Sebelum Menggunakan Layanan Mobil Derek, Perhatikan Hal Ini

Mobil

Mobil derek tidak melulu menggunakan mobil khusus. Sejatinya menderek mobil bisa menggunakan mobil biasa, tapi ada hal yang perlu diperhatikan.

Kita semua tentu ingin mobil kita selalu dalam kondisi prima dan dapat bekerja sebagaimana mestinya. Tapi, kita pun harus menyadari bahwa mobil bisa kapan saja mengalami kendala. Salah satu kendala yang sering dialami para pengendara mobil tak lain adalah mobil tidak bisa menyala alias mogok.

Jika mobil mogok, tentu Anda harus menderek mobil Anda dengan kendaraan lain atau mungkin Anda menderek mobil orang yang mogok. Sejatinya, cara termudah dalam menderek adalah dengan mengaitkan tali pada mobil penderek dengan mobil yang akan diderek.

Tapi, menderek mobil nyatanya tidak sesederhana yang dibayangkan. Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut agar tidak terjadi masalah lain saat menderek. Mari kita lihat bersama di bawah ini!

[the_ad id=”41008″]

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Derek Mobil

Panjang dan Kekuatan Tali untuk Menarik

Panjang tali minimal adalah empat meter. Jadi, jika memilik tali hanya tiga meter, hal tersebut akan berisiko besar saat mobil depan mengerem atau menikung sedangkan tali yang biasa dipakai yaitu tali webbing, atau yang biasa dipakai pendaki untuk mengikat tubuh. Tali ini  terbilang murah harganya, kurang lebih Rp20 ribu per enam meter.

“Tali webbing” sangat kuat, lebih kuat dari tali tampar karena materialnya lebih bagus dan ikatannya juga sangat baik. Jika ingin lebih aman, Anda bisa membeli tali khusus untuk menderek mobil, biasanya terbuat dari baja yang dibungkus plastik.

Bobot atau Berat Mobil

Perhatikan mobil yang akan menderek, sebaiknya secara ukuran mobil tersebut lebih besar dan tenaganya juga lebih besar dari mobil yang diderek. Kalau bisa, Anda mengetahui spesifikasi teknis mobil tersebut agar proses penderekan tidak menimbulkan masalah baru.

Minimal jenis mobil yang dipakai menderek sama dengan mobil yang diderek. Hal ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan. Contohnya, jika Anda memiliki mobil MPV, Anda bisa menderek mobil dengan jenis yang sama, jangan lebih besar dari mobil yang Anda miliki.

Tautan Tali untuk Menderek

Kita tahu bahwa menderek mobil umumnya dengan cara menautkan tali di mobil yang akan diderek. Namun, mengikat tali pada mobil yang akan diderek tidak boleh sembarangan. Carilah sebuat besi berbentuk setengah lingkaran (kadang juga bentuk lain, tapi kebanyakan setengah lingkaran), lokasinya biasanya ada di bawah bumper depan atau belakang.

Ciri tautan tali tersebut adalah terkait kuat dengan sasis mobil dan besinya cukup besar, kira-kira seukuran jari telunjuk. Jangan ikat di bumper atau suspensi mobil karena bagian tersebut tidak kuat menahan beban mobil dan bisa membuat tali menjadi putus.

[the_ad id=”41040″]

Kecepatan dan Kondisi Tali

Saat menderek mobil, usahakan kecepatannya konstan pada angka tertentu, maksimal 40 km/jam dan jangan berubah-ubah terlalu ekstrim. Hal ini untuk menghindari tali tersentak dan putus serta menghindari tali kendur karena akan berbahaya bagi pengguna jalan lainnya.

Rute yang Akan Dilalui

Sebelum menderek, lakukan diskusi terlebih dahulu dengan pengemudi di belakang (mobil yang akan diderek). Tujuannya agar pengemudi jalan di belakang tahu jika ada belokan-belokan sehingga bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Tujuan lain dengan adanya diskusi, maka akan menentukan rute dengan jalur terbaik yakni minim tanjakan dan turunan, minim persimpangan, jalan berlubang, dan lain sebagainya.

Memilih Lajur Kiri

Saat menderek mobil, hendaknya selalu memilih lajur kiri atau jalur lambat dengan kecepatan dibawah 40 km/jam.

Lampu yang Dinyalakan

Saat di perjalanan, Anda bisa menyalakan lampu utama untuk peringatan, tapi jangan menyalakan lampu hazard saat berjalan. Sebab, hal ini bisa membahayakan pengendara lain.

Lampu hazard boleh dinyalakan ketika berhenti untuk memasang atau mengikat tali. Untuk berbelok, Anda bisa menyalakan lampu sinyal tanda akan belok ini jauh sebelum tikungan, sehingga mobil-mobil di belakang dan depan kita mempersiapkan diri dari jauh.

Menderek Mobil Matic

Menderek mobil matic berbeda dengan mobil manual. Anda harus lebih paham tentang mobil bertransmisi matic. Sebab, mobil sistem transmisi matic selalu terkait dengan roda. Jadi, jika roda berputar maka transmisi juga ikut berputar, sedangkan sistem transmisi butuh oli saat bekerja, padahal pada mobil matic oli transmisi akan dialirkan saat mesin hidup.

Jika tetap memaksakan diri menderek mobil matic dalam kondisi mesin mati, risikonya sangatlah besar, bahkan dapat menyebabkan kerusakan mesin.

[the_ad id=”41044″]

Macam-Macam Cara Derek Mobil

Sejatinya, derek mobil tidak hanya dengan menarik mobil yang akan diderek dengan tali yang diikat pada mobil derek. Faktanya, ada dua macam cara derek mobil yang ada saat ini. Mari kita lihat satu per satu di bawah ini.

Derek Mobil Model Gendong

Derek mobil jenis ini merupakan derek yang paling aman sejauh ini. Sebab, mobil yang akan diderek akan diangkat ke atas mobil derek tanpa harus menggunakan tali yang ditautkan ke kaitan besi yang ada di dekat bumper.

Dengan menggunakan derek tipe ini, mobil yang akan diderek tak perlu khawatir menjaga kecepatan agar tidak berbenturan dengan mobil di depan dan belakang. Terlebih, komponen mobil tidak dipaksa untuk bekerja saat diderek. Hal ini akan mengurangi risiko kerusakan komponen lain saat diderek.

Derek Mobil Model Tarik dengan Alat

Model derek jenis ini tak lain menggunakan tali yang dikaitkan pada mobil yang akan diderek dan diangkat bagian ban depannya saja. Jadi, ban belakang masih menginjak tanah dan berputar mengikuti kecepatan dan arah mobil derek di depannya.

Jenis derek satu ini dianggap kurang aman karena dengan begitu, komponen mobil dipaksa bekerja saat diderek. Hal ini akan jadi lebih buruk jika mobil yang diderek adalah mobil yang bertransmisi matic.

Seperti yang dijelaskan di atas, menderek mobil matic dengan cara seperti akan menyebabkan kerusakan ringan hingga berat pada bagian roda dan juga mesin.

Itulah hal yang harus diperhatikan saat melakukan derek mobil dan macam-macam caranya. Tentu sekarang Anda lebih paham seputar derek mobil agar tidak membahayakan diri Anda dan pengendara lain serta menghindari kerusakan yang lebih parah pada mobil yang diderek.

Comments are closed.