Sejarah Panjang Peugeot dan Peugeot Indonesia

Mobil

Meski tak seterkenal mobil buatan Jepang dan Eropa lainnya, Peugeot punya pasarnya tersendiri. Di tanah air, Peugeot Indonesia pun sempat berjaya.

Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung di dunia otomotif, nama Peugeot pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Ya, mobil buatan Prancis ini memang memiliki pasar yang lumayan besar di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Salah satu seri yang paling tersohor dari Peugeot yang ada di Indonesia adalah Peugeot 505 dan 206 yang bisa dibilang menjadi masa keemasan mobil ini di era 1980-an dan 2000-an. Tentu, untuk mobil yang sudah dirilis pertama kali pada 1890-an ini, ada sejarah panjang yang telah dilalui hingga mereka berhasil menjadi salah satu mobil favorit di dunia. Bahkan, sebelum akhirnya menjadi perusahaan mobil, perusahaan ini memulai bisnisnya dari sebuah pabrik kopi. Ingin tahu lebih dalam seputar Peugeot dan perkembangan Peugeot Indonesia? Mari kita simak di bawah ini!

Baca juga: Inilah Daftar Mobil Mewah Termahal di Dunia!

Sejarah Peugeot dan Peugeot Indonesia

Peugeot dimulai dari bisnis keluarga yang didirikan pada 1810. Asal mula Peugeot di abad ke 19 adalah sebuah pabrik kopi dan produsen sepeda. Armand Peugeot mengenalkan konsep “Le Grand Bi” di mana dia menciptakan sepeda dengan ban depan yang besar dari ban belakang pad 1882, bersamaan dengan berbagai jenis sepeda lainnya. Pada tanggal 20 November 1858, Emile Peugeot menerapkan lambang singa sebagai merek dagangnya. Sepeda Peugeot terus dibuat sampai akhir-akhir ini, meskipun perusahaan mobil dan perusahaan sepeda terpecah pada 1926.

Armand Peugeot

Armand Peugeot menjadi tertarik pada automobil untuk pertama kalinya, setelah bertemu dengan Gottlieb Daimler yang menyakinkan akan kelayakan dirinya untuk bisa memproduksi otomobil. Automobil pertama dari Peugeot (mobil tiga roda bertenaga uap yang dirancang oleh Leon Serpollet) diproduksi pada 1889; hanya empat contoh dari mobil ini yang dibuat. Tenaga uap yang dihasilkan sangat berat dan besar dan membutuhkan waktu pemanasan yang lama. Pada 1890, setelah pertemuan dengan Gottlieb Daimler dan Emile Levassor, tenaga uap ditinggalkan untuk membuat mobil beroda empat dengan mesin pembakaran internal dan berbahan bakar bensin yang dibuat oleh Panhard di bawah lisensi Daimler. Mobil tersebut lebih canggih dari mobil-mobil lain di jamannya, dengan suspensi tiga poin dan transmisi sliding gear. Beberapa mobil kemudian mulai diproduksi, 29 mobil diproduksi pada 1892, 40  unit pada 1894, 72 unit pada 1895, 156 unit pada 1898, dan 300 unit pada 1899. Model-model mobil tipe awal ini diberi nomor “tipe”.  Tipe 12, sebagai contohnya, berasal dari 1895. Peugeot menjadi produsen pertama yang membuat ban karet yang cocok (padat, dibandingkan dengan jenis pneumatic) untuk sebuah mobil berbahan bakar bensin pada saat itu. Peugeot juga menjadi pionir di dalam arena balap mobil. Pada 1896, Armand Peugeot memisahkan diri dari perusahaan keluarga untuk membentuk perusahaannya sendiri, Societe Anonyme des Automobiles Peugeot, dan membangun pabrik baru di Audincourt untuk lebih fokus sepenuhnya pada produksi mobil. Pada 1896 adalah tahun di mana Peugeot menggunakan mesin yang mereka buat sendiri dan tidak tergantung lagi pada Daimler. Dirancang oleh Rigoulot, mesin pertamanya mempunyai tenaga 8 hp (6.0 kW) berhorizontal ganda dan kembar yang di pasangkan di belakang Tipe 15. Hal ini juga menjadi dasar dari salinan mesin yang hampir sama yang diproduksi oleh Rochet-Schneider. Pada 1901, Peugeot memulai debutnya pada kemudi berkapasitas kecil 653cc satu silender, dijuluki Bébé dan memancarkan citra konservatifnya. Mobil ini langsung menjadi pemimpin gaya mobil pada saat itu. Pada 1902, setelah menempati posisi sembilan belas pada even Reli Paris-Vienna dan gagal finish dengan dua mobil yang sama, Peugeot keluar dari dunia balapan. Pada 1912, Peugeot kembali ke balapan dengan sebuah tim terdiri dari tiga insinyur pembalap: Jules Goux (lulusan Arts et Metiers, Paris), Paolo Zuccarelli (sebelumnya dari Hispano-Suiza), dan Georges Boillot, dengan insinyur Swiss berusia 26 tahun Ernest Henry untuk membuat ide-ide mereka menjadi kenyataan. Perusahaan memutuskan bahwa balapan voiurette (mobil ringan) tidaklah cukup, dan memilih untuk mencoba grandes epreuves (balap touring). Mereka melakukan dengan teknik tour de force: Empat silinder DOHC 7.6 liter (110×200 mm) dengan empat katup di setiap silindernya. Ini terbukti membuat cepat dari mobil lain di zamannya, dan Boillot memenangkan Grand Prix Perancis 1912 dengan rata-rata kecepatan 68.45 mph (110.2 km/jam), meskipun harus kehilangan gigi ketiga dan membutuhkan dua puluh menit di pit stop.

Baca juga: Daftar Mobil Jerman Terbaik, Ada Milik Anda?

Di Antara Tahun Peperangan

Selama Perang Dunia Pertama, Peugeot berpaling dan memproduksi senjata, menjadi produsen utama dalam hal senjata dan kendaraan militer, dari sepeda ke tank dan granat. Sehabis perang, produksi mobil dilanjutkan kembali dengan sungguh-sungguh. Selama abad ke 20, Peugeot melakukan ekspansi, pada 1926 memecah bisnisnya (sepeda dan motor) keluar dari Cycles Peugeot, pembagian keuntungan dilakukan secara konsisten untuk membuat keuntungan yang lebih dan bisa bertahan dalam bisnis otomotif, dan mengambil alih Bellanger yang sudah tutup dan perusahaan De Dion pada 1927. Hal yang baru pada 1929 adalah Peugeot 201, mobil termurah di pasar mobil Perancis, dan pertama digunakan untuk merek dagang Peugeot (dan juga terdaftar) – tiga digit dengan pusat nol. Seri 201 ini akan mendapatkan suspensi depan pada 1931, kemudian terjadi depresi keuangan, penjualan Peugeot mengalami penurunan namun perusahaan selamat dari kebangkrutan. Pada 1933, Peugeot mencoba peruntungan untuk bangkit kembali, perusahaan meluncurkan jenis yang baru dan aerodinamis di kelasnya. Pada 1934 Peugeot mengenalkan 402 BL Eclipse Decapotable, mobil konvertibel pertama dengan hardtop yang bisa dibuka tutup – sebuah ide yang kemudian diikuti oleh Ford Skuliner pada 1950an dan muncul kembali di era modern diwakili oleh Mitsubishi 3000GT Spyder pada 1995. Baru baru ini, banyak perusahaan yang menawarkan hardtop yang bisa dibuka tutup, termasuk Peugeot sendiri dengan 206 cc. Tiga model yang menarik di era tahun tiga puluhan adalah Peugeot 202, Peugeot 302, dan Peugeot 402. Mobil-mobil ini mempunyai lekuk bodi yang berkelok, dengan lampu belakang yang berkisi bar miring, terinspirasi oleh aliran udara dari Chrysler. Seri 402 2.1 liter mulai diproduksi pada 1935 dan diproduksi sampai akhir 1941, meskipun pendudukan Prancis direbut oleh Nazi.. Model level 202 dibuat secara seri dari tahun 1938-1942. Seri 202 ini berasil mengangkat penjualan Peugeot pada 1939 sampai 52,796 unit, persis dibelakang Citroen. Produksi regular dimulai lagi pada pertengahan 1946, dan berlangsung sampai 1949.

Pasca Perang Dunia II

Pada1946, perusahaan memulai kembali produksi mobilnya dengan memproduksi seri 202, mencapai 14000 unit. Sedangkan 1947, Peugeot mengenalkan Peugeot 203, dengan per ulir, kemudi sayap, dan rem hidrolis. Seri 203 ini mencatatkan rekor penjualan Peugeot yang baru, sisa produksi sampai dengan 1.960. Perusahaan memulai menjual mobil produksinya di Amerika Serikat di tahun 1958, dan pada 1969 mengenalkan Peugeot 404, yang menggunakan versi mesin 403 berkekuatan 1,618 cc (99 cu in), berkemiringan 45o. Seri 404 terbukti cukup kuat untuk memenangkan Reli Safari Afrika Timur, dalam empat dari enam tahun antara tahun 1963 dan 1968. Setelah itu, banyak model lain yang mengikuti, seperti tipe 504, salah satu model Peugeot yang paling khas. Seperti kebanyakan pabrikan Eropa, kolaborasi dengan perusahaan lain meningkat. Peugeot bekerja sama dengan Renault dari 1966 dan Volvo dari 1972. Beberapa model Peugeot dirakit di Australia, dimulai dengan tipe 203 pada 1953. Kemudian diikuti oleh model 403, 404 dan 504 dengan akhir perakitan di Australia diakhiri oleh seri 505 di awal 1980-an.

Mengambil Alih Citroen dan Membentuk PSA

Pada 1974 Peugeot membeli 30 persen saham dari Citroen, dan mengambil saham keseluruhannya pada 1975 setelah pemerintah Prancis memberikan nominal uang yang besar kepada perusahaan baru tersebut. Citroen mengalami kesulitan keuangan, karena terlalu banyak mengembangkan model-model baru yang radikal untuk sumber daya keuangan mereka. Peugeot pernah mengendalikan merek balap yang berharga bernama Maserati, namun hal ini tidak bertahan lama dan terbuang pada bulan Mei 1975 dikarenakan masalah keuangan jangka pendek.

Mengambil Alih Chrysler Eropa

Grup ini kemudian mengambil alih Divisi Eropa Chrysler (yang dulunya Rootes dan Simca), yang pada 1978 sebagai produsen mobil Amerika yang berjuang untuk bertahan hidup. Investasi lebih lanjut diperlukan, karena PSA memutuskan untuk membuat merek baru untuk entitas, didasarkan pada mobil sport Talbot yang terakhir terlihat pada 1950. Sejak saat itu, keseluruhan Chrysler / Simca terjual di bawah merek Talbot sampai produksi mobil penumpang Talbot tersimpan pada tahun 1987 dan pada kendaraan komersial pada tahun 1992. Model unggulan dari merk yang berumur pendek ini adalah Tagora, pesaing langsung dari model PSA 604 dan model CX. Mobil ini berdesain bersiku-siku, sedan besar yang didasarkan pada mekanisme Peugeot 505.

Era1980-an

Keseluruhan investasi ini menyebabkan masalah keuangan yang serius untuk kelompok PSA secara keseluruhan; PSA kehilangan uangnya dari 1980 sampai 1985. Pada 1983 Peugeot meluncurkan model yang populer dan sukses yaitu Peugeot 205, yang sebagian besar dikreditkan untuk mengubah nasib peruntungan perusahaan. Pada 1984 PSA mengembangkan kontrak pertamanya dengan Republik Rakyat China, sehingga usaha Peugeot-Citroen Dongfeng Automobile sukses di Wuhan.

Era 1990-an

Seperti yang dialami oleh pembuat mobil Eropa lainnya, penjualan Peugeot Amerika Serikat dan Kanada tersendat dan berujung pada masalah ekonomis, seperti desain Peugeot 505 yang sudah tua. Untuk sementara waktu, distribusi penjualan di pasar Kanada ditangani oleh Chrysler. Beberapa ide untuk memutar kembali strategi penjualan di Amerika Serikat, seperti memasukkan Peugeot 205 dalam jajaran penjualan, hal ini dianggap bisa, namun sudah tidak dapat dikejar lagi. Pada awal 90an, dikenalkan Peugeot 405 baru yang terbukti tidak kompetitif dengan model domestik dan import dalam segmen pasar yang sama, dan terjual tidak lebih dari 1.000 unit. Total penjualan secara keseluruhan turun menjadi 4.261 unit di 1990 dan 2240 unit sampai Juli, 1991. Hal ini menyebabkan perusahaan menghentikan operasinya di Amerika Serikat dan Kanada setelah hampir 33 tahun di sana. Saat ini tidak diketahui akan adanya rencana untuk kembali ke pasar Amerika Serikat lagi. Di mulai dari akhir 1900an, dengan Jean-Martin Folz sebagai presiden dari PSA, Kombinasi antara Peugeot-Citroen terlihat mulai menemukan keseimbangan yang lebih baik. Penghematan biaya tidak lagi dibuat untuk merugikan gaya dan desain dari mobil mereka.

Era 2000-an

Pada 18 April 2006, PSA Peugeot Citroen mengumumkan  penutupan fasilitas manufaktur mereka di Ryton Conventry, Inggris. Pengumuman ini mengakibatkan hilangnya 2.300 pekerjaan serta sekitar 5.000 pekerjaan dalam rantai pasokan. Pabrik ini memproduksi terakhir kali Peugeot 206 pada 12 Desember 2006 dan akhirnya ditutup pada Januari 2007. Peugeot memasang target ambisius dalam penjualan produknya sampai dengan empat juta unit per tahun pada akhir dekade ini, namun sekarang masih sangat jauh dari target yang mereka buat. Pada 2008 angka penjualan mereka masih di bawah dua juta. Di pertengahan 2009, pasar yang negatif dan kondisi industri yang tidak kondusif menjadi kambing hitam dalam penjualan yang menurun dan kerugian operasional mereka. Christian Streiff digantikan oleh Phillipe Varin (CEO) dan Jean-Pierre Ploue (Kepala Desain)  dipindahkan dari jabatannya di Citroen.

Baca juga: Mobil Paling Boros di Dunia, Adakah Milik Anda?

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Peugeot Avenue

Peugeot mempunyai toko dan showroom yang berlokasi di Champs Elysess di Paris dan Berlin. Showroom di Berlin lebih besar dibandingkan dengan showroom di Paris, namun keduanya mempunyai agenda secara teratur mengubah showroom mereka menjadi eksibisi mini yang menampilkan mobil produksi mereka dan juga menampilkan mobil konsep. Keduanya juga mempunyai fitur yang lain, yaitu sebagai butik kecil Peugeot, dan tempat ini menjadi populer untuk penggemar Peugeot untuk dikunjungi. Peugeot Avenue Berlin juga memiliki café, yang bernama Café de France. Sayangnya, Peugeot Indonesia tidak membuat Peugeot Avenue.

Peugeot di Indonesia

Kendaraan Peugeot sudah lama hadir di Indonesia, dan mulai 1970-an, Peugeot ditangani oleh PT Multi France Motor yang kemudian menjadi divisi dari PT Astra International. Mobil Peugeot yang mencetak sukses di Indonesia adalah Peugeot 505 sedan kelas menengah atas pada tahun 1980-an, serta hatchback kecil Peugeot 206, dan sedan menengah Peugeot 406 pada tahun 2000-an. Meski tak memiliki pasar sebesar mobil keluaran Jepang, Peugeot masih tetap memiliki pasarnya sendiri. Hal ini terbukti dari cukup banyak Peugeot yang ada di Indonesia sekarang ini. Itulah sejarah panjang Peugeot serta kehadiran Peugeot di Indonesia. Apa Anda salah satu penggemar mobil keluaran Prancis in?

Comments are closed.