STNK Mati 2 Tahun, Kendaraan Jadi “Bodong”, Apa Benar?

Mobil


Notice: get_currentuserinfo is deprecated since version 4.5.0! Use wp_get_current_user() instead. in /home/frwwwartikel/public_html/wp-includes/functions.php on line 3896

STNK yang mati dapat membuat pemilik kendaraan terkena sanksi. Tapi, jika STNK mati 2 tahun atau lebih, kabarnya kendaraan tersebut dianggap “bodong”. Sebelum salah kaprah, lebih baik cari tahu dulu peraturan resminya dari Ditlantas Polda Metro Jaya.

Kabar tentang kendaraan bermotor akan dianggap “bodong” bila STNK mati selama 2 tahun atau lebih sudah tersebar luas. Tentu hal ini menimbulkan keresahan bagi orang-orang yang memiliki kendaraan bermotor dan belum memperpanjang STNK-nya.

Tapi, nyatanya hal ini tidaklah benar. Kendaraan dengan STNK mati 2 tahun tidaklah menjadi kendaraan “bodong”, melainkan penghapusan data kendaraan.

Secara sepintas, kondisi tersebut tak ada bedanya dengan kendaraan “bodong”. Tapi, jika dibahas lebih jauh, tentu kita akan mengetahui bahwa kendaraan dengan STNK mati 2 tahun masih bisa kembali menjadi kendaraan dengan data yang resmi dari Ditlantas Polda Metro Jaya. (Baca juga: Cara Mengurus STNK Hilang? Ini Prosedurnya!)

Agar lebih jelas, mari cari tahu informasi yang jelas seputar kendaraan bermotor dengan STNK mati 2 tahun berikut ini!

Aturan Terkait Kendaraan dengan STNK Mati 2 Tahun

Ditlantas Polda Metro Jaya sebagai badan yang membuat peraturan seputar kendaraan bermotor tentu memiliki dasar yang kuat dan jelas tentang peraturan kendaraan bermotor dan surat-surat pendukungnya. Ada beberapa pasal dan ayat yang tercantum pada Perkap No. 5 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa data kendaraan dengan STNK mati 2 tahun dapat dihapus. (Baca juga: Apa Saja Proses dan Syarat Perpanjang STNK Online)

Pertama, pasal 110 ayat 1 yang berisi tentang data pada kendaraan bermotor dapat dihapus atas tiga dasar, yaitu permintaan pemilik kendaraan, pertimbangan pejabat Rengident kendaraan, dan pertimbangan pejabat yang berwenang di bidang perizinan penyelenggaraan kendaraan.

Kemudian di pasal 114 yang menjelaskan tentang proses penghapusan data kendaraan bermotor yang mengharuskan petugas memberikan cap “dihapus” pada Kartu Induk dan Buku Register pada Rengident kepemilikan dan pengoperasian kendaraan bermotor pada data di komputer dan di BPKP kendaraan tersebut.

Bila data telah dihapus, maka pemilik kendaraan bermotor tidak bisa lagi meregistrasi ulang data dan membayar pajak serta denda yang dijatuhkan.

Buat Ulang Data Kendaraan Saat STNK Mati 2 Tahun

Pemilik kendaraan yang STNK-nya mati 2 tahun atau lebih memang tidak dapat meregistrasi ulang data kendaraannya dengan data yang sudah tertera di Ditlantas Polda Metro Jaya. Tapi, bukan berarti kendaraan tersebut menjadi “bodong”. Ada satu opsi yang dapat ditempuh untuk kembali mendaftarkan data kendaraan. Prosesnya sama seperti membeli mobil baru, yaitu perubahan data dari kendaraan off-the-road menjadi on-the-road.

Maksudnya, pemilik kendaraan perlu mengurus data kendaraan laiknya mobil yang baru dibeli. Segala surat-surat dan pajak kendaraan diatur ulang sesuai dengan kebijakan yang berlaku di tahun yang berlaku. Jadi, kendaraan Anda akan mendapatkan plat nomor serta surat-surat baru, berikut dengan pajaknya. Jadi, dapat dipastikan pajak kendaraan akan lebih besar daripada sebelumnya.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Jadi, tak ada istilah kendaraan menjadi “bodong” bila STNK mati selama 2 tahun dan lebih. Tapi, alangkah baiknya jika Anda memperpanjang STNK sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk menghindari penghapusan data kendaraan dan mengharuskan Anda mengurus data baru.

Comments are closed.