Pahami Tilang Elektronik, Proses Tilang Terkini

MobilMotor

Tilang elektronik seringkali dianggap sama dengan e-Tilang. Padahal, dua jenis tilang ini berbeda. Pahami bedanya dan prosedurnya di bawah ini!

Kemajuan teknologi berdampak besar pada berbagai hal, tak terkecuali di bidang keamanan lalu lintas. Dulu, polisi melalukan tilang pada pengendara yang bermasalah secara langsung di jalan raya dengan cara memberhentikan pengendara di pinggir jalan. Kini, hal tersebut sudah mulai bisa ditinggalkan.

Mengapa? Kini sudah ada proses penilangan baru, yakni tilang elektronik. Tilang satu ini tidak mengharuskan polisi menindak secara langsung di jalan raya, melainkan menggunakan CCTV dan elemen pendukung lainnya.

Apakah tilang jenis ini berbeda dengan e-Tilang yang sudah terlebih dulu diterapkan di Indonesia? Untuk tahu lebih dalam soal ini, simak tulisan ini hingga selesai ya!

Baca juga: Yuk, Kenali Jenis-Jenis Rambu Lalu Lintas di Indonesia

Tilang Elektronik Berbeda dengan e-Tilang

Mungkin banyak dari Anda yang bertanya apa sih bedanya ETLE dan e-tilang? Toh intinya sama-sama penindakan atas sebuah pelanggaran. Tapi ternyata beda banget. Pengertian ETLE adalah sistem yang memotret pelanggaran di jalan raya melalui kamera CCTV. Kamera pengintai tersebut tersambung langsung ke TMC Polda Metro Jaya.

Kalau ada pelanggaran yang ditemukan, petugas akan mencari data dari pelat nomor kendaraan pelanggar. Selanjutnya akan dikirimi bukti dan surat tilang ke alamat pemilik kendaraan sesuai dengan STNK. Termasuk pula besaran denda yang harus dibayar melalui bank. Nah, jadi tidak ada sama sekali tatap muka antara petugas dan pelanggar, sehingga mencegah pungutan liar (pungli).

Saat ini, Polda Metro Jaya sudah mengimbau daftar ulang kendaraan, seperti balik nama, ganti pemilik, ganti warna, dan pembelian kendaraan seken wajib mencantumkan alamat email dan nomor ponsel. Nantinya surat tilang tinggal dikirim via email.

Sedangkan e-tilang tahap awal menuju ETLE. Tilang online ini mengandalkan aplikasi berbasis Android yang sudah terpasang di ponsel anggota polisi. Petugas tidak lagi mencatat pelanggaran pada kertas, tapi di aplikasi tersebut sehingga lebih cepat. Kemudian, petugas mengarahkan pelanggar untuk membayar denda di bank yang sudah terkoneksi dengan aplikasi tersebut. Sayangnya, masih ada tatap muka antara petugas dan pelanggar untuk penerapan sistem e-tilang.

Empat Titik Jalan Diawasi Kamera CCTV

Untuk saat ini, kamera CCTV di Jakarta baru dipasang di ruas Jalan Sudirman-Thamrin, tepatnya di Bundaran Senayan, persimpangan Sarinah, Bundang Patung Kuda dekat Monas, dan simpang Harmoni. Kamera ini siap mengintai para pengendara 24 jam penuh.

Kalau Anda lewat di Sarinah, Thamrin contohnya, kamera yang terpasang cukup banyak. CCTV ini mengawasi kendaraan yang lewat dari segala sudut. Penerapan ETLE atau tilang elektronik akan meluas ke kota besar lain, di antaranya Semarang, Gresik dan Malang.

Jenis Pelanggaran yang Kena Tilang Elektronik

Bagi Anda yang suka menerobos lampu merah, sekarang taati rambu lalu lintas daripada terkena tilang elektronik dari polisi. Sistem ETLE akan merekam perilaku pengendara yang lalu lalang di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin. Pelanggaran yang diawasi, antara lain:

– Pelanggaran ganjil-genap

– Pelanggaran marka dan rambu jalan

– Pelanggaran kecepatan

– Pelanggaran jalur busway

– Pelanggaran tata cara parkir dan berhenti

– Menerobos lampu lalu lintas

– Melawan arus

– Tidak menggunakan helm

– Tidak menggunakan sabuk pengaman

– Menggunakan ponsel saat berkendara

– Naik turun penumpang dan ngetem di sembarang tempat, dan

– Bonceng lebih dari satu.

Baca juga: Agar Tetap Waspada! Kenali Bermacam Jenis Operasi Lalu Lintas Polisi

Tilang Elektronik Berlaku untuk Kendaraan Pelat B, Non-Pelat B?

Tilang berbasis CCTV ini diterapkan untuk mobil dan motor berpelat B (Jabodetabek). Pasalnya sistem ETLE berhubungan dengan data kendaraan, jadi Dirlantas Polda Metro Jaya baru memiliki database pemilik motor dan mobil pelat B.

Meski demikian, bukan berarti kendaraan yang bukan pelat B bisa seenaknya. Tetap saja petugas di lapangan akan menindak pelanggaran dengan tilang manual. Bahkan rencananya Dirlantas Polda Metro Jaya akan mengkoneksikan sistem dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tahun depan, sehingga bisa menilang kendaraan di luar pelat B. Korlantas mempunyai seluruh data kendaraan di Indonesia.

Mekanisme Tilang Elektronik sampai Cara Membayar Denda

Mau tahu alur atau mekanisme sistem ETLE berjalan, mulai dari pelanggaran tertangkap kamera hingga cara mengurus tilang elektronik dan cara membayar denda? Ini dia!

  • Pelanggaran terekam kamera CCTV
  • Pengolahan data oleh petugas di back office TMC Polda Metro Jaya:
    (1) Pengecekan identitas kendaraan di database registrasi kendaraan bermotor (ranmor);
    (2) Membuat surat konfirmasi dan verifikasi;
    (3) Petugas mengirim surat konfirmasi beserta foto bukti pelanggaran ke alamat pemilik kendaraan yang melanggar sesuai dengan alamat STNK via pos, email atau SMS. Proses ini memakan waktu 3 hari setelah tanggal terjadinya pelanggaran
  • Data Klarifikasi:
    (1) Surat konfirmasi diterima oleh pemilik kendaraan yang melanggar. Pelanggar memberi jawaban atas konfirmasi melalui http://etle-pmj.info/ atau lewat aplikasi Android ETLE-PMJ atau mengirim surat konfirmasi ke posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya;
    (2) Pelanggar diberikan waktu selama 5 hari untuk melakukan konfirmasi benar tidaknya melakukan pelanggaran, konfirmasi subyek pengendara, atau konfirmasi kendaraan kalau sudah dijual pihak lain tapi belum balik nama;

Setelah konfirmasi, petugas akan kembali mengirim surat tilang biru kepada pelanggar sebagai bukti pelanggaran dan kode pembayaran virtual denda lewat bank.

Anda bisa langsung membayar denda ke bank, lalu bukti pembayaran diserahkan ke polisi. Jadi Anda tidak perlu ikut sidang. Tapi jika Anda tetap merasa tidak bersalah dan ingin ikut sidang, maka diberi waktu 7 hari.

Baca juga: Yuk Kupas Tuntas Tentang Pelanggaran Lalu Lintas

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Tak Konfirmasi dan Bayar Denda Tilang Elektronik, STNK Diblokir

Jika Anda melanggar, jangan main-main dengan surat konfirmasi yang sudah dikirim ke alamat Anda. Karena surat konfirmasi itu wajib dijawab seperti cara di atas. Apabila tidak merespons sampai batas yang sudah ditentukan, maka STNK Anda akan langsung diblokir sementara

Namun bila sudah mengonfirmasi ke pihak kepolisian, tapi tak membayar denda hingga waktu 7 hari setelah surat tilang biru dikirim, maka STNK akan diblokir sementara

STNK Anda baru bisa dibuka blokirnya jika Anda sudah membayar denda dan menyerahkan bukti pembayaran ke polisi.

Itulah segala hal seputar tilang elektronik yang perlu Anda ketahui. Sejatinya, apa pun jenis tilangnya, setidaknya Anda harus membiasakan diri untuk menaati setiap peraturan lalu lintas untuk keselamatan Anda dan pengendara lainnya ya!

 

Comments are closed.