Kenali Masalah dan Cara Merawat Power Steering

Mobil

Power Steering sering kali luput dari perhatian para pemilik mobil. Padahal, jika tidak dijaga, bagian ini akan sangat mudah rusak.

Bagi Anda yang memiliki mobil, tentu Anda ingin segala hal yang ada pada mobil Anda kondisinya selalu terjaga dan awet. Sayangnya, kebanyakan orang hanya berfokus pada mesin dan eksterior mobil saja. Padahal, ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah mobil, salah satunya adalah power steering.

Harus diakui, keberadaan power steering sangatlah membantu pengemudi dalam mengemudikan mobil. Tanpa adanya power steering, pengemudi harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk berbelok dan mengembalikan posisi setir seperti semula.

Banyak orang mengira bahwa power steering bukanlah hal yang perlu diperhatikan. Faktanya, ada banyak sekali faktor yang dapat membuat bagian tersebut menjadi rusak. Apa sajakah faktor tersebut? Ini dia!

Faktor yang Merusak Power Steering

Kurang Cairan

Power steering akan berfungsi dengan baik apabila ada tekanan yang cukup di bagian piston di dalam rack dan pinion. Jumlah cairan yang kurang tentunya tidak memberikan dorongan maksimal terhadap piston, sehingga pengaruhnya kepada power steering menjadi berat.

Belt Kendor

Berat ringannya kemudi juga bergantung dari power steering belt. Fungsi belt untuk memulai berhenti melakukan putaran. Ini salah satu komponen yang juga rentan atau mudah rusak. Dijaga agar tidak sampai putus atau longgar. Sebaiknya juga ditanya umur pakai power steering belt hingga berapa kilometer.

Rack (Rak) Kemudi Rusak

Ini merupakan bagian utama dari kemudi mobil yang biasanya bekerja sama dengan sistem ini. Setelah penggunaan dalam waktu yang lama, rak kemudi bisa rusak dan aus. Pada saat itu terjadi, kemudi akan lebih sulit diarahkan.

Namun masalah ini akan hilang dengan sendirinya apabila mobil sudah dalam kondisi hidup, seiring kondisi mobil yang makin panas, begitu juga dengan pelumas yang makin merata akan menyebabkan perangkat Anda  bekerja dengan lebih mudah.

Ban Kempis

merawat power steering

Boleh dibilang ini lucu, perkara ban kurang angin saja tapi jadi penyebab kemudi bermasalah. Otomatis dengan kondisi ban kempis, roda kemudi akan menjadi berat, hal ini yang membuat perangkat Anda bekerja lebih keras.

Tip Agar Power Steering Lebih Awet

Setelah mengetahui faktor penyebab kerusakannya, sekarang mari kita lihat bagaimana cara merawat perangkat kemudi agar lebih awet.

Hindari Mengemudi di Jalanan Rusak

Cara merawat kemudi dengan mudah adalah dengan menghindari jalanan-jalanan rusak ataupun berlubang. Bila mobil Anda sudah dilengkapi dengan sistem ini, sangat baik untuk menghindari jalanan-jalanan seperti ini. Namun jika memang tak ada jalanan lain yang bisa ditempuh, maka sebisa mungkin Anda melewatinya dengan hati-hati dan perlahan.

Kerusakan yang sering terjadi pada perangkatbiasanya dikarenakan cara mengemudi mobil yang tida beraturan. Guncangan-guncangan keras pada kemudi dapat membuat komponen di dalamnya menjadi rusak. Untuk itu, penting dalam memperhatikan jalanan yang akan dilalui oleh kendaraan Anda. Hindari mengemudi secara ugal-ugalan serta jalanan-jalanan yang rusak. Selain dapat mengurangi risiko kecelakaan, tentunya perangkat Anda akan awet digunakan.

Hindari Jalanan Banjir

Selain jalanan yang rusak, hindari pula melewati jalanan-jalanan yang tergenang dengan banjir. Jalanan seperti ini mudah membuat kemudi Anda  menjadi rusak. Tidak hanya itu saja, kebiasaan ini juga dapat merusak komponen-komponen lainnya, apalagi jika genangan banjir yang Anda lewati terlalu tinggi.

Hal ini karena ia erupakan komponen kelistrikan yang ditempatkan tepat di as setir sejajar dengan as roda. Sehingga pada saat melewati genangan banjir, tentunya komponen ini akan mudah sekali terkena genangan air. Jika komponen listrik ini basah, tentunya akan menyebabkan kerusakan dan mau tak mau Anda harus menggantinya dengan yang baru.

Hindari Kondisi Ban Berbelok Saat Parkir

Hal ini mungkin seringkali terjadi dan diabaikan oleh pemiliki kendaraan. Banyak orang yang memarkirkan kendaraan mereka dengan kondisi ban mobil tidak lurus dan membiarkannya pada waktu yang lama. Padahal kebiasaan seperti ini bila dilakukan terus menerus akan membuat beberapa komponen mobil tidak dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan cepat rusak. Sehingga lebih baik bila Anda selalu memperhatikan kondisi kendaraan ketika sedang terpakir. Usahakan untuk meninggalkan kendaraan dalam kondisi yang tidak berbelok.

Jangan Melebihi 10.000 km

Angka yang dimaksud dengan jarak 10.000 km di sini adalah jarak yang sudah ditempuh oleh kendaraan Anda. Pemakaian kendaraan yang melebihi dari jarak tersebut tentunya akan sangat berpengaruh pada kondisi perangkat kemudi Anda, ditambah lagi dengan cara mengemudi yang salah tentunya membuat kondisi perangkat dapat mengalami kerusakan.

Penggunaan kendaraan yang wajar adalah pada jarak 10.000 kilometer. Ketika mencapai jarak 10.000 kilometer, sebaiknya Anda mengganti perangkat  Anda dengan yang baru. Jika cara mengemudi Anda tidak beraturan, maka bisa jadi kurang dari 10.000 kilometer Anda sudah harus menggantinya dengan yang baru.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Hindari Memutar Setir Penuh pada Waktu yang Lama

Cara lainnya untuk merawat kemudi Anda adalah dengan menghindari kebiasaan memutar setir hingga penuh dalam jangka waktu yang lama. Pada saat Anda menunggu jalanan lenggang, Anda bisa memutar sedikit kemudi mobil ke arah sebaliknya.

Memutar hingga penuh dan dalam jangka waktu yang lama dapat membuat tekanan pada kemudi menjadi maksimum. Hal ini pulalah yang menyebabkan kinerja mesin menjadi berat dan penggunaan bahan bakar menjadi boros.

Putarlah Kemudi dalam Kecepatan Sedang

apa itu power steering

Pada saat Anda sedang memutar kemudi mobil, akan lebih baik bila dilakukan dalam kecepatan pelan ataupun sedang. Hindari melakukan putaran kemudi dengan sangat cepat. Pada saat akan berbelok, Anda bisa mengurangi kecepatan terlebih dahulu sebelum kendaraan akan berbelok. Sistem hidrolik yang digunakan secara perlahan ketika mengemudi tentunya akan berdampak pada komponen yang lebih awet dan tahan lama.

Ingat Usia Pemakaian Kemudi

Tahu kan, kalau alat ini merupakan perangkat elektronik, tentunya saja komponen ini memiliki jangka waktu penggunaan. Batas usia pemakaian dari komponenini adalah sekitar lima tahun. Sehingga bila sudah mencapai lima tahun, maka ia harus segera diganti tanpa harus menunggu rusak terlebih dahulu.

Menyadari betapa penting dan besarnya fungsi kemudi pada mobil, sudah seharusnya kita menjaga bagian tersebut agar awet dan tidak mudah rusak. Sudahkah Anda coba dan terapkan?

Comments are closed.