Penuh Kontroversi, Inilah Fakta di Balik Mobil Esemka!

Mobil

Hingga saat ini, mobil Esemka belum resmi dirilis. Daripada hanya menunggu, lebih baik tahu fakta menariknya terlebih dulu!

Sebagian dari Anda tentu pernah mendengar kabar seputar mobil Esemka. Ya, mobil buatan dalam negeri ini sempat heboh lantaran banyak hal, mulai dari penerus mobil buatan lokal pertama hingga berbagai kontroversi yang ada di balik proyek satu ini.

Meski digadang-gadang bakal jadi mobil kebanggan tanah air, nyatanya hingga saat ini mobil Esemka belum dilepas secara umum di pasaran. Meski dikabarkan akan dirilis pada akhir Oktober 2018, faktanya, hingga saat ini, Esemka belum beredar luas di jalanan dan digunakan oleh para pengguna mobil pada umumnya.

Bicara soal mobil Esemka memang tidak ada habisnya. Nah, agar tahu lebih dalam seputar proyek pemerintah satu ini, alangkah baiknya jika kita simak fakta menarik di baliknya, siap? Mari kita lihat satu per satu!

Fakta Menarik Seputar Mobil Esemka

Asal-usul Mobil Esemka

Muasalnya dari perakitan mobil program Direktorat SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, SMKN 2 yang memiliki program keahlian otomotif terpilih untuk mengembangkan mobil Esemka pada tahun 2008. Sekolah yang berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional itu digandeng oleh PT Solo Manufaktur Kreasi untuk mengembangkan prototipe mobil Esemka yang siap diproduksi massal.

Rakitan mobil Esemka generasi pertama dikerjakan oleh siswa SMKN 2, SMKN 5 dan SMK Warga Surakarta di bawah bimbingan Sukiyat, pemilik Bengkel Kiat Motor, yang menjadi mentor siswa SMK.

Esemka Pertama

Mobil Esemka pertama yang diklaim sebagai karya pelajar SMK tersebut adalah Esemka Rajawali (generasi pertama) dan mobil ini menyita perhatian publik setelah Walikota Solo waktu itu Joko Widodo menggunakannya sebagai mobil dinas tahun 2012.

Rajawali adalah mobil SUV 7 penumpang dengan kapasitas mesin 1500 CC, multi point injection 4 silinder yang menghasilkan tenaga 105 hp pada 5500 rpm dan torsi 145 Nm pada 4100 rpm dikombinasikan dengan transmisi manual 5 kecepatan.

Sempat Tak Lolos Uji Emisi

Pada tahun 2010, Esemka sempat tak lolos uji emisi dua kali karena emisi gas buangnya dinilai masih terlalu tinggi. Namun pada tahun 2012, akhirnya lolos uji emisi. Mobil yang lolos uji emisi adalah Esemka Rajawali I, Esemka Rajawali R2 di mana keduanya berjenis SUV dan Esemka Bima 1.1 berjenis pick-up.

Kemunculan Esemka Digdaya

Setelah model Rajawali generasi pertama dan Rajawali R2 (generasi kedua) nama Esemka sempat menghilang dari pembicaraan publik. Nama Esemka kembali menjadi buah bibir saat kemunculan Esemka Digdaya pada bulan September 2017 lalu. Carvaganza pernah menulis tentang mobil ini dan dari hasil penelusuran kami, mobil ini mirip dengan pick-up double cabin Foday Xiongshi F22 yang diproduksi oleh Guandong Foday Automobile, yang bermarkas di Foshan City Propinsi Guangdong, China.

Esemka Rajawali R2

Merupakan pengembangan dari model Rajawali sebelumnya dengan jenis sama yakni SUV, namun dibekali mesin lebih besar yaitu 1600 CC dengan kapasitas penumpang 5 orang.

Keraguan

Sejumlah kalangan, terutama pengamat otomotif maupun media otomotif, meragukan jika mobil Esemka adalah benar mobil buatan para pelajar Esemka di bawah bimbingan Sukiyat. Setelah dilakukan penelusuran, mobil tersebut memiliki kesamaan dengan mobil buatan China yang dilansir oleh Guangdong Foday Automobile. Misalnya, Esemka Rajawali 1 dan Rajawali R2 mirip dengan Foday Explorer 3 dan Foday Explorer 6.

Bantahan

Salah satu inisiator Esemka, Sukiyat, menolak jika Digdaya dibilang mirip dengan Foday 22. “Kalau Mirip ya enggak lah. Mobil kalau dilihat, ya hampir mirip-mirip semua. Mikire gur diowahi ngene thok (memikirnya cuma diubah sedikit). Yang di dunia otomotif tentu sudah paham,” ujar Sukiyat.

Esemka Garuda 1

Pada triwulan pertama 2018, Esemka kembali membuat heboh ketika sebuah mobil putih berlogo Esemka tertangkap kamera sedang digendong di atas truk towing dengan nama Garuda 1 di belakangnya. Mobil tersebut diklaim banyak pihak mirip dengan Foday Landfort yang diproduksi oleh Guangdong Foday Automobile.

Pabrik Esemka

Kabarnya ada dua, yakni di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat dan di Boyolali, Jawa Tengah. Di Boyolali memiliki lahan lebih luas, dengan total 14 hektar.

Kerjasama dengan Pihak Luar

Solo Manufaktur Kreasi sebagai pemegang merek Esemka melakukan perluasan kerjasama dengan pihak lain. Pada tahun 2010 Esemka bermitra dengan Guangdong Foday Automobile dan sejumlah pabrikan China lainnya. Apakah kerjasama ini yang menghasilkan Rajawali I (SUV), Rajawali R2 (SUV) dan Didgaya (double cabin) yang kemudian diklaim sebagai mobil produksi Esemka?

8 Tipe Esemka lolos Uji Tipe

Pada Oktober 2018 lalu, Kepala Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJ-SKB) Caroline Noorida, mengatakan  ada delapan tipe mobil Esemka yang sudah melakukan pengujian di BPLI-SKB dan waktu pengujiannya berbeda-beda.

Kedelapan mobil Esemka yang lolos Uji Tipe itu adalah Bima 1.3 (4×2) M/T, Bima 1.8D (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Digdaya 2.0 (4×2) M/T dan Borneo 2.7D (4×2) M/T yang diberikan pada Februari dan Maret 2016. Sedangkan yang paling baru mendapatkan Sertifikat Lulus Uji Tipe adalah Bima 1.0 (4×2) MT dan Bima 1.3 L (4×2) MT dan Garuda 2.4 (4×4) MT.

Di Bawah Perusahaan Baru

Pada tahun 2016, Esemka berada di bawah bendera baru dengan lahirnya PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) yang merupakan gabungan dari PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) dengan PT Solo Manufaktur Kreasi. Esemka pun sudah mendapat ijin produksi mobil pada 2016.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Kontroversi

Nama Esemka mencuat lagi pada saat Cawapres KH Ma’ruf Amin akhir September 2018 menyatakan bahwa mobil Esemka akan diluncurkan pada akhir Oktober 2018. Jagat otomotif nasional kembali heboh dan bahkan sejumlah media, termasuk Carvaganza melakukan penelusuran. Pabrik Esemka yang berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah, disambangi awak media namun pihak Esemka masih tetap menutup diri. Sampai tulisan ini diturunkan, Esemka belum juga meluncur ke publik seperti yang dimaksud Cawapres.

Sejak awal kehadiran Esemka, memang tidak ada keterbukaan dari pihak yang memproduksi mobil tersebut. Mobil ini layaknya ‘hantu’ yang timbul lalu tenggelam dengan sendirinya. Padahal sudah selayaknya sebuah pabrikan otomotif membuka diri tentang operasional dan proses pengerjaan mobil tersebut sehingga publik melalui media mengetahui dengan jelas pabrikan yang dimaksud dan produksi yang dihasilkan.

Jika memang diproduksi oleh para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejauh mana keterlibatan SMK di Indonesia, khususnya di daerah Solo, di dalam proses produksi mobil tersebut. Pasalnya, pabrikan-pabrikan seperti Toyota dan Daihatsu pun di Indonesia melibatkan tenaga kerja lulusan SMK untuk menghasilkan mobil-mobil yang berseliweran di jalan-jalan di Indonesia sekarang ini. Namun, mereka berada di bawah naungan pabrikan (Toyota dalam hal ini) dan memang dipekerjakan untuk memproduksi mobil dalam sebuah proses produksi yang betul-betul transparan.

Itulah fakta menarik di balik proyek mobil Esemka. Sejatinya, apakah Anda tertarik untuk membeli mobil ini jika benar dirilis?

(Sumber foto: esemka_indonesia Instagram)

Comments are closed.