Mengenal Lebih Luas Tentang Pajak Progresif

Mobil

Agar tidak merasa dirugikan dan terhindar dari kesalahpahaman, berikut ini penjelasan seputar pajak progresif yang perlu Anda ketahui.

Pajak progresif adalah tarif yang dikenakan kepada setiap orang wajib pajak yang memiliki kendaraan lebih dari satu dengan nama dan alamat yang sama. Pajak progresif ini berlaku untuk semua kendaraan, baik sepeda motor ataupun mobil. Jadi, bisa dikatakan semakin banyak kendaraan yang Anda dimiliki, maka semakin besar juga besaran pajak yang harus dibayarkan. Sistem pajak ini hampir mirip dengan pajak penghasilan (PPh), di mana semakin besar penghasilan yang didapatkan, maka semakin besar pula pajak yang harus dibayarkan.

Mengenai pajak ini, pemerintah telah mengaturnya dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Adanya aturan tersebut sebenarnya secara tidak langsung setiap orang memiliki batasan jumlah kendaraan yang dimiliki dan sekaligus mengurangi kemacetan di ibu kota. Dalam kata lain, jika Anda tidak ingin membayar biaya satu ini, usahakan untuk tidak memiliki kendaraan lebih dari satu.

Baca juga: Sekarang Cek Pajak Kendaraan Bisa Online

Tarif Pajak Progresif

Dalam hal ini, pemerintah sudah memiliki draf khusus mengenai tarif progresif untuk pajak. Draf ini berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015. Berikut ini tarif pajak yang dikenakan terhadap pemilik kendaraan pribadi lebih dari satu. Penjelasannya sebagai berikut:

tarif pajak progresif

Kendaraan Pertama

Tarif pajak untuk kendaraan pertama dikenakan sebesar dua persen dari dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor.

Kendaraan Kedua

Pajak kendaraan kedua ini berlaku jika satu nama memiliki mobil lebih dari satu. Maksudnya, jika nama Anda tertera pada dua STNK, tandanya Anda harus membayar pajak kendaraan dengan tarif progresif. Namun, untuk besaran biayanya, tentu kendaraan kedua akan jauh lebih besar, yaitu 2,5 persen.

Kendaraan Ketiga

Sama halnya dengan kendaraan kedua. Untuk pajak ini juga berlaku jika Anda membeli mobil tiga. Untuk besaran pajak kendaraan ketiga, yaitu tiga persen, dan berlaku untuk kelipatan.

Baca juga: Yuk, Ketahui Kode Pelat Nomor Kendaraan di Indonesia!

Cara Mengitung Pajak Progresif

Rumus perhitungannya, yaitu: (Presentase Pajak Kendaraan x NJKB) + SWDKLLJ.

Keterangan:

  1. NJKB adalah Nilai Jual Kendaraan Bermotor. NKJB Anda dapatkan dari (PKB/2 x 100). Untuk mengetahui jumlah PKB kendaraan, Anda bisa dilihat pada STNK dan juga melalui online.
  2. SWDKLLJ adalah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Untuk jumlah SWDKLLJ ini sudah ditentukan dan tertera pada STNK. SWDKLLJ untuk motor sebesar Rp35.000, dan untuk mobil pribadi sebesar Rp143.000.
  3. Langkah Menghitungnya, Anda harus mencari terlebih dahulu NJKB dengan rumus tersebut. Setelah mendapatkan NKJB, hitunglah jumlah yang harus Anda bayar.

perhitungan pajak progresif

Cara Cek PKB Kendaraan Bermotor Melalui Online

Untuk Anda yang sedang mencari info jumlah PKB kendaraan, kini sudah semakin mudah karena semuanya sudah bisa diakses melalui online. Pemerintah sudah mempersiapkan beberapa situs resmi yang bisa digunakan. Namun, layanan ini belum bisa digunakan untuk seluruh masyarkat Indonesia. Baru diberlakukan hanya untuk beberapa provinsi saja.

Meskipun situs dari masing-masing provinsi berbeda-beda, tetapi tahapan untuk mengetahui jumlah PKB kendaraan yang harus dilakukan secara umum sama, yaitu sebagai berikut:

Baca juga: Samsat Online Jakarta Bisa Melayani Berbagai Wilayah

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Situs Resmi Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT)

Kunjungi situs provinsi sesuai dengan pelat nomor kendaraan Anda. Untuk lebih memudahkannya, berikut ini beberapa dispenda provinsi yang telah menyediakan layanan informasi PKB secara online, yuk dicek!

  1. DKI Jakarta: http://samsat-pkb.jakarta.go.id/INFO_PKB.
  2. Jawa Barat: http://dispenda.jabarprov.go.id/e-samsat-jabar/.
  3. Jawa Tengah: http://dppad.jatengprov.go.id/info-pajak-kendaraan/.
  4. Yogyakarta: http://infonjkbdiy.com/.
  5. Jawa Timur: http://www.dipendajatim.go.id/page-info-pajak-kendaraan?uptd=dinas.
  6. Aceh: http://esamsat.acehprov.go.id/.
  7. Riau: http://badanpendapatan.riau.go.id/infopajak/.
  8. Kepulauan Riau: http://dispenda.kepriprov.go.id/Home/InfoPajak.
  9. Sulawesi Tengah: http://dispenda.sultengprov.go.id/addons/pkb.php.

Jika Anda sudah masuk ke situs tersebut, selanjutnya Anda pilih kode pelat kendaraan, kemudian isi nomor polisi, dan kode seri pelat sesuai dengan yang ada pada kendaraan Anda. Lalu klik ‘cari’.

Informasi mengenai jumlah PKB akan muncul. Anda akan mengetahui jumlah PKB yang harus dibayar.

Setelah mengetahui jumlah PKB, Anda bisa langsung melanjutkan pembayarannya di kantor samsat setempat dan siapkan uang sesuai dengan nominal yang tertera.

Syarat Menghindari Pajak Progresif

Aturan mengenai hal ini memang sudah cukup jelas, namun aturan ini masih cukup membingungkan sebagian orang. Misalnya, apakah kalau kasusnya sudah menikah dan punya Kartu Keluarga (KK) yang beda dengan orangtua, tapi masih menggunakan alamat yang sama, tetap dikenakan pajak tersebut untuk kendaraan yang dimiliki?

Mengutip dari Liputan6.com, artikel berjudul Cara Tak Kena Pajak Progresif Kendaraan Meski Sama Alamat Rumah, jika kondisi tersebut tidak diurus akhirnya memang keluarga tersebut akan kena tarif progresif.

Syaratnya, pemohon harus melampirkan KK lama, serta KK-nya yang baru. Petugas Samsat akan mengecek kebenarannya. Jika itu sudah dilakukan, maka keluarga baru itu akan tetap dikenakan pajak pertama meski alamatnya masih sama dengan orangtua yang sudah punya kendaraan sebelumnya.

Jadi, perlu diingat, bahwa untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa segera melakukan hal-hal sebagai berikut:

Buat Kartu Keluarga Terpisah

Meski sudah menikah, terkadang ada beberapa anak yang masih memilih untuk tinggal bersama orangtuanya. Kalau Anda juga tinggal bersama orangtua dan telah memiliki keluarga sendiri dan memiliki mobil, Anda bisa menghindari pajak tersebut.

Anda bisa membayar pajak dengan tarif normal asal membuat kartu keluarga terpisah. Setelah membuat kartu keluarga terpisah, Anda bisa langsung mendatangi Samsat dan mengajukan keberatan atas pengenaan pajak yang tidak tepat. Nantinya, pihak yang berkeberatan akan diminta mengisi formulir yang menyatakan beda keluarga.

Pecah Sertifikat Rumah

Satu cara lain adalah Anda dan keluarga memecah sertifikat rumah. Dengan begitu meski Anda tinggal dalam satu lingkungan rumah, alamat yang tercatat nantinya akan berbeda.

Setelah masing-masing bagian rumah memiliki sertifikatnya sendiri, Anda bisa mengajukan penggantian alamat ke Samsat. Di awal memang terbayang menghabiskan banyak uang, namun kalau setiap tahunnya nanti Anda kena tarif progresif, akan lebih mahal juga kan biaya yang harus dibayarkan.

Hindari dengan Jual Mobil dan Naik Transportasi Umum

Ya kalau tidak mau kena pajak, cara terakhir dan bisa dibilang paling mudah adalah menjual kendaraan Anda. Lalu, gunakan transportasi umum untuk kebutuhan sehari-hari.

Semoga artikel ini dapat memberikan tambahan wawasan bagi Anda ya.

Comments are closed.