga dengan maksimal. Penggantian yang rutin bisa mengurangi dampak korosi dan rusaknya cat. Mengganti minyak rem, secara otomatis akan membuang air dan kotoran dari sistem pengereman.

Comments are closed.