Serba-Serbi Oli Mesin Mobil yang Perlu Anda Ketahui

Mobil

Tak hanya bensin, mobil juga membutuhkan oli. Terdengar sepele, faktanya banyak informasi seputar oli mesin yang perlu Anda ketahui.

Bagi Anda yang memiliki mobil, tentu Anda perlu mengecek kondisinya secara rutin agar mobil selalu dalam keadaan prima dan terhindar dari kerusakan. Salah satu faktor yang perlu rutin dicek tak lain adalah oli mesin. Ya, oli mesin merupakan salah satu komponen penting yang ada pada mobil.

Fungsinya, tak lain adalah sebagai pelumas, pembersih, pencegah panas, serta pencegah karat di dalam mesin. Dengan adanya oli, perputaran di dalam mesin menjadi halus dan tidak menimbulkan gesekan antara partikel mesin satu dengan yang lainnya.

Setiap jenis mobil memiliki spesifikasi oli yang berbeda. Oleh karena itu, setiap pengguna mobil perlu mengetahui oli apakah yang sesuai dengan mesin mobil yang digunakan. Salah memilih oli mesin dapat berakibat buruk pada mesin dan partikel lainnya. Lalu, bagaimana memilih oli mesin yang baik? Berikut penjelasannya!

Baca juga: Tune Up Mobil: Ini Pengertian dan Tata Caranya!

Tip Memilih Oli Mesin yang Baik

Kenali Kendaraan Anda

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali spesifikasi mesin kendaraan serta lingkungan di mana Anda akan berkendara. Anda harus memperhatikan mulai dari suhu, kelembapan udara, hingga debu. Di buku manual kendaraan pada bagian perawatan, servis, ataupun spesifikasi, Anda akan menemukan tentang teknologi mesin dan spesifikasi dari oli yang sesuai dengan mesin agar tidak salah pilih. Termasuk berapa liter oli yang dibutuhkan. Anda tidak perlu khawatir mengenai merek, karena selama spesifikasinya dapat diterima oleh mesin mobil maka pemilihan oli mesin pun dapat dikatakan sudah benar.

Pemilik mobil sebaiknya memilih oli yang tepat, karena oli ini nantinya akan sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahan bakar jangka panjang. Anda tentu ingin mobil dapat bertahan ketika berada di jalan macet atau di perjalanan jauh.

Perhatikan Tingkat Kekentalan

Tingkat kekentalan pelumas adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu. Kode pengenal oli adalah berupa huruf SAE, yang merupakan singkatan dari society of automotive engineers — salah satu badan yang berwenang untuk menentukan fungsi dan tingkat kekentalan oli mesin. Angka yang mengikuti di belakangnya menunjukan tingatan kekentalan oli tersebut, sedangkan huruf W yang terdapat di belakang angka awal merupakan singkatan dari winter.

Baca juga: Perbedaan Busi Mobil Standard, Platinum, dan Iridium

Contoh tingkat kekentalan oli adalah SAE 10W-40 yang berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 40 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli mesin akan memberikan perlindungan optimal saat mesin dinyalakan pada kondisi ekstrem sekalipun. Sementara itu, dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

Pilih Oli dengan Formula Anti Heat Technology dengan Activepolymer

Pelumas mesin ini dirancang untuk menghadapi medan berkendara perkotaan yang akrab dengan kemacetan, panas, dan berdebu. Dengan dua teknologi ini, oli mesin akan melapisi bagian internal mesin untuk mengurangi gesekan dan membebaskan mesin dari kerak sisa pembakaran. Hingga mampu menjaga temperatur mesin agar tetap stabil sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar, mesin tidak cepat panas, tarikan lebih enteng, suara mesin lebih halus, dan meningkatkan keawetan mesin. Activepolymer sendiri mampu bekerja secara aktif melumasi ke bagian mesin yang bekerja terberat.

Kualitas oli juga dapat dilihat dari American Petroleum Institute, yaitu salah satu badan yang berwenang untuk melakukan uji coba terhadap oli dan tingkat kualitas oli. Kode API selalu diawali dengan huruf S untuk oli mesin bensin dan C untuk oli mesin diesel. Contoh klasifikasi API adalah SA, SE, SJ, SM dan seterusnya, di mana huruf kedua setelah S menunjukkan kualitas serta daya tahan oli tersebut. Makin tinggi abjad di belakang huruf S maka makin tinggi pula kualitas perlindungan yang diberikan oleh oli tersebut karena semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen mesin dan semakin cocok dengan kebutuhan mesin modern.

Baca juga: Manfaat Memanaskan Mesin Mobil Setiap hari

Pilih Oli Sintetis

Ada bebrapa kelebihan oli sintesis dibandingkan dengan oli mineral, di antaranya:

  1. Lebih stabil pada temperatur tinggi sehingga kadar penguapan rendah.
  2. Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin.
  3. Membuat sirkulasi lebih lancar pada waktu dinyalakan saat cuaca dingin.
  4. Melumasi dan melapisi metal lebih baik.
  5. Mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin.
  6. Tahan terhadap oksidasi sehingga lebih tahan lama, ekonomis dan efisien.
  7. Mengandung detegen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak.

Oli sintetis dianggap lebih baik daripada semi sintesis dan mineral, karena memiliki berbagai keunggulan seperti mulai dari lebih tahan oksidasi, pelumasan lebih merata, tidak mudah menguap dan bisa bekerja lebih maksimal meskipun temperatur mesin tinggi. Oli ini biasanya disarankan karena mampu mengaliri dengan sempurna mesin-mesin berteknologi terbaru seperti turbo supercharger atau DOHC yang membutuhkan pelumasan lebih baik di mana celah antar logam lebih presisi.

Dampak Telat Mengganti Oli Mesin

Selain memilih oli yang cocok, ada satu lagi yang perlu diperhatikan oleh pengguna mobil, yaitu jadwal mengganti oli mesin. Umumnya, oli mesin diganti tiap 10.000 km atau paling tidak tiga bulan sekali. Hal ini berpengaruh pada performa dan kondisi mesin mobil Anda.

Jika Anda telat mengganti oli dan hal tersebut terjadi berulang kali dan berlangsung lama, dampaknya cukup serius pada kondisi mobil Anda, seperti:

Overheating

Overheating merupakan sebuah istilah di mana mesin mobil mengalami kenaikan suhu dan menjadi panas. Ketika oli mesin mobil tidak diganti, maka performa kerja oli sebagai pendingin mesin mobil tidak akan bekerja secara maksimal. Akibatnya, mesin mobil tersebut akan menjadi cepat panas atau overheat.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Kualitas Mesin Menurun

Oli yang tidak diganti tepat waktu akan memberikan dampak pada kinerja mesin. Oli mesin memiliki fungsi untuk membantu memaksimalkan kinerja mesin. Oli yang tidak diganti akan menjadi semakin hitam dan kental, sehingga fungsi oli sebagai pelumas komponen mesin akan menurun dan berakibat pada kinerja mesin yang juga menurun. Suara mesin juga akan menjadi semakin kasar, serta mesin mobil akan sulit dinyalakan.

Komponen Mesin Mengalami Kerusakan

Ketika oli mesin mobil sudah lama tidak diganti, secara otomatis oli mobil yang sudah terlalu kental dan kotor akan berakibat pada rusaknya komponen bagian dalam mesin. Bagian mesin yang terkena dampaknya adalah silinder, piston, dan sebagainya. Oli yang dibiarkan terlalu lama dalam mesin mobil dapat menyebabkan mesin bekerja secara berlebihan, dan berpotensi menimbulkan karat, goresan, dan yang paling parah terbakar.

Itulah hal-hal seputar oli mesin mobil yang perlu diperhatikan. Agar kendaraan tetap terjaga dan terhindar dari kerusakan yang parah, sebaiknya pilihlah oli yang tepat dan rutin mengganti pada waktu yang ditentukan.

Comments are closed.