Pengemudi Pintar Pasti Akan Menghindari 5 Kesalahan Berkendara Ini

Mobil

Jadilah pengemudi yang pintar saat berkendara dengan menghindari lima kesalahan berkendara ini. Apakah selama ini cara mengemudi Anda kerap membahayakan diri atau tidak?

Dalam mengemudikan mobil tidak hanya sekadar bisa menjalankan mobil saja, perlu ada etika dan aturan untuk mengemudi dengan baik di jalan raya. Di kota besar seperti Jakarta contohnya, mengemudi mobil sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari orang di kota metropolitan ini. Faktor keamanan merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan saat mengemudi. Tentunya, hal ini harus didasari oleh para pengemudi yang tidak hanya memerhatikan sektor kenyamanan saja, tapi juga bagaimana mengemudi dengan aman tanpa membahayakan diri dan sekitar. Sebab tanpa disadari atau tidak, masih banyak pelanggaran dan kesalahan-kesalahan berkendara yang dilakukan para pengendara selama mengemudi.

Untuk itu dalam mengemudikan mobil penting sekali untuk menghindari lima kesalahan berkendara ini.

Berkendara Sambil Menelepon

Sewaktu Anda menyetir mobil tentunya ada beberapa aktivitas di dalam mobil yang bisa dilakukan secara terus-menerus. Yaitu saat memegang stir, melakukan pengereman, saat akselerasi berbelok, hingga tingkat kewaspadaan Anda terhadap lingkungan sekitar. Semuanya ini harus dilakukan sebagai bentuk konsentrasi berkendara, bila ditambah dengan berbagai aktivitas lagi bisa-bisa konsentrasi akan terpecah.

Baca juga: Mau Belajar Menyetir Mobil Manual? Begini Caranya!

Biasanya yang sering menjadi penyebab kesalahan berkendara yaitu menyetir sambil mengobrol di telepon. Walaupun sudah menggunakan handsfree, bisa jadi fokus Anda untuk menyetir akan mengalami gangguan. Tidak hanya sambil menelepon saja, sewaktu chatting dan melihat-lihat media sosial saat berkendara juga sangat berbahaya. Jadi, Anda yang masih sering melakukan kebiasaan ini harus dihentikan segera.

Menyalip Mobil Tanpa Perhitungan

Berkendara dengan aman dan penuh perhitungan merupakan hal penting yang harus ditaati. Biasanya kondisi jalanan yang macet dan padat terkadang membuat pengendara sering melakukan salip-menyalip mobil, agar sampai tujuan dengan cepat. Hati-hati, karena hal ini memiliki risiko untuk menabrak mobil lain. Apalagi tanpa perhitungan yang matang dengan kecepatan tinggi.

Mendahului mobil atau menyalip mobil sebenarnya boleh saja, tapi harus sesuai dengan peraturan. Contohnya, pengendara boleh mendahului mobil lain dengan menggunakan jalur kanan atau bisa mendahului jika jalur di permukaan jalan tampak bergaris putus-putus. (Baca juga: STNK Mati 2 Tahun, Kendaraan Jadi “Bodong”, Apa Benar?)

Tetap di Jalur Antrean

Antrean saat ingin masuk atau keluar tol seringkali tidak beraturan. Sebagai contoh saat Anda sudah mengantre di jalur kanan kemudian berpindah ke kiri. Hal ini bisa berisiko tabrakan juga, lebih baik tetap fokus pada jalur yang sudah dipilih hingga sudah masuk atau keluar tol.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Menerobos Lampu Merah

Menunggu lampu merah yang sering tidak dalam pengawasan polisi, seringkali membuat para pengendara yang tidak taat aturan menerobos begitu saja. Faktor penyebabnya karena kebiasaan pengendara yang tidak sabar dalam menunggu lampu lalu lintas saat menunggu lampu berubah hijau.

Biarpun kondisi jalanan dalam keadaan kosong, jangan coba-coba untuk melakukan hal ini. Bisa saja ada kondisi kendaraan lain yang melaju cepat dari arah sebaliknya. Ini bisa saja menyebabkan tabrakan yang cukup parah dengan risiko meninggal dunia.

Sewaktu berkendara di kondisi jalanan yang menurun curam, hindari untuk melakukan pengereman secara berlebihan. Mengapa? Hal ini tidak baik untuk sistem kendaraan yang bila dilakukan terus menerus akan membuat rem jadi cepat aus atau panas.

Bagaimana jika dihadapkan dengan kondisi medan jalan seperti itu? Anda harus mengontrol kecepatan dengan bantuan transmisi mobil yang biasa disebut dengan engine breaking, yaitu dengan menggunakan tekanan mesin. Contohnya jika mobil Anda menggunakan transmisi otomatis, Anda bisa memindahkan trasnmisi dari D4 ke D3. Kemudian, jika mobil Anda memiliki transmisi manual, turunkan gigi ke nomor yang lebih rendah.

Comments are closed.