Mobil Listrik Murah Hasil Karya Anak Bangsa, Penasaran Semurah Apa?

Mobil

Membayangkan lingkungan yang bebas polusi udara, mungkin mobil listrik murah bisa menjadi jawabannya. Tapi semurah apa sih harganya?

Perkembangan dunia otomotif semasa kini memang terbilang inovatif, pasalnya kini telah diciptakan berbagai jenis mobil ramah lingkungan. Disebut demikian sebab mobil ini akan banyak berperan dalam mengurangi polusi udara yang ditimbulkan oleh bahan bakar minyak. Sebagai gantinya mobil ini menggunakan listrik sebagai tenaganya, mobil jenis ini digadang-gadang dapat menjadi mobil impian di masa depan.

Di Indonesia sendiri bisa dikatakan masyarakatnya masih enggan menggunakan mobil jenis ini, hal ini mungkin karena performa yang dimiliki mobil berbahan bakar bensin lebih tangguh dibandingkan mobil listrik dan harganya yang lebih murah. Padahal, mobil listrik murah bisa sangat berperan di daerah-daerah perkotaan padat penduduk seperti Jakarta dan Surabaya sehingga akan terbebas dari polusi udara berlebih.

Baca juga: 9 Keunggulan Nissan Leaf, Mobil Listrik Ramah Lingkungan

Mobil Listrik Murah Buatan Indonesia

Inovasi di bidang otomotif juga berkembang pesat di Indonesia, buktinya lahir beberapa mobil listrik murah yang diciptakan oleh orang-orang Indonesia. Berikut beberapa mobil listrik karya anak bangsa yang membanggakan:

Selo

ragam mobil listrik murah

source: otomotif.okezone.com

Mobil listrik Selo yang merupakan hasil karya dari Ricky Nelson, seorang anak berusia 14 tahun yang telah menimba ilmu di Jepang. Ricky telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang telah dipatenkan di Jepang, kemudian ilmu tersebut di kembangkan lagi hingga akhirnya terciptalah mobil ini. Untuk urusan performa, mobil ini kabarnya memiliki mesin yang mampu menghadirkan tenaga maksimal 182 horsepower dan untuk pengisian ulang baterai Selo membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam agar bisa dikendarai dengan jarak tempuh 250 kilometer.

Beragam teknologi canggih telah dimasukan Ricky Nelson pada Selo. Mobil listrik Indonesia ini diklaim mampu berlari hingga kecepatan 220km/jam. Selain itu, tersedia pula fitur regenerative brake yang membuat daya pengereman bisa digunakan untuk mengisi baterai. Lalu ada pula fitur rem mekanik dan rem mesin berkat penggunaan gearbox. Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi mobil ini adalah Rp1,5 miliar, namun kabarnya jika diproduksi secara massal kemungkinan harga jualnya bisa lebih murah 30% dari harga produksinya.

Tucuxi

Mobil listrik karya Danet Surayatama ini diproduksi pada tahun 2012, desain tampilan mobil listrik Tucuxi cukup unik, dimana pada bagian depan tampak seperti wajah lumba-lumba. Mobil ini merupakan karya anak bangsa yang memiliki mesin cukup tangguh dengan tenaga maksimal sebesar 268 Horsepower, yang berarti dirinya mampu bersaing dengan mobil konvensional dengan mesin berkapasitas 3.000 cc. Kemudian untuk harga mobil listrik Tucuxi ini dibanderol kisaran Rp1,5 miliar.

Tucuxi menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LiFEPO4) atau Nano Lithium sebagia sumbu tenaganya. Lebih hebatnya lagi, mobil listrik Indonesia tersebut telah dilengkapi fitur Fast Charging, sehingga baterainya bisa terisi penuh dalam waktu 3-5 Jam.

Gendhis

Selain Tucuxi, Indonesia juga memiliki mobil listrik Gendhis yang mana mobil ini termasuk kedalam jenis mobil MPV karena desain tampilannya yang jika dilihat sepintas tampak seperti mobil MPV premium Toyota Alphard. Mobil  ini merupakan hasil karya anak bangsa bernama Dasep Ahmadi pada tahun 2013, disamping itu mobil ini juga didukung dengan beragam teknologi canggih, misal pada pintu yang telah mengusung konsep sliding door, kemudian bahan bakar yang digunakan adalah biodiesel yang terbukti ramah terhadap lingkungan. Mobil ini dibanderol dengan kisaran Rp1,5 miliar.

Baca juga: Nissan March 2019, Apa Bedanya dengan Mobil Sebelumnya?

Evina

Selain berhasil menciptakan mobil listrik Gendhis, Dasep Ahmadi juga memiliki inovasi mobil listrik lainnya bernama Evina, nama Evina sendiri merupakan singkatan dari Eletric Vehicle Indonesia, mobil ini memiliki konsep city car dengan lima buah pintu, 4 pintu di samping kanan kiri, dan satu pintu di bagian belakang.

Mobil ini juga telah dilengkapi dengan motor listrik 20 kWh dan menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 21 kWh yang didatangkan langsung dari Amerika Serikat, dengan demikian mobil ini mampu menghadirkan daya maksimal sebesar 50 Horsepower dan bisa dikendarai hingga jarak tempuh 135 km dalam satu pengisian baterai. Harga mobil listrik  ini dibanderol dengan kisaran Rp135 juta.

Hevina

ragam mobil listrik mura

source: risetmobil.pens.ac.id

Selanjutnya kita juga memiliki mobil listrik bernama Hevina yang dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Mobil ini kabarnya telah ditenagai dengan motor listrik yang mampu menghadirkan daya maksimal 62 Hp dengan torsi maksimal 156 Nm.

Selain itu, mobil ini juga memiliki catatan top speed 140 km/jam. Akan tetapi berdasarkan informasi yang kami peroleh, mobil ini belum akan diproduksi secara massal dikarenakan satu dan lain hal, walaupun mobil listrik Hevina pertama kali dikenalkan pada umum di tahun 2013. Jika diproduksi secara massal kabarnya mobil ini bisa dijual dengan harga kurang dari Rp100 juta.

Si Elang

Beberapa mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Tidar juga berhasil membuat mobil ramah lingkungan yang diberi nama Si Elang, desain tampilan mobil ini juga cukup unik dan lain daripada yang lain. Mobil ini memiliki motor listrik berkapasitas 350 watt yang menjadikannya melesat hingga kecepatan 40 km/jam, namun untuk daya tahan baterai mobil ini hanya mampu bertahan selama 3 jam, jadi hingga saat ini mereka masih terus mengembangkan kualitas mobil listrik Si Elang. Belum terdengar kabar terkait apakah mobil ini akan diproduksi untuk dijual atau tidak.

Bus Listrik Ahmadi

Membayangkan lingkungan yang bebas polusi udara, mungkin mobil listrik murah bisa menjadi jawabannya. Tapi semurah apa sih harganya?

source: busnesia.com

Tidak hanya mobil listrik, Indonesia juga mampu membuat bus listrik. Bus ramah lingkungan ini ditenagai 132 sel baterai lithium ferophospat berdaya 150 kwh. Sedangkan untuk dapur pacunya menggunakan motor listrik yang bisa menghasilkan tenaga sebesar 220 kw atau setara 294 daya kuda.

Kecepatan maksimal bus listrik ini bisa mencapai 80 km/jam. Untuk menguji kehebatannya, PT Sarimas Ahmadi Pratama telah melakukan ujicoba dari Bandung melalui Puncak dan sampai ke Cibinong. Sayangnya harga bus Listrik Indonesia ini tergolong mahal, karena dibanderol dengan harga mulai Rp1,2 miliar.

Setelah mengetahui informasi di atas, Anda pasti bertanya-tanya mengenai harga yang dibanderol beberapa mobil listrik di atas apakah termasuk murah atau tidak. Tak heran, sebab kebanyakan di antaranya menawarkan harga yang cukup fantastis. Hal itu, dikarenakan suku cadangnya yang memang sangat mahal bisa mencapai ratusan juta rupiah. Untuk memilikinya Anda harus bersabar sebab mobil listrik di atas masih menunggu untuk dapat di produksi massal.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan 5 Mobil Listrik Terbaik di Dunia Tahun 2019!

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Comments are closed.