Spooring & Balancing: Berapa Sering Baiknya Mobil Diservis?

Mobil

Mengimbangi durasi pemakaian kendaraan, tentunya mobil butuh perawatan seperti servis spooring dan balancing. Sebaiknya, berapa sering mobil diservis?

Anda mungkin pernah mencoba mobil yang usianya tidak terlalu muda tapi masih sangat nyaman untuk dikendarai. Kemungkinan besar itu disebabkan pemilik mobil rutin melakukan spooring.

Sementara itu, tidak jarang mobil yang relatif baru tapi kurang nyaman, terutama di bagian kaki-kaki. Ada suara berisik di bagian bawah. Atau setiap kali ada jalan yang tidak terlalu rata, getarannya begitu terasa. Mobil tersebut perlu diservis spooring.

Jadi, sebenarnya bukan tua atau mudanya yang menentukan kenyamanan sebuah mobil. Meskipun mobil Anda tua, Anda akan merasa nyaman ketika Anda rutin melakukan spooring. Lain hal jika Anda punya mobil yang muda tapi tidak terlalu memperdulikan hal yang satu ini. Mobil Anda akan jauh dari kata nyaman.

Namun, Anda juga perlu tahu apa itu balancing. Banyak orang yang tidak bisa membedakan apa itu spooring dan apa itu balancing. Untuk itu, pahami dulu perbedaan antara kedua hal tersebut.

Baca juga: Mobil Tua: Tip Merawatnya Agar Tetap Prima

Perbedaan antara Spooring dan Balancing

Sangat wajar jika banyak orang yang tidak bisa membedakan antara spooring dan balancing. Pasalnya, servisnya sendiri sama, yaitu di bagian kaki-kaki mobil. Selain itu, biasanya keluhannya sama. Jika kaki-kaki kurang bagus dan mobil kurang nyaman karena terasa begitu bergetar, maka bengkel akan melakukan spooring dan juga balancing.

Sebenarnya, ada perbedaan antara dua hal tersebut. Balancing merupakan upaya bengkel untuk memasitkan putaran ban mobil stabil. Untuk itu, biasanya ban diberi pemberat atau yang disebut dengan besi tempat. Ini ditempelkan pada vel ban mobil. Dengan demikian, ban akan lebih stabil ketika berputar. Ini membuat mobil begitu nyaman saat dikendarai.

Lalu, bagaimana dengan spooring? Ini merupakan servis yang dilakukan oleh petugas bengkel untuk mengembalikan pengaturan roda pada settingan awal. Dalam hal ini, setiap pabrikan memiliki setting dengan angka yang berbeda-beda pada setiap mobil yang mereka produksi. Nah, servis ini dilakukan agar setting kembali pada angka sesuai dengan yang dianjurkan oleh pilihan pabrikan.

Sampai di sini, sudah jelas kan perbedaan antara kedua jenis servis tersebut?

Baca juga: Kenali Masalah dan Cara Merawat Power Steering

Manfaatkan Spooring untuk Mobil

Pada intinya, servis ini perlu dilakukan untuk membuat mobil kembali nyaman saat dikendarai. Ada beberapa tanda ketika Anda sebaiknya membawa mobil Anda ke bengkel untuk dilakukan spooring, yaitu:

1. Setir Menjadi Lebih Berat

Salah satu tanda adanya masalah pada bagian kaki-kaki mobil adalah ketika setir terasa berat. Jika Anda sering menggunakan mobil, Anda pasti merasakan ketika setir tiba-tiba berat.

Semakin parah jika ternyata setir lebih condong ke salah satu arah. Coba saja Anda lepaskan setir ketika mobil melaju pelan. Jika mobil cenderung berbelok ke kiri atau ke kanan, itu tandanya kaki-kaki perlu dilakukan spooring.

Jangan tunda, karena ini bukan masalah kecil. Semakin lama Anda biarkan hal tersebut, maka setir bisa tidak bisa berputar kembali ke posisi awal ketika Anda berbelok.

2. Setir Bergetar

Pernahkah Anda mengendarai mobil dengan kecepatan di atas 80 km/jam dan Anda merasakan ada getaran pada setir? Jika ya, itu artinya ada masalah pada kaki-kaki. Waktunya Anda untuk spooring.

Ini tidak boleh dibiarkan. Ini berbahaya sekali terutama ketika Anda sering melakukan perjalanan jauh dengan mobil Anda. Getaran setir tersebut bisa membuat Anda sulit untuk mengendalikan setir. Selain itu, biasanya getaran tersebut juga terasa pada bagian kaki sehingga ban cepat gundul.

Jadi, jangan sepelekan hal yang satu ini. Jika terasa getaran pada setir ketika Anda melaju pada kecepatan tertentu, segera bawa mobil Anda ke bengkel untuk dilakukan spooring.

3. Ban Tipis Pada Bagian Tertentu Saja

Terkadang, tidak ada tanda seperti getaran pada setir. Akan tetapi, ada sisi ban yang lebih tipis dari sisi yang lain. Ini juga tanda bahwa mobil Anda butuh diservis spooring.

4. Ban Depan dan Belakang Tidak Lurus

Sesekali, sebaiknya Anda melihat jejak ban mobil Anda. Apakah antara ban depan dan belakang lurus? Jika masih lurus, maka tidak ada masalah.

5. Guncangan Saat Berbelok

Getaran pada setir dan ban tidak hanya terasa ketika mobil melaju pada kecepatan tertentu. Saat membelok pun getaran bisa berbunyi. Dan ini terasa hingga ke setir. Saat itulah segera bawa mobil Anda ke bengkel spooring.

Nah, sekarang sudah tahu kan tanda-tanda ada masalah pada kaki-kaki mobil?

Baca juga: Hitung-Hitung Biaya Rutin Servis Mobil

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Kapan Anda Sebaiknya Melakukan Spooring dan Balancing?

Sekarang, yang sering ditanyakan oleh kebanyakan orang adalah kapan servis spooring harus dilakukan.

Sebenarnya, tidak ada jadwal yang pasti. Sama seperti halnya kapan Anda harus mengganti oli. Memang dari pabrikan, Anda disarankan untuk mengganti oli setiap enam bulan sekali. Bagaimana jika Anda sangat sering menggunakan mobil untuk perjalanan luar kota? Tentu tidak harus menunggu enam bulan, kan?

Begitu juga sebaliknya. Bagaimana jika Anda jarang sekali menggunakan mobil? Tentu Anda boleh mengganti oli mesin lebih enam bulan sekali.

Sama halnya dengan tindakan spooring. Dari pabrikan, disaranakan servis bagian kaki-kaki ini dilakukan enam bulan sekali. Akan tetapi, bisa saja sebelum enam bulan, Anda harus bawa ke bengkel.

Ini tergantung pada kondisi jalan yang sering Anda lewati. Semakin buruk kondisi jalan yang Anda lewati, sebaiknya semakin sering Anda melakukan spooring. Jika Anda selalu melewati jalan aspal, sepertinya Anda tidak terlalu merisaukan masalah hal tersebut.

Comments are closed.