Tune Up Mobil: Ini Pengertian dan Tata Caranya!

Mobil

Tune up mobil sangat dianjurkan untuk dilakukan agar mobil tetap terjaga dan terawat. Lalu, apa saja komponen yang harus dilakukan tune up?

Tune up mobil merupakan kegiatan yang wajib dilakukan sebagai salah satu rangkaian kegiatan rutin dalam merawat mobil tersebut. Untuk melakukan tune up, tidak boleh sembarangan karena sudah ada jadwal khusus untuk mobil tersebut melakukan tune up. Pada umumnya, tune up mobil dilakukan setahun sekali dengan berbagai rangkaian perawatan dan juga pencegahan.

Ada banyak hal yang termasuk dalam tune up, contohnya seperti mengganti saringan udara, mengganti atau membersihkan busi, serta mengganti tutup distributor yang kotor. Tune up berasal dari kata tune dan up, artinya menyeting kembali. Jadi, tune up adalah sebuah pekerjaan untuk menstandarisasi semua komponen dan sistem pada kendaraan seperti semula baik dengan cara penyetelan, atau pembersihan. Lalu, apa saja tujuan dan cara untuk melakukan tune up?

Baca juga: Mobil Offroad Terbaik Tahun Ini, Mana Favorit Anda?

Tujuan dari Tune Up Mobil

  1. Mengembalikan performa mobil seperti baru.
  2. Mencegah terjadinya berbagai kerusakan pada mobil.
  3. Melakukan pengecekan beberapa komponen mobil apakah masih sehat atau harus diganti.

Perbedaan Tune Up dan Servis Biasa

Tune up memang dilakukan ketika Anda melakukan servis rutin ke bengkel, tetapi perlu diingat bahwa pekerjaan servis rutin dan tune up itu berbeda. Tune up memiliki variasi pekerjaan lebih banyak daripada servis biasa sehingga waktu dan biaya yang dikenakan juga bisa lebih tinggi.

Kalau servis biasa, itu hanya sebatas mengecek bagian seperti filter udara, pengecekan fluida, pengecekan sistem injeksi, dan pengecekan rem tanpa mengecek bagian di dalam mesin (tanpa pembongkaran berlebih). Namun pada pekerjaan tune up bagian dalam mesin seperti sistem katup juga akan dicek.

Baca juga: Spesifikasi dan Harga Honda Civic Estilo

Komponen Apa Saja yang Dicek Saat Tune Up?

Ada beberapa komponen mobil memang sangat sensitif sehingga diperlukan untuk pengecekan berkala. Lalu, komponen apa saja yang harus dicek saat tune up?

Pengecekan dan Pembersihan Filter Udara

Langkah awal dalam melakukan tune up mobil adalah mengecek bagian filter udara. Pada umumnya mekanik hanya akan membersihkan debu di permukaan filter menggunakan angin bertekanan. Namun, kalau kondisinya sudah sangat kotor, Anda harus menggantinya karena filter yang sudah sangat kotor akan sulit dibersihkan. Kalaupun dibersihkan, maka dalam waktu dekat filter langsung kotor kembali.

Pengecekan Karburator dan Throttle Body

Pada mobil dengan sistem non-injeksi (karburator) maka wajib dilakukan pengecekan dan pembersihan karburator. Biasanya akan dilakukan penyetelan RPM pada karburator, tetapi pada mesin yang sudah menggunakan sistem injeksi maka hanya ada pengecekan dan pembersihan throttle body.

Throttle body atau katup gas ini, biasanya dipenuhi dengan kerak di bagian dinding throttle body, sehingga perlu dibersihkan menggunakan cairan khusus (carbu cleaner), selain itu wajib juga dilakukan pengecekan ISC valve. Idle speed control (ISC) valve adalah katup otomatis untuk mengatur idle RPM mesin injeksi, kalau kondisinya kotor maka RPM bisa naik turun.

Baca juga: Apa Saja Deretan Mobil Termahal di Dunia 2019?

Pengecekan Celah Busi dan Pembersihan Busi

Pengecekan celah busi dilakukan untuk menjaga agar api yang keluar pada busi tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Memang celah busi sudah diatur dari pabrikan, tetapi karena terus berinteraksi dengan tekanan kompresi maka akan ada sedikit perubahan pada celah busi, oleh sebab itu penyetelan dan pembersihan perlu dilakukan saat tune up.

Pengecekan dan Penyetelan Celah Katup

Pada mesin dengan sistem katup konvensional (biasanya pada mesin non injeksi) juga wajib dilakukan penyetelan celah katup agar posisi katup bisa standar. Celah normal katup itu sekitar 0,2 sampai 0,3 mm. kalau lebih maka bisa menyebabkan suara berisik dan tenaga ngempos, namun kalau terlalu kecil bisa menyebabkan bocor kompresi.

Tapi pada mobil-mobil sekarang, tampaknya tidak perlu dilakukan penyetelan celah katup. Sekarang ini, umumnya mobil-mobil sudah menggunakan sistem HLA (hydraulic lash adjuster) yakni penyetelan celah secara otomatis memanfaatkan tekanan oli mesin.

Pengecekan Tegangan V Belt

Poin ini berlaku untuk semua jenis mobil, baik mobil injeksi atau manual. Sebab V belt wajib dicek dari kondisinya hingga ketegangannya. Kalau ternyata agak kendor maka mekanik akan melakukan penyetelan, namun penyetelan ini berlaku pada mesin dengan tensioner manual (tensioner ulir). Sementara pada mesin dengan tensioner pegas, kalau V belt kendor maka perlu diganti tensioner-nya atau perlu diganti V belt-nya. Tinggal mencari mana yang kondisinya rusak.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Pengecekan Baterai/Aki

Pada aki yang dicek adalah teganganya harus ada pada angka 12 Volt saat mesin mati dan maksimal 14 Volt saat mesin menyala. Selain tegangan, kapasitas arus yang dimiliki juga perlu dicek biasanya menggunakan battery tester. Untuk standar aru listriknya, tiap aki berbeda dan ini tercantum pada cover baterai. Khusus untuk aki reguler atau aki basah juga perlu dicek elektrolitnya, apakah masih bagus atau sudah lemah. Volume air juga perlu dicek.

Pengecekan Berbagai Fluida

Fluida yang dimaksud adalah oli mesin, oli transmisi, minyak rem, oli power steering, dan oli gardan. Saat pengecekan bukan hanya mengecek apakah volume cukup atau tidak, tapi juga dicek kondisinya apakah oli masih sanggup melumasi atau perlu diganti.

Dikarenakan item pekerjaan tune up itu lebih banyak, maka biayanya lebih mahal dari servis biasa. Setidaknya, satu kali tune up anda perlu menyediakan dana hingga Rp1 juta. Biaya tersebut bisa lebih besar tergantung jenis mobil Anda dan tergantung komponennya, apakah ada yang perlu diganti atau tidak.

Comments are closed.