Mobil Turun Mesin Kenali Penyebabnya!

Mobil

Hati-hati jangan sampai mobil turun mesin, kalau sudah kejadian bisa repot nantinya. Selalu perhatikan setiap kerusakan kecil pada mesin untuk mengantisipasinya.

Mobil turun mesin merupakan sebuah bentuk penyelesaian dari masalah yang terjadi pada mesin mobil. Hal ini umum dipakai sebagai penggambaran proses pelepasan mesin dari mounting kendaraan. Penyebabnya bisa banyak, dari mulai mobil susah dihidupkan, keluar asap putih, perubahan warna pada oli, hingga bungi-bunyi aneh yang terdengar pada mesin. Jika saat mesin diturunkan dan dicek kembali apakah ada kerusakan besar atau kecil, maka perlu diperbaiki atau diganti komponen yang rusaknya.

Maka dari itu dalam menggunakan mobil sehari-hari, Anda harus peka terhadap hal-hal kecil yang terjadi pada mobil. Jadi, bisa dideteksi sedari dini segala bentuk kerusakannya. Untuk menghindari turun mesin pada mobil, dibawah ini beberapa penyebab yang bisa Anda kenali.

Yuk, cek berbagai penyebab mobil turun mesin:

Pelumas Oli

Salah satu penyebab turun mesin bisa jadi dari oli mesin. Anda harus cek oli secara rutin, jangan sampai oli sudah habis dan kering. Fungsi dari oli ini untuk melumasi mesin-mesin mobil agar tidak bergesekan atau beradu. Bayangkan saja jika oli habis dan kering, itu sama saja membiarkan komponen mesin saling beradu. Tentu saja, jika ini dibiarkan akan mengalami kerusakan.

Cek berapa liter oli yang tersisa dengan bantuan deep stick oil secara rutin. Kemudian perhatikan juga lampu indikator oli pada dashboard mobil, jika gambar itu menyala berarti ada masalah pada pelumasnya. Sebabnya bisa jadi kurang tekanan atau bisa jadi sirkulasi oli yang buruk. Ini bisa jadi saluran oli tersumbat, akibat pompa oli rusak.

Segera bawa ke bengkel jika terjadi indikasi seperti ini, saat oli sudah masuk ke saluran pembakaran bisa mengakibatkan mobil keluar asap putih sewaktu dipanaskan.

Overheat

Berikutnya yang bisa menyebabkan mobil turun mesin adalah overheat, tandanya bisa dari mesin mobil mogok. Jika ini terjadi, segera matikan mesin mobil saat suhunya mencapai level HOT. Ini ditunjukan dengan huruf H pada indikator, bawa segera mobil ke bengkel untuk dicek.

Kemungkinan penyebabnya juga banyak bisa karena kehabisan air pendingin karena ada kebocoran, kipas radiator tidak menyala dan komponen lainnya yang berhubungan dengan radiator. Anda bisa periksa radiatornya, mungkin ada beberapa penyebab air radiator berkurang dan ciri-ciri thermostat mobil rusak. Bahkan bisa tiba-tiba temperatur mobil naik saat tanjakan.

Penting untuk tidak buka paksa, karena bisa membuat kepala silinder melengkung. Nah, lengkungan ini bisa membuat air dan oli malah bercampur. Tak hanya overheat, yang bisa menyebabkan silinder melengkung bisa juga karena korosi. Bila kondisinya sudah terlanjur melengkung, Anda bisa memperbaiki dengan cara melepas kepala silinder dan meratakannya. Kemudian gunakan amplas atau grinding paste.

Timing Belt

Faktor timing belt bisa juga mempengaruhinya, fungsi timing belt ini bertujuan untuk mentransfer daya dari poros engkol ke poros nok. Jika timing belt putus, maka katup dan piston bisa saling beradu sehingga bisa mengakibatkan kerusakan. Bila ini rusak, tak ada cara lain selain turun mesin dan harus segera perbaiki. Tapi ada beberapa mobil yang tahan dan tidak ada masalah walaupun timing belt-nya putus.

Efek Water Hammer

Water hammer bisa menyebabkan turun mesin, efek ini bisa terjadi saat mobil baru saja melewati permukaan air yang tinggi seperti banjir. Jadi saat air yang masuk melalui filter dan terus mengalir ke ruang bakar, maka air tidak bisa dikompresi seperti udara sehingga mengakibatkan pecahnya piston, connecting rod, kerusakan poros engkol dan akhirnya mobil mogok. Untuk mencegahnya, yaitu jangan melalui jalan dengan permukaan air yang tinggi dan jangan paksa mobil untuk melewati mobil.

Penyebab turun mesin mobil terakhir adalah efek water hammer. Efek ini terjadi ketika mobil baru saja melewati permukaan air yang tinggi seperti banjir. Air masuk melalui filter dan terus mengalir ke ruang bakar. Karena air tidak bisa dikompresi seperti udara sehingga mengakibatkan pecahnya piston, connecting rod, kerusakan poros engkol dan akhirnya mobil mogok. Cara mencegahnya tentu jangan melalui jalan yang permukaan airnya tinggi dan jangan paksa mobil untuk melewati banjir.

Comments are closed.