3 Langkah Aman Saat Rem Mendadak

Mobil

Antisipasi, Respon dan Mekanis adalah 3 langkah utama yang harus dilakukan ketika pengemudi rem mendadak. Pengereman yang salah dapat fatal akibatnya.

Kondisi jalanan Indonesia yang berliku dan kadang tak sama rata, sering memaksa pengendara mobil melakukan rem mendadak. Jika tidak piawai melakukan teknik pengereman yang benar, kecelakaan fatal bisa terjadi akibat hal ini. Karena itulah diciptakan rem yang berfungsi  memperlambat laju mobil atau berhenti.

Namun perlu dipahami rem bukan hanya soal menginjak. Saat kondisi-kondisi tak  terduga, rem menjadi salah satu hal yang sangat penting saat berkendara. Pengereman yang benar bukan hanya menyelamatkan Anda dari resiko kecelakaan namun juga menghindarkan pengendara lain pada resiko serupa.

Baca juga: 4 Cara Merawat Mesin Mobil yang Tidak Boleh Ditinggalkan

Maka dari itu, Anda perlu mengetahui langkah aman saat rem mendadak. Begini langkahnya:

Antisipasi Sebelum Rem Mendadak

3 second Rules, begitulah yang disampaikan Instruktur Indonesia Defensive Driving Centre (IIDC) mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika seorang pengemudi melakukan panic braking. Salah satunya adalah antisipasi atau perhitungan tentang hal-hal yang akan atau belum terjadi. Pengemudi setidaknya dapat memperhitungkan kemampuan rem pada kendaraan yang digunakan. Antisipasi ini berupa kewaspadaan pengemudi ketika sedang berkendara. Pengemudi perlu memahami keadaan di depan dengan anggota tubuh dalam keadaan siap. Misalnya tangan pada setir kemudi dan perseneling serta kaki pada pedal gas, rem dan kopling. Setidaknya pengemudi memiliki jarak berkendara 83, 1 meter yang didapatkan dari hitungan jarak aman 3 detik.

Respons

Jika sebelumnya, pengemudi harus memperhitungkan rem pada kendaraan yang berkaitan dengan komponen rem seperti kampas, cairan rem, kaliper dan lainnya, maka pada langkah berikutnya berkaitan dengan panca indera saat sedang mengemudikan kendaraan. Cepat dan tanggap merupakan respon yang diperlukan saat sedang berkendara. Respon cepat dan tanggap ini juga berkaitan dengan merespon lampu belakang kendaraan yang berada di depan Anda dengan baik. Pengemudi harus dapat berpindah ke posisi aman bila sudah mengetahui keadaan yang membahayakan.

pentingnya rem mendadak

Mekanis

Setelah berantisipasi terhadap hal-hal yang akan atau belum terjadi, dan merespon dengan cepat dan tanggap, berikutnya adalah pemahaman perihal jenis rem dan mekanisme pengeremannya. Hal ini berkaitan dengan sistem pengereman. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa pengereman bukan hanya perihal menginjak pedal. Idealnya, tungkai kaki sejajar dengan pedal rem, dan menjadi titik tumpu pergerakan kaki antara rem dan gas. Maka nanti ketika menekan rem hanya bagian jari kaki yang bergerak dan tungkai kaki tetap dalam posisi awal. Jika menggunakan area telapak kaki saat pengereman akan merasakan besaran tekanan rem dan dikhawatirkan akan terjadi pengereman yang dalam dan mendadak.

Hal penting yang harus dilakukan berkendara adalah menjunjung etika. Mengingat fungsi rem yang bukan hanya menghentikan kendaraan, namun mengurangi kecepatan kendaraan adalah hal yang bijak. Bukan hanya soal metode, namun juga perilaku pengemudi menjadi hal yang penting.

Beruntungnya, saat ini mobil yang beredar sebagian besar telah memiliki fitur canggih. Saking canggihnya, bukan di bagian tampilan saja, teknologi yang tersemat juga mendukung pengereman secara mendadak. Kecanggihan ini tentu menunjang keselamatan saat sedang mengemudikan kendaraan. Fitur yang biasa disematkan itu seperti Anti-Lock Braking System) atau ABS dan Electronic Brake-force Distribution (EBD). Dua fitur ini yang akan membantu pengemudi saat mengerem tiba-tiba.

Fitur-Fitur Rem 

tip melakukan rem mendadak

ABS (Anti-Lock Braking System)

Sistem ABS ini memiliki empat komponen seperti sensor kecepatan a, katup pengereman, pompa dan kontroler. SEnsor kecepatan dapat membaca kecepatan putaran roda selama pengemudi mengendarai mobil. Katup pengereman dikendalikan oleh kontroler ABS. Setidaknya ada tiga katup yang dikendalikan, seperti katup yang tidak tertutup yang dapat meneruskan minyak rem tanpa hambatan, katup kedua yang merupakan kebalikan katup pertama, menghalangi perpindahan minyak rem, dan katup ketiga yang akan menghalangi sebagian minyak rem saat dialirkan, sehingga tekanan berkurang menjadi setengah, meskipun pengemudi menekan rem penuh.

Kemudian pompa rem memiliki fungsi mengembalikan tekanan pada jalur pengereman yang dilepaskan katup ke rem. Lalu, controller akan mengendalikan katup untuk mengolah data dari sensor kecepatan yang berada di seluruh bagian roda kendaraan. Cara ini akan mencegah terjadinya penguncian pada ban roda saat melakukan rem secara mendadak. Sistem ini sudah lama disematkan, apalagi untuk balapan.

Baca juga: Serba-Serbi Oli Mesin Mobil yang Perlu Anda Ketahui

Kehadiran sistem ini menghindari penguncian terhadap keempat roda, dengan begitu mobil akan lebih mudah dikendalikan. Semua bagian ban pada mobil akan melakukan pengereman yang dapat menghindari ban panas. Saat itu mobil akan membuat jarak pengereman menjadi lebih pendek dan daya cengkram ban masih didapatkan.

EBD ( Electronic Brake-force Distribution)

 Sementara itu fitur EBD berfungsi membagi tekanan pengereman secara merata ke masing-masing roda mobil. Tekanan akan disesuaikan dengan daya yang bermacam-macam tergantung kondisi beban setiap roda. Fitur EBD yang tersemat memiliki kemampuan menyempurnakan fungsi ABS. Keduanya berharmonisasi untuk membuat mobil terhindar dari kemungkinan tergelincir. Kondisi jalan menjadi salah satu faktor kelihaian menyetir juga paduan insting. Jalan dengan keadaan licin atau berpasir akan memungkinkan terjadinya mobil tergelincir.

Kewaspadaan pengemudi sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini. Saat pengereman mendadak, EBD akan bekerja membuat sebagian beban mobil akan bertumpu pada roda bagian depan. Roda depan akan lebih berat jika dibandingkan roda belakang saat kondisi tersebut. Jika tekanan sama tapi beban tumpuan berbeda akan berpotensi selip pada ban belakang dan ban depan kehilangan cengkraman.

ESC (Electronic Stability Control)

cara rem mendadak

 Selain ABS dan EBD, fitur ESC atau Electronic Stability Control ini merupakan fitur canggih yang berkaitan dengan pengereman. ESC akan mengkalkulasi berapa penguncian traksi yang diperlukan pada roda belakang dan depan. Hal tersebut menghindari tergelincirnya mobil saat dalam posisi terkendali. Selain kondisi jalan, berat kendaraan dan tekanan ban juga memengaruhi pengereman tersebut.

Baca juga: Manfaat Memanaskan Mesin Mobil Setiap Hari

Anda dapat memastikan apakah beban tidak melebihi kapasitas daya angkut mobil, serta melakukan pemeriksaan terhadap tekanan angin pada ban mobil. Kontrol Stabilitas Elektronik ini menjadi satu alat keselamatan kendaraan penting. ESP ini dapat mereduksi peluang pengendara dan penumpang terlibat kecelakaan fatal lebih dari 25 persen. Sistem ini fokus membantu menjaga kendaraan tetap berada di jalan, terkontrol, dan selalu berada pada jalan yang benar. Hasil dari pengontrolan yang dilakukan seperti memutar setir, menekan pedal gas atau rem akan dimonitor melalui sensor.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Comments are closed.