Mengoptimalkan Transmisi Triptonic, Apa Kelebihan dan Bagaimana Caranya?

Mobil

Transmisi Triptonic memungkinkan pengendara merasakan sensasi mengendarai mobil bertransmisi manual tanpa harus repot menginjak dan mengatur kopling. Tentu, transmisi ini memiliki kelebihan yang tak dimiliki transmisi manual dan otomatis yang terdahulu. Oleh karena itu, memahami betul cara mengoptimalkan transmisi triptonic adalah solusi terbaik pengguna mobil bertransmisi canggih ini.

Setiap waktu, teknologi selalu menyuguhkan perkembangan yang signifikan dan tak jarang dapat merealisasikan sesuatu yang mungkin hanya ada dalam angan-angan. Tak terkecuali dalam bidang otomotif. Makin hari, para produsen kendaraan bermotor, khususnya mobil, berlomba-lomba menyajikan teknologi terbaru untuk memudahkan penggunaan produknya. Salah satu yang terbaru dan hampir diterapkan di setiap mobil adalah transmisi triptonic.

Mungkin, sebagian orang masih asing dengan teknologi ini. Transmisi triptonic merupakan gabungan antara transmisi manual dan otomatis alias matik. Dengan kata lain, pengendara dapat merasakan sensasi menyetir dengan transmisi manual tanpu perlu repot mengatur dan menginjak kopling terlebih dulu untuk melakukan perpindahan gigi.

Keunggulan Transmisi Triptonic

Pada awalnya, transmisi ini diperkenalkan secara publik oleh produsen mobil-mobil Eropa, seperti Porsche, Land Rover, Lamborghini, dan Volkswagen. Tapi kini, tak sedikit produsen mobil keluaran Asia yang sudah menerapkan transmisi triptonic pada produk-produknya.

Lalu, apa kelebihan transmisi canggih ini dengan dua transmisi sebelumnya, manual dan matik? Poin ini terletak pada akselerasinya. Mobil berbasis transmisi triptonic memiliki akselerasi yang hampir serupa dengan mobil bertransmisi manual dan tentunya jauh lebih baik dari transmisi matik biasa. Satu lagi hal nilai plus dari mobil bertransmisi triptonic ini adalah sudah terkomputerisasi dengan baik. Jadi, pengendara dapat menggunakan mode manual dengan memindahkan gigi sendiri atau dapat menjadi mobil matik secara total.

Secara keseluruhan, mobil dengan transmisi triptonic sangat memudahkan pengendaranya untuk merasakan sensasi berkendara yang lengkap. Tapi, bila Anda tidak dapat mengoptimalkan kemampuan transmisi ini, rasanya akan percuma teknologi secanggih ini disematkan di kendaraan Anda.

Nah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengoptimalkan kinerja mobil bertransmisi triptonic. Apa saja? Yuk, cari tahu!

Gunakan Saat Dibutuhkan

Mobil bertransmisi triptonic memungkinkan Anda berkendara dengan mode matik dan juga manual, tentu tanpa memerlukan pengaturan kopling. Tapi, jika Anda ingin menggunakan mode manual, sebaiknya digunakan pada saat dibutuhkan. Misalkan saat berkendara di dalam kota dengan tingkat kemacetan yang tinggi. Dengan mode ini, bila Anda dalam gigi satu, gas tidak menyala seperti dalam kondisi matik. Jadi, mobil akan lebih hemat bahan bakar.

Tapi, lain halnya ketika Anda berkendara di jalan bebas hambatan atau tol. Sebaiknya Anda menggunakan mode default atau matik untuk memudahkan Anda dalam berkendara.

Pastikan Kondisi Mesin dan CVT dalam Keadaan Prima

Mobil bertransmisi triptonic biasanya digabungkan dengan teknologi continuously variable transmission atau lebih akrab disebut CVT. Kedua teknologi ini tidak menerapkan gerigi pada perpindahan gigi sehingga jumlahnya tak terbatas. Dengan bantuan komputer, kedua teknologi ini digabungkan dengan apik sehingga menghasilkan kesan shifting gigi benar terjadi.

Maka dari itu, untuk optimalkan transmisi triptonic, Anda perlu memperhatikan kondisi mesin dan juga CVT. Kerusakan pada salah satu komponen akan membuat teknologi ini tidak berjalan baik pada mobil. Jadi, pastikan mesin dan CVT dalam keadaan prima saat Anda gunakan.

Ganti Oli Transmisi Secara Berkala

Moil bertransmisi triptonic pada dasarnya menganut sistem matik, jadi mesin bekerja meski dalam keadaan berhenti atau macet. Oleh karena itu, mengganti oli transmisi secara berkala sangatlah penting. Bila Anda merasa perpindahan gigi saat menggunakan mode manual sedikit terhambat atau kasar, itulah tanda kalau Anda perlu mengganti oli transmisi. Bila terus Anda paksakan, bukan hanya tidak optimal, mobil bahkan tidak bisa menyala.

Dengan menerapkan seluruh poin di atas, Anda akan merasakan sensasi berkendara berbeda karena telah mengoptimalkan transmisi triptonic. Setelahnya, berkendara akan lebih aman dan nyaman pastinya.

Comments are closed.