Sudah Tahu Perbedaan Mobil Diesel dengan Mobil Bensin?

Mobil

Orang sering menganggap bahwa perbedaan mobil diesel dan bensin hanya dari bahan bakarnya saja. Padahal, ada banyak perbedaan signifikan.

Mobil merupakan salah satu jenis kendaraan yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia. Salah satu moda transportasi ini pun cukup banyak mengalami perkembangan dari dulu hingga sekarang. Bahkan, sekarang ini, sudah cukup banyak mobil yang tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak, melainkan menggunakan baterai atau listrik, tenaga surya, dan gas.

Tapi, harus kita akui, dari sekian banyak jenis mesin mobil yang ada saat ini, tetap saja sebagian besar orang masih menggunakan mobil berbahan bakar bensin dan diesel. Bicara soal mobil diesel, memang jumlah penggunanya tak sebanyak mobil bensin. Tapi, jelas pengguna mobil ini lebih banyak daripada mobil dengan bahan bakar lainnya.

Sepintas, mungkin kita hanya tahu bahwa perbedaan antara mobil bensin dan diesel hanyalah pada bahan bakarnya saja. Padahal, ada cukup banyak perbedaan signifikan dari kedua jenis mobil tersebut. Penasaran apa saja yang membedakan mobil diesel dengan mobil bensin? Ini dia!

[the_ad id=”41008″]

Perbedaan Signifikan Mobil Diesel dengan Mobil Bensin

Jenis Bahan Bakar

Kedua tipe mesin sama-sama bergantung pada udara untuk menghasilkan pembakaran sempurna. Pada kinerja mesin bensin, udara dan bensin tercampur lalu dikompresi. Kemudian di titik tertentu, busi menjadi pemantik yang kemudian menghasilkan percikan api. Dalam hal ini, bensin lebih mudah terbakar dengan titik nyala api di angka -43 derajat Celcius. Alur proses ini memiliki bahasa mekanis Spark Ignition.

Pada kinerja mesin diesel, prosesnya berbeda yakni tidak bergantung kepada busi. Proses pembakaran pada diesel lebih lama, karena titik nyala api berada di kisaran 52 hingga 96 derajat Celcius. Pertama, diesel diuapkan dahulu lalu kemudian dicampur dengan udara, terjadilah kompresi ekstrim yang kemudian menghasilkan panas untuk proses pembakaran. Proses ini sering kali dikenal dengan sebutan Compression Ignition.

Katup Bahan Bakar

Dari sisi eksterior, mudah saja mengetahui mana mobil bertenaga bensin ataupun diesel. Anda hanya perlu melihat informasi pada katup bahan bakar. Umumnya akan tertera informasi akurat yang bertuliskan Diesel Only maupun Gasoline Only yang menyiratkan mesin bertenaga bensin.

Ketahanan

Jika ditilik dari ketahanan, tentu mesin diesel menjadi jawaranya yang memang sengaja dirancang untuk lebih tangguh dari mesin bensin. Tentu kita tahu, mesin diesel menerapkan Compression Ignition yang mana tidak bisa diterapkan pada mesin bensin. Proses pembakaran dibuat sangat matang dengan campuran diesel serta udara tanpa membutuhkan busi.

Di masa kini, mesin diesel banyak diterapkan pada mobil Sport Uitlity Vehicle (SUV) perkotaan yang bahkan bisa melebihi kemampuan dari mesin bensin sekalipun. Jika keduanya diadu dalam hal ketahanan mesin dari berapa jarak yang berhasil ditempuh, diesel menjadi pemenangnya. Lebih mudah perawatan dan tidak membutuhkan banyak waktu untuk bolak-balik bengkel.

[the_ad id=”41040″]

Tenaga

Keduanya memiliki perbedaan identik dalam hal tenaga. Tentu kita tahu, istilah Horsepower (HP) ataupun torsi pada tiap-tiap mesin. HP dalam hal ini lebih mengindikasikan tenaga yang dihasilkan. Torsi sendiri merupakan ukuran kekuatan untuk memutar mesin pada Driveline. Penjelasannya seperti ini, jika sebuah mesin mobil memiliki total HP tinggi dan torsi kecil, maka mobil tersebut akan sangat-sangat cepat khususnya dalam hal akselerasi.

Pada mesin diesel, umumnya torsi memiliki angka yang jauh lebih tinggi daripada HP-nya. Perputaran yang lebih cepat akan membuat mobil dapat bergerak meskipun memiliki bobot yang berat sekalipun. Tak salah, jika proporsi mesin diesel seperti ini banyak digunakan pada truk. Tenaga dongrak yang dihasilkan terbilang besar namun kalah dalam hal kecepatan dari mesin bensin.

Di sisi lain, mesin bensin lebih banyak memiliki angka HP lebih tinggi dengan torsi cukupan. Tenaga dorong dari torsinya cukup mendongkrak perputaran mesin. Adapun ukuran HP-nya yang tinggi lebih unggul dalam hal kecepatan maupun akselerasi. Tentu hal ini bisa dibuktikan pada mobil-mobil sport yang lebih banyak menggunakan tenaga bensin daripada diesel.

Polusi Udara

Apakah benar mitos tentang mesin diesel yang kerap kali mengeluarkan kepulan asap hitam pekat? Jika melihat mesin diesel konvensional, jawabannya adalah iya. Dari segi mekanis, mesin diesel tidak bisa membakar sempurna layaknya mesin bensin. Maka dari itu, hasil pembakaran yang tak sempurna tersebut dikeluarkan ke sisi knalpot dan menghasilkan kepulan asap hitam pekat.

Namun tak berhenti di situ saja, dalam beberapa dekade terlihat banyak sekali perusahaan otomotif mengembangkan mesin diesel untuk tampil lebih ramah lingkungan. Seperti misalnya, teknologi AdBlue yang merupakan zat aditif cair dari urea nyatanya berhasil menjadi solusi untuk knalpot diesel untuk menjadi lebih bersih dan ramah lingkungan.

Polusi Suara

Memang tak dipungkiri, suara mesin diesel dikenal lebih bising daripada mesin bensin. Proses kompresilah yang membuat keduanya memberi tingkat kebisingan berbeda. Proses pembakaran pada mesin bensin terbilang sempurna sehingga memberi suara lebih senyap. Berbeda halnya dengan tenaga diesel yang membutuhkan pembakaran bersuhu tinggi di angka 52 hingga 96 derajat Celcius. Karena proses tersebutlah, maka mesin tersebut juga menghasilkan kebisingan yang bahkan terdengar ke sisi luar.

Namun dalam perjalanannya, beberapa solusi dihadirkan untuk memecahkan masalah satu ini. Memang jika mengamati lebih detail pada mobil diesel keluaran baru-baru ini, maka terlihat perbedaan signifikan antara mesin diesel konvensional yang lebih bising dan model lebih barunya diklaim lebih senyap oleh banyak penggunanya.

[the_ad id=”41044″]

Keiritan Bahan Bakar

Tentu dalam proses membeli mobil, ada pertanyaan menarik, “Manakah lebih irit antara mobil bensin dan diesel?” Menjawab hal ini Cintamobil.com menilai bahwa mesin diesel memiliki Air Fuel Ratio (AFR) di tingkat 22:1 sehingga mampu tampil lebih irit daripada mesin bensin. Dari data yang kami himpun, tenaga bensin memilii tingkat AFR 14:1 yakni 14 molekul udara dibanding satu molekul bensin.

Di sisi lain, proses penguapan pada mesin diesel menjadikannya tampil lebih irit daripada tenaga bensin yang disemportkan dalam bentuk cairan. Secara proporsi, diesel ada dalam bentuk uap tampil lebih ekonomis daripada mesin bensin. Tenaga mumpuni dan tingkat efisiensi lebih tinggi, menjadi ciri khas dari mesin diesel.

Jadi, jelas bahwa perbedaan mobil diesel dengan bensin bukan hanya dari bahan bakarnya saja, bukan? Mobil milik Anda merupakan mobil bensin atau diesel?

Comments are closed.