Radiator Coolant: Jangan Salah Pilih Jenisnya Ya!

Mobil

Setiap komponen yang ada di mobil memiliki fungsinya masing-masing. Salah satunya radiator coolant yang menjadi faktor penting untuk membuat mobil dalam keadaan prima.

Bila Anda mampu membeli mobil, tentunya Anda pun harus mampu untuk merawatnya. Salah satu cara perawatan mobil agar tetap dalam kondisi yang prima dan awet adalah melakukan pengecekan dan servis secara rutin. Hal ini dilakukan agar setiap komponen yang ada di mobil bisa terkontrol secara berkala dan bila ada kerusakan bisa segera diperbaiki.

Salah satu contoh pengecekan rutin yang harus dilakukan adalah radiator. Radiator merupakan komponen penting yang harus mendapatkan perawatan. Namun, masih saja ada yang melupakan komponen ini. Padahal, radiator memiliki fungsi sangat vital karena mampu mendinginkan mesin. Fungsi radiator bisa berjalan dengan baik berkat cairan yang dituangkan ke dalam radiator. Hanya saja, banyak yang belum terlalu paham saat mengisi radiator coolant, rata-rata pemilik mengisinya dengan air biasa. Padahal ada cairan khusus untuk pengisian ini yang mampu menjaga sistem pendingin menjadikan mesin tidak terlalu panas atau beku saat berkendara di kondisi beriklim ekstrim.

Selain menggunakan cairan yang salah, banyak di antara Anda juga yang jarang mengganti air radiator. Padahal radiator coolant perlu diganti secara rutin karena cairan tersebut memiliki bahan kimia, sehingga bisa saja membuat sistem kerjanya kurang efektif, menghasilkan karat, atau lumpur pada sistem pendingin. Jika sistem pendingin mengalami kerusakan, hal itu berisiko membuat mesin jadi panas sehingga kesalahan itu bisa membuat Anda harus mengeluarkan biaya lebih mahal.

Oleh karena itu, Anda harus lebih selektif dalam memilih cairan dan juga melakukan perawatan yang terbaik. Dilansir dari kompas.com, berikut ini beberapa tip memilih radiator coolant yang tepat.

Sebelum mengganti radiator coolant, ada baiknya memilih cairan yang tepat. Tak ada salahnya memilih coolant berdasarkan panduan yang disesuaikan pabrikan. Seperti diketahui ada tiga jenis radiator coolant yang biasa digunakan para pabrikan, yaitu Inorganic Additive Technology (IAT), Organic Acid Technology (OAT), and Hybrid Organic Acid Technology (HOAT).

  1. Jenis IAT biasanya cocok digunakan untuk kendaran tua, dan diganti setiap dua tahun atau jarak tempuh 24.000 mil.
  2. Jenis OAT, biasanya digunakan pabrikan General Motor dan diganti setelah lima tahun atau paling tidak menempuh jarak 50 ribu mil.
  3. Jenis HOAT sendiri merupakan turunan dari OAT dan interval penggantiannya sama seperti OAT.

Oleh karena itu, tak ada salahnya Anda melakukan pengecekan di bengkel. Tentunya pihak mekanik akan lebih memahami semua komponen sehingga jika terjadi kerusakan.

Baca juga: Ini Penyebab Air Radiator Mobil Cepat Habis

Jenis Lain Radiator Coolant untuk Mobil

Rupanya selain ketiga jenis di atas, masih ada jenis radiator coolant lainnya yang biasanya digunakan oleh masyarakat. Jika Anda belum familiar dengan ketiga jenis di atas, mungkin, empat jenis radiator coolant di bawah ini yang bisa Anda gunakan.

Air Biasa

Jenis radiator coolant yang pertama adalah air biasa. Meskipun air biasa tidak begitu efektif untuk dijadikan sebagai air radiator atau coolant, tetapi tidak ada salahnya jika Anda juga menggunakannya jika memang terdesak. Penggunaan air untuk radiator karena air biasa memiliki titik didih yang rendah.

Baca juga: Mobil Tua: Tip Merawatnya Agar Tetap Prima

Coolant Radiator

Jenis berikutnya adalah coolant radiator. Adapun coolant radiator ini efektif untuk Anda gunakan karena bisa langsung dipakai tanpa harus diencerkan terlebih dahulu. Selain itu, coolant air radiator ini memiliki titik didih yang tinggi sekitar 10 derajat celcius.

Radiator Super Coolant

Akternatif lainnya yang bisa Anda pilih adalah radiator super coolant. Namun, coolant yang satu ini agak berbeda dari jenis sebelumnya, karena Anda harus terlebih dahulu mencairkannya dengan menggunakan air bersih.

Pengencerannya dapat dilakukan dengan perbandingan 50:50. Di balik itu, ada keuntungan dari cairan ini, yaitu memiliki titik didih yang tinggi, yakni sebesar 130 derajat celcius.

Baca juga: Simulasi Perhitungan dan Biaya Asuransi Mobil di Futuready

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Antifreeze Dan Coolant Protector

Jika dibandingkan, sebenarnya antifreeze dan coolant protector hampir sama dengan radiator super coolant. Proses pengunaannya harus diencerkan terlebih dahulu menggunakan air bersih. Namun, untuk penggunaan jenis ini harus menyesuaikan iklim di sekitar Anda. Untuk iklim yang tropis, Anda bisa memakai perbandingan 50:50. Jenis ini bisa menahan panas hingga 128 derajat Celsius.

Itulah beberapa jenis radiator coolant yang bisa Anda gunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, alangkah baiknya jika cairan yang Anda pilih memiliki kandungan-kandungan seperti berikut ini:

  1. Adanya kandungan glycol, karena glycol ini berfungsi untuk meningkatkan tingkat didih dan menurunkan titik beku pada radiator mobil Anda.
  2. Adanya propylene dengan tingkat konsentrasi 20-50 persen yang dapat diketahui dengan menggunakan alat reflaktometer.
  3. Memiliki titik didih yang cukup tinggi, sehingga kerja dari radiator Anda bisa lebih lama dan juga lebih optimal.
  4. Tidak menimbulkan karatan ataupun korosi dan endapan pada saluran pendingin pada radiator mobil Anda.
  5. Terakhir dan paling penting adalah coolant yang Anda pilih harus sesuai dengan kebutuhan mobil dan juga sesuai dengan bujet yang Anda miliki.

Apakah Anda punya pengalaman tersendiri mengenai penggunaan radiator ini? Berapa periode rutin Anda mengganti radiator untuk kendaraan Anda? Apakah Anda menggunakan air atau coolant khusus? Jaga selalu kondisi kendaraan Anda ya dengan melakukan pengecekan dan perawatan secara teratur. Dengan begitu, meski kendaraan Anda telah digunakan lama, kondisi kendaraan akan tetap prima.

Tinggal lengkapi kendaraan Anda dengan asuransi mobil untuk memproteksi dari segala risiko buruk yang bisa Anda alami di mana saja dan kapan saja.

Comments are closed.