Perbedaan Busi Mobil Standard, Platinum, dan Iridium

Mobil

Kenali tanda-tanda busi mobil Anda sudah harus diganti atau belum, jangan sampai sudah keburu rusak baru diganti.

Sebagai salah satu komponen vital pada mobil untuk sistem pengapian, busi mobil termasuk salah satu piranti yang terdapat pada motor bensin. Komponen ini berperan menghasilkan spark atau loncatan bunga api di antara elektrode busi dalam ruang terbakar, sehingga campuran udara dan bahan bakar dapat terbakar.

Nah, loncatan bunga api ini yaitu energi listrik yang diperoleh dari baterai atau ACCU. Tegangan tinggi di antara elektrode busi ini mampu menimbulkan percikan bunga api. Pada saat power dinyalakan begitu juga alat penyuplai energi bekerja, mampu memberikan tegangan antara elektorde busi meningkat tajam yang mampu menghasilkan tegangan penyalaan api dapat tercapai. Jadi, ketika bunga api dilepaskan akan menimbulkan tegangan pada elektrode busi yang akan menurunkan tegangan penyalaan.

Bisa dibayangkan kalau busi mobil merupakan komponen penting pada sistem pengapian mobil, apalagi kalau mengalami kerusakan sehingga bisa menyebabkan mobil mogok. Untuk itu penting sekali untuk mendeteksi kerusakan dini pada busi mobil. Biasanya kondisi busi mobil yang sudah tidak baik memiliki warna cokelat, hitam berkerak, dengan keadaan gosong, meleleh, ditambah beberapa kondisi buruk lainnya.

Baca juga: Manfaat Memanaskan Mesin Mobil Setiap hari

Berikut ini ciri-ciri busi mobil yang mengalami kerusakan

Warna Busi Mobil Cokelat dan Cukup Usang

Warna busi mobil cokelat dan cukup usang bisa menandakan bahwa masa pakai busi hampir habis dan busi mobil sudah harus diganti. Jika dibiarkan maka busi akan mengalami kerusakan sendiri.

Warna Busi Mobil Kemerahan atau Kekuningan

Kemudian warna busi mobil kemerahan atau kekuningan ini menandakan kalau adanya panas berlebihan pada mesin. Anda bisa mengecek lagi di bagian pendingin mesin mobil seperti radiator dan komponen pendingin lainnya.

Busi Mobil Gosong dan Terlihat Hitam Menyerupai Kerak

Jika warna busi mobil gosong dan terlihat hitam menyerupai kerak ini menandakan bahwa telah terjadi kesalahan pada pengaturan komponen bahan bakar. Jadi, Anda lebih baik mengecek aliran bensin serta perangkat kelistrikan.

Busi Mobil Meleleh

Ini tandanya kalau elektrode di busi mengalami gosong, disebabkan oleh kompresi bocor sehingga oli ikut terbakar pada mesin. (Baca juga: Mobil Turun Mesin Kenali Penyebabnya!)

Banyak Kerak di Kepala Busi

Jika kondisi kepala busi banyak kerak dalam jumlah banyak, besar kemungkinan setelan bahan bakar jelek. Efeknya bisa terjadi kebocoran pada sill klep yang membuat sebagian oli masuk ke dalam busi.

Busi Keadaan Basah

Perlu diperhatikan juga saat busi dalam keadaan basah bisa disebabkan dengan adanya sisa pelumas di elektrode dan kepala busi. Anda juga bisa memeriksa timing atau ritme pengapian serta memperbaiki bahan bakar yang biasa digunakan, seperti mengganti dengan bahan bakar beroktan tinggi seperti pertamax.

Kalau ini terjadi, besar kemungkinan koil sudah panas sehingga yang perlu dilakukan adalah mematikan mobil dan kompres koil memakai kain yang telah diberi sedikit air.

Itu semua tanda-tanda busi mobil yang harus diganti. Anda bisa mendeteksinya jika ada tanda-tanda seperti di atas. Tapi sebelum menentukan untuk menggunakan jenis busi, Anda harus teliti akan fungsi dan kegunaan busi itu sendiri. Dengan menyesuaikan karakter mesin dan tingkat kompresi kapasitas mesin kendaraan. Hal ini agar Anda ganti busi sesuai dengan karakter mobil dan tidak sia-sia.

Busi Mobil Standar

Busi standar biasanya merupakan rekomendasi pabrikan mobil tertentu. Busi ini pada dasarnya bukan merupakan pilihan untuk mobil diajak berakselerasi, hal ini berdasarkan kemampuan yang digunakan untuk kebutuhan mobil sehari-hari. Keunggulan busi mobil standar, memiliki umur pemakaian yang relatif lebih lama dan mampu menghasilkan stasioner mesin lebih stabil. Busi jenis ini semakin optimal jika dipakai untuk putaran mesin rendah dan menengah.

Busi Mobil Platinum

Busi dengan bahan platinum bisa dikatakan semi racing, karena ujung elektrode busi yang didesain sedikit lancip jika dibandingkan busi standar. Untuk busi tipe ini tak jauh beda dengan pemakaian busi standar, perbedaan signifikan terletak pada tenaga sedikit lebih responsif untuk rpm bawah. Untuk durasi pemakaian busi ini juga relatif sedikit lebih pendek jika dibandingkan busi standar. Kalau Anda menggunakan mobil hampir setiap hari, busi ini berumur 3-4 tahun.

Baca juga: Mau Belajar Menyetir Mobil Manual? Begini Caranya!

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Busi Jenis Iridium

Busi ini termasuk dalam busi tipe dingin, yang bisa dibilang untuk busi racing yang sering digunakan di rpm tinggi. Jenis busi ini, mampu menghasilkan akselerasi mesin yang agresif dan tinggi. Sehingga napas dan tarikan kendaraan juga terasa panjang, bisa menghasilkan top speed lebih panjang dan mudah didapat. Tapi busi ini ada sedikit kelemahan, jika sering digunakan harian. Stasioner mesin akan sedikit tidak stabil, lalu pada penggunaan mesin standar dengan tingkat kompresi rendah. Umur busi ini bisa dibilang sangat pendek.

Bagaimana apakah Anda sudah mengenal dengan berbagai tipe busi? Pastikan sebeum mengganti busi, ketahui setiap jenis dan tipe busi agar tidak salah saat digunakan.

Comments are closed.