Pengertian, Jenis, dan Cara Pengunaan Tachometer

Mobil

Tachometer memang menjadi salah satu alat ukur yang sering digunakan untuk menujukan titik aman dan berbahaya pada suatu mobil, pesawat, dan juga dunia medis.

Menurut Wikipedia, tachometer adalah sebuah alat pengujian yang dirancang untuk mengukur kecepatan rotasi dari sebuah objek, seperti alat pengukur dalam sebuah mobil yang mengukur putaran per menit (RPM) dari poros engkol mesin.

Kata tachometer berasal dari kata Yunani tachos yang berarti kecepatan dan metron yang berarti untuk mengukur. Perangkat ini pada masa sebelumnya dibuat dengan dial, jarum yang menunjukkan pembacaan saat ini dan tanda-tanda yang menunjukkan tingkat yang aman dan berbahaya. Pada masa kini telah diproduksi tachometer digital yang memberikan pembacaan numerik tepat dan akurat dibandingkan menggunakan dial dan jarum.

Sebelum secanggih sekarang, alat pengukur ini sebelumnya dibuat dengan dial, yaitu berupa jarum yang menunjukkan pembacaan saat ini dan tanda-tanda yang menunjukkan tingkat yang aman dan berbahaya. Namun, dengan perkembangan teknologi, alat pengukur ini sudah banyak dibuat digital yang memberikan pembacaan numerik tepat dan akurat dengan hasilnya ditampilkan pada layar LCD berupa angka. Nah untuk Anda yang masih kurang familiar dengan alat pengukur ini, berikut ulasan selengkapnya.

Baca juga: 3 Peralatan Kesehatan untuk Mengetahui Efektivitas Olahraga Anda

Penggunaan Tachometer

Alat pengukur ini bukan hanya bisa digunakan untuk mobil saja, tetapi pesawat bahkan dunia medis pun sering menggunakan alat ini, Tentu kebutuhannya untuk hal yang berbeda-beda. Nah, agar lebih jelas lagi, berikut ini pengunaan Tachometer untuk ketiga hal tersebut.

jenis tachometer

Penggunaan Pada Mobil

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa alat ini digunakan untuk mengukur kecepatan putaran perangkat mekanik atau mesin, yang biasanya ditunjukkan dalam satuan RPM. Alat ini digunakan untuk memantau RPM dalam mobil karena jika mesin dipacu dengan nilai RPM yang terlalu tinggi maka dapat mengurangi umur pemakaian mesin secara drastis menjadi lebih pendek.

Penggunaan dalam Pesawat

Pesawat biasanya ditempatkan satu tachometer pada tiap tiap mesin. Pada pesawat yang masih menggunakan menggunakan baling-baling seperti Helicopter, alat pengukur ini juga diperlukan pada tiap baling-baling. Putaran mesin pesawat biasanya memiliki nilai RPM yang lebih tinggi dari pada nilai RPM pada baling-balingnya. Dengan menggunakan rpm meter secara terpisah pada tiap tiap bagian yang berbeda, maka pilot pesawat atau awak pesawat dapat mengetahui apakah ada masalah dengan bagian tertentu pada pesawatnya.

Penggunaan dalam Medis

Baru baru ini rpm meter juga dikembangkan dalam dunia medis atau kedokteran. Dengan menempatkan turbin kecil, seperti pada alat yang disebut haematachometer dalam arteri atau vena, maka seorang dokter dapat memanfaatkan prisip kerja pengukur kecepatan ini untuk menyimpulkan laju aliran darah dengan cara melihat kecepatan putaran turbin. Dari situ seorang dokter dapat mendiagnosa masalah peredaran darah seperti penyumbatan arteri dll.

Baca juga: Aksesoris Mobil Musim Hujan Yang Harus Dipersiapkan

Jenis-Jenis

jenis tachometer

Optic

jenis optic (non contact) adalah sebuah alat untuk mengukur kecepatan sudut putar atau rpm. Alat ini terdiri dari jalur atau garis (stripe) yang terdapat di dalam sbuah batang lalu atau photosensor yang menghadap pada batang tersebut.
Cara kerjanya adalah setiap batang tersebut berputar, maka photosensor akan mendeteksi jumlah stripe yang melewatinya. Kemudian akan menghasilkan output yang akan berbentuk pulsa. Pada gelombang pulsa tersebut periode kebalikan dari kecepatan reguler yang dapat diukur dengan menggunakan rangkaian counter seperti yang digambarkan pada encoder batang optik.
Keunggulan gerigi optic ialah memiliki photosensor sehingga dapat mendeteksi setiap garis yang melewatinya, sedangkan kelemahannya tidak dapat merasakan posisi dan jarak, namun dapat diatasi dengan memasang 2 buah photosensor.

Rotor Bergigi

Untuk jenis ini, terdiri dari sebuah sensor tetap dan sebuah pemutar gerigi, roda, dan bahan besi. Ada dua jenis sensor yang digunakan, yaitu Variable Reluctance Sensor dan Hall Effect Sensor. Cara kerjanya adalah rotor berputar, kemudian bagian rotor bergigi yang akan diukur.
Sensor yang berupa magnet akan mendeteksi setiap gerigi tersebut yang melewatinya. Setiap gerigi melewatinya maka medan magnet akan bertambah dan menginduksi tegangan pada belitan kawat sehingga akan dihasilkan pulsa. Pulsa tersebut akan dikonversi menjadi sebuah gelombang kotak yang bersih dengan rangkaian ambang detector.
Keunggulan gerigi ini adalah memberikan sebuah pulsa setiap waktu apabila gigi besi melewatinya dan menghasilkan pulsa yang berupa sinyal kotak yang jernih.

Baca juga: 3 Fungsi Utama Peredam Panas Pada Kap Mesin Mobil

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

DC

jenis tachometer

Tachometer DC adalah sebuah generator DC yang memproduksi tegangan keluaran DC yang proporsional dengan kecepatan batang. Terdiri dari magnet permanen dan bagian yang beputar yang terbuat dari koil, dan juga terjadi konversi langsung.
Prinsip kerjanya adalah terjadinya proses konversi langsung antara kecepatan dan tegangan. Alat ukur inilah yang digunakan dalam praktikum instrumentasi kelautan. Keunggulan jenis DC ini ialah untuk menjaga inersia turun dapat diatasi dengan penggunaan sikat, sedangkan kelemahan sendiri yaitu penggunaan sikat untuk menjaga inersia dapat aus.
Itulah informasi-informasi seputar yang bisa Anda ketahui.

Comments are closed.