Bagaimana Proses Pembayaran Tilang Online

Mobil

Sistem tilang online yang berlaku bagi para pemiliki kendaraa bermotor di Indonesia akan memudahkan proses kelanjutan untuk menyelesaikan perkara tilang.

Saat ini di beberapa wilayah Indonesia, proses tilang segala bentuk pelanggaran lalu lintas di jalan raya telah menggunakan sistem online. Nantinya, sistem tilang online ini juga akan diberlakukan ke seluruh wilayah di Indonesia. Dengan adanya sistem tilang online ini akan lebih mudah untuk menyelesaikan proses tilang berjalan lebih cepat. Sehingga kedua belah pihak, yaitu penilang dan pelanggar tidak banyak menghabiskan waktu lagi untuk berdebat dan hal-hal yang tidak diperlukan lainnya.

Sistem tilang online ini menggunakan aplikasi elektronik yang memudahkan pelanggar lebih mudah saat menyelesaikan perkara tilang yang dijalani. Jadi, semua data pelanggar hingga proses yang dilalui saat menyelesasikan perkara tilang ini akan tercatat otomatis dalam sistem. Sehingga, setiap pelanggaran yang tercatat dalam tilang online akan berjalan lebih terbuka dan transparan. Semuanya akan sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan resmi tanpa bisa ditawar-tawar lagi.

Tidak hanya itu saja, bagi pihak kepolisian dengan adanya sistem tilang online ini akan ada transparansi di dalam proses tilang itu sendiri. Hal tersebut, tentu jauh lebih baik daripada sistem tilang manual yang bisa saja mungkin terjadi kesalahan prosedur hingga kelalaian lain yang bisa saja terjadi. (Baca juga: Sekarang Cek Pajak Kendaraan Bisa Online)

Sistem Kerja Tilang Online

Dalam menerapkan sistem tilang online ini, sepertinya akan banyak kemudahan dan cara praktis dari teknologi ini. Jadi, tidak hanya pihak kepolisian saja yang merasakan kemudahan ini, hal ini juga dirasakan oleh para pelanggar yang memiliki kewajiban untuk menyelesasikan proses tilang yang dijalani. Tentu saja, kedua belah pihak akan mendapatkan kemudahan untuk menyelesaikan tanggung jawabnya masing-masing mengenai perkara tilang.

Selama ini, menjalankan sidang tilang merupakan perkara sulit dan mungkin merepotkan. Dengan adanya sistem tilang online, para pelanggar bisa mengatur waktu sidang kemudian menyesuaikan dengan berbagai jadwal mereka. Sistem ini berjalan efektif, karena sebagian besar pelanggar umumnya memiliki kesibukan sepanjang minggu saat jam kantor berjalan.

Pada sistem pembayaran sistem tilang online ini, para pelanggar bisa melakukan pembayaran tilang melalui bank atau ATM terdekat. Para pelanggar yanng memiliki waktu luang, bisa saja melakukan pembayaran langsung dengan menghadiri sidang tilang terhadap kendaraannya di pengadilan sesuai dari jadwal yang ditetapkan pihak pengadilan.

Prosedur Sistem Tilang Online

Ketika pengendara melakukan jenis pelanggaran lalu lintas, maka polisi akan memprosesnya dengan memasukan data pelanggar pada aplikasi tilang online sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Kemudian setelah sudah mengisi data, akan mendapatkan notifikasi nomor pembayaran tilang dan bisa dipergunakan.

Selanjutnya si pengendara bisa melakukan pembayaran denda tilang sesuai dengan notifikasi yang didapat dari petugas di lapangan. Kemudian untuk proses pembayaran denda tilang ini bisa dilakukan melaui teller bank ataupun mesin ATM. Sangat disarankan sekali bagi pengemudi yang melakukan pelanggaran untuk membayar denda tilang dengan nominal terbesar, ini untuk memudahkan proses selanjutnya berjalan dengan baik. Namun, jangan khawatir sisa pembayaran ini kelak akan dikembalikan kepada pelanggar.

Ketika sudah melakukan pembayaran denda tilang online melalui layanan bank, pelanggar bisa langsung mengambil barang bukti yang disita saat terjadi pelanggaran di lapangan oleh petugas. Tunjukkan bukti pembayaran kepada petugas, sebagai syarat utamanya.

Pelanggar yang telah menyelesaikan pembayaran denda tilang dan sudah mengambil barang bukti di lokasi, bisa memilih untuk menghadiri sidang atau tidak. Jika pelanggar berhalangan hadir karena rutinitas atau kesibukan, maka bisa diwakilkan oleh pihak kepolisian.

Persidangan Tilang Pelanggaran Lalu Lintas Jalan Raya

Saat dalam persidangan, hakim akan memutuskan nominal denda yang harus dibayar oleh pelanggar. Tahap berikutnya, keputusan tilang tersebut akan dieksekusi oleh petugas kejaksaan yang sedang bertugas di sana. Kemudian, tak beberapa lama pelanggar akan menerima notifikasi melalui SMS terkait mengenai keputusan pengadilan mengenai tilang online yang bersangkutan. Tidak hanya itu, pelanggar juga akan mendapatkan informasi mengenai sisa denda titipan tilang yang masih ada pada pihak bank. Sehabis menerima pemberitahuan tersebut, pelanggar bisa mengambil sisa denda tilang menggunakan layanan transfer bank. (Baca juga: Kupas Tuntas Tentang Pelanggaran Lalu Lintas)

Untuk menjalani proses persidangan sendiri, pihak pelanggar bisa melakukan pendaftaran online terlebih dahulu. Dengan mengakses website remsi milik Kejari lalu mengisi formulir pendaftaran yanng telah tersedia di sana. Sebelumnya, pastikan terlebih dahulu semua data terisi dengan baik demi kemudahah pendaftaran berjalan lancar.

Poin Penting Sebelum Mendaftar Pembayaran Tilang Online

Pendaftaran tilang online ini berlaku jika tanggal persidangan yang tertera pada surat tilang terlewati. Ini penting, jika tanggal sidang yang tercantum di surat tilang belum terlewati kemudian pelanggar masih memiliki kesempatan untuk hadir.

Pelanggar bisa memilih tanggal kehadiran, minimal dua hari setelah proses pendaftaran. Penting bagi pelanggar, untuk menggunakan e-mail yang valid. Mengingat nomor registrasi ini bisa dikirimkan melalui e-mail.

Jadwal Sidang Tilang Online

Proses pelayanan sidang bia berjalan dari hari Senin sampai Jumat, pukul 08.00 pagi sampai dengan pukul 15.30 sore. Khusus untuk hari Jumat, hanya untuk pengambilan tilang online yang harinya tertera pada surat tilang saja. Sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu, layanan ini tutup.

Dalam mengisi data tilang online, para pelangar harus mengisi semua data dengan benar dan tepat. Ini bertujuan agar proses pendaftaran ini berhasil. Sistem akan otomatis menolak, jika data yang diinput tidak lengkap.

Data Tilang Online

Selanjutnya dalam data tilang online ini akan terintegrasi dari database registrasi dan identifikasi kendaraan. Kalau ternyata pelanggar tak kunjung mengambil barang bukti yang disita oleh petugas, maka petugas bisa memblokir identifikasi kendaraan tersebut. Jika ini terjadi, maka pelanggar tidak akan bisa melakukan pembayaran pajak di masa mendatang. Kecuali pelanggar harus menyelesaikan perkara tilang terlebih dahulu. (Baca juga: Berikut Penjelasan Mengenai Pajak Progresif)

Pengendara yang Kena Melakukan Pelanggaran Harus Memahami Prosedur

Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh para pengendara bermotor, sudah pasti harus memahami segala bentuk prosedur proses tilang yang berlaku. Ketika terjadi bentuk pelanggaran lalu lintas, maka pihak pelanggar harus mengikuti setiap detal aturannya. Ditambah, caranya lebih praktis dan mudah sehingga bisa menghemat waktu Anda.

Cara Pembayaran Sistem Online

Bank BRI

Teller BRI

  1. Ambil nomor antrean transaksi teller dan isi slip setoran.
  2. Isikan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang pada kolom “Nomor Rekening” dan Nominal titipan denda tilang pada slip setoran.
  3. Serahkan slip setoran kepada Teller BRI.
  4. Teller BRI akan melakukan validasi transaksi.
  5. Simpan Slip Setoran hasil validasi sebagai bukti pembayaran yang sah.
  6. Slip setoran diserahkan ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita.

ATM BRI

  1. Masukkan Kartu Debit BRI dan PIN Anda
  2. Pilih menu Transaksi Lain > Pembayaran > Lainnya > BRIVA
  3. Masukkan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang
  4. Di halaman konfirmasi, pastikan detil pembayaran sudah sesuai seperti Nomor BRIVA, Nama Pelanggar dan Jumlah Pembayaran
  5. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi
  6. Kopi struk ATM sebagai bukti pembayaran yang sah dan disimpan
  7. Struk ATM asli diserahkan ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita

Mobile Banking BRI

  1. Login aplikasi BRI Mobile.
  2. Pilih Menu Mobile Banking BRI > Pembayaran > BRIV.
  3. Masukkan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang.
  4. Masukkan nominal pembayaran sesuai jumlah denda yang harus dibayarkan. Transaksi akan ditolak jika pembayaran tidak sesuai dengan jumlah denda titipan.
  5. Masukkan PIN.
  6. Simpan notifikasi SMS sebagai bukti pembayaran.
  7. Tunjukkan notifikasi SMS ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita.

Internet Banking BRI

  1. Login pada alamat Internet Banking BRI (https://ib.bri.co.id/ib-bri/Login.html)
  2. Pilih menu Pembayaran Tagihan > Pembayaran > BRIVA.
  3. Pada kolom kode bayar, Masukkan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang.
  4. Di halaman konfirmasi, pastikan detil pembayaran sudah sesuai seperti Nomor BRIVA, Nama Pelanggar dan Jumlah Pembayaran.
  5. Masukkan password dan mToken.
  6. Cetak/simpan struk pembayaran BRIVA sebagai bukti pembayaran.
  7. Tunjukkan bukti pembayaran ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita.

EDC BRI

  1. Pilih menu Mini ATM > Pembayaran > BRIVA.
  2. Swipe kartu Debit BRI Anda.
  3. Masukkan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang.
  4. Masukkan PIN.
  5. Di halaman konfirmasi, pastikan detil pembayaran sudah sesuai seperti Nomor BRIVA, Nama Pelanggar dan Jumlah Pembayaran.
  6. Kopi dan Simpan struk transaksi sebagai bukti pembayaran.
  7. Tunjukkan bukti pembayaran ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita.

ATM Transfer Bank Lain

  1. Masukkan kartu Debit dan PIN Anda.
  2. Pilih menu Transaksi Lainnya > Transfer > Ke Rek Bank Lain.
  3. Masukkan kode bank BRI (002) kemudian diikuti dengan 15 angka Nomor Pembayaran Tilang.
  4. Masukkan nominal pembayaran sesuai jumlah denda yang harus dibayarkan. Transaksi akan ditolak jika pembayaran tidak sesuai dengan jumlah denda titipan.
  5. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi.
  6. Simpan struk transaksi sebagai bukti pembayaran.

Comments are closed.