Revolusi Sejarah dan Fakta Menarik VW Kodok, Penasaran?

Mobil

Kepopuleran yang mendunia terbukti membuat VW Kodok berhasil menjadi mobil legendaris yang bisa eksis selama lebih dari 75 tahun, penasaran dengan sejarah dan fakta-faktanya? Ini dia!

 Terkenal di dunia, tentu mobil yang lahir pada tahun 1938 ini juga menarik hati pasar di Indonesia. Mulai tahun 90-an hingga kini, walau produksinya sudah berhenti, mobil VW Beetle atau yang sering juga disebut dengan VW Kodok ini masih beberapa kali eksis di jalanan Indonesia sebagai mobil antik nan klasik. Bentuknya yang bulat layaknya seekor kodok raksasa membuatnya berbeda dari mobil kebanyakan yang saat itu berbentuk boxy yang dikeluarkan oleh pabrikan Jepang.

Baca juga: Deretan Mobil-mobil Ikonik dari Film Populer

Mobil ini didesain sebagai mobil yang terjangkau, praktis, dan bisa diandalkan. Mobil yang memiliki lekukan khas dan membulat ini pada tahun 1960an merupakan simbol dari etos ‘small is beautiful’ dan merupakan counter culture pada masanya.

Setelah sekitar 80 tahun diproduksi, akhirnya mobil ini dipensiunkan oleh Volkswagen. Namun, karena keberadaannya sekarang yang sudah sangat jarang, VW Kodok ini kini dijadikan mobil bagi para pengoleksi mobil-mobil antik.

Revolusi VW Kodok dari Masa ke Masa

sejarah vw kodok

80 tahun merupakan waktu yang panjang bagi mobil VW beetle ini mengalami berbagai revolusi, berikut sejarah dari masa ke masa hingga akhirnya produksi mobil ini dihentikan, sebagai berikut:

1938

VW Beetle dimulai dari ide Adolf Hitler untuk membuat mobil yang terjangkau bagi pekerja Jerman. Ferdinand Porsche diutus untuk mendesain mobil ini, dan kemudian mobil ini disebut Adolf Hitler sebagai ‘mobil rakyat’.

Saat itu VW yang belum bernama Beetle ini punya mesin di belakang dan punya nama Type 1. Tapi produksi masal bekas karena Perang Dunia II dan beberapa mobil tetap dibuat untuk perwira militer

1946

Sejarah pun berlanjut, mengikuti akhir peperangan, pabrik VW akhirnya dikuasai oleh Inggris. Lalu di akhir 1946, lebih dari 10.000 mobil dan satu juta kemudian 1 juta sudah terjual.

1959

VW Beetle atau VW Kodok ini pernah menjadi ikon dari ‘kecil itu cantik’. Hal itu berawal dari ide iklan mobil kecil ini di Amerika Serikat. Ide ini dari hasil karya William Bernardo dari agensi periklanan New York bernama Doyle Dane Bernback.

1969

Tipe 1 mendapat nama resmi Beetle, dan pada tahun itu juga VW Beetle menjadi bintang film. Film ini berjudul ‘Herbie the Love Bug’ dengan model yang dipakai adalah 1963 Beetle dengan model balap dengan nomor 53. Dan pada 2018, mobil dalam film itu laku dalam lelang dengan nilai 128.700 dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp1,9 miliar.

1971

Pada tahun ini, Volkswagen mengenalkan model premium yang dikenal dengan Super Beetle. Mobil ini punya suspensi depan baru dan ruang lebih besar. Satu tahun setelahnya Beetle No. 15,007,034 mencetak angka Ford Model T sebagai mobil terlaris sedunia.

1988

Tahun ini adalah awal dari dimulainya Beetle baru setelah 60 tahun tidak berganti model secara drastis. Mobil ini punya mesin 2.000 cc empat silinder dengan tenaga 115 dk.

2018

Beetle membuat nama Volkswagen terangkat menjadi salah satu pabrikan mobil terbesar di dunia. Dan di tahun ini Volkswagen mengumumkan akhir dari Beetle setelah penjualan turun sejak 2013. VW akan merilis dua model terakhirnya Edisi Final SE dan Finale Edition SEL. Dapatkan harga mulai dari Rp 387 juta dan sama-sama hadir dalam versi convertible.

Fakta-fakta Menarik Mobil VW Kodok

sejarah vw kodok

Menjadi salah satu mobil antik, seri ni memang memiliki daya tariknya tersendiri. Berikut beberapa fakta menarik tentang mobil unik satu ini, sebagai berikut:

Lahir Atas Titah Adolf Hitler

Pada tahun 1938, dalam usahanya untuk menciptakan mobil yang terjangkau bagi para pekerja, Adolf Hitler memerintahkan secara khusus seorang engineer bernama Ferdinand Porsche untuk mendesain mobil yang simpel sekaligus hemat untuk rakyat.

Baca juga: Mahalnya VW Golf Tidak Membuat Orang ‘Ogah’ Beli


Pada bulan Mei Hitler meletakkan batu pertama dalam pembuatan pabrik produsen mobil Volkswagen di Wolfsburg Jerman. Ketika perang dunia II produksi mobil ini dihentikan, namun beberapa mobil tetap diproduksi bagi para tentara perwira Jerman.

Pemasaran yang Brilian

Pada tahun 1949 mobil ini pun dijual di Amerika Serikat. Namun dikarenakan masih ada kekhawatiran tentang apa pun yang berasal dari Jerman, di tahun itu hanya ada dua buah VW Beetle yang terjual.

Butuh 10 tahun agar mobil ini bisa dikenal dan mulai laku di pasaran. Satu dekade kemudian, tepatnya pada tahun 1959 perusahaan mobil ini pun melancarkan kampanye yang unik untuk mendongkrak penjualan mobilnya.

Popularitas mobil mungil ini tidak lepas dari strategi marketing yang unik yang dilakukan oleh perusahaan advertising berbasis di New York bernama Doyle Dane Bernbach. Sang copywriter perusahaan itu mengenalkan frase “Think small” untuk menjual mobilnya.

Pada tahun 1999, media periklanan ternama, Advertising Age, menobatkan iklan VW Beetle ini sebagai salah satu iklan terbaik dalam satu abad. Brand ini sejajar dengan nama yang lebih dulu terkenal dalam dunia periklanan seperti Coca Cola, Marlboro, Nike, dan McDonalds.

Nama Unik di Setiap Negara

Karena bentuknya yang ikonik, mobil ini memiliki penamaan khas yang unik di setiap negara. Di negara Prancis misalnya, VW Beetle ini dikenal dengan nama Cocinelle yang berarti serangga betina.

Kemudian di Italia, mobil ini dipanggil dengan nama Fusca yang berarti kumbang. Kemudian di Meksiko mobil ini dikenal dengan nama Peta yang berarti kura-kura. Selain itu di Indonesia, mobil ini dikenal dengan Volkswagen kodok.

Simbol Pop Culture

Karena bentuknya yang unik dan berbeda, VW Beetle ini dipakai dalam beragam pemasaran musik atau film populer. The Beatles misalnya dalam cover album ternamanya Abbeys Road memuat mobil VW Beetle. Mobil ini kini dipajang dalam museum Volkswagen di Jerman.

Mobil ini juga menarik industri film Hoolywood. Film Herbie dan The Bug yang diproduksi Disney pada tahun 1960an misalnya. Mobil ini semakin terkenal di dunia, termasuk di Indonesia setelah dibuat remake-nya pada tahun 2005 yang dibintangi oleh Lindsay Lohan. Dalam lelang, mobil yang ada di film ini dilelang dan terjual dengan harga $126.500.

Dalam serial kartun Transformers juga Bumblebee merupakan bentuk transformasi dari VW Beetle. Kemudian pada kartun The Real Ghostbusters mobil ini pun dipakai oleh salah satu karakter serial kartun tersebut.

Mobil ini pun dipakai untuk menggambarkan seorang anak muda yang keren, misalnya dalam video klip musik Mandy Moore yang berjudul Candy yang dirilis pada tahun 1999. Singkatnya dari tahun 1960-2000an mobil ini identik dengan identitas anak muda yang ingin berbeda dari yang lainnya.

Produksi terakhir di tahun 2019

sejarah vw kodok

Kini penjualan VW Beetle semakin surut. Untuk pasar Amerika Serikat saja, pada tahun 2018 mobil ini hanya terjual sekitar 1500 unit. Hal ini tak lepas dari konsumen yang lebih menginginkan mobil jenis SUV.

Baca juga: VW Beetle: Si Kodok Canggih dan Elegan

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Berdasarkan pertimbangan di atas, akhirnya setelah sekitar 80 tahun diproduksi, VW mengumumkan akan memensiunkan mobil ikoniknya ini. Tepatnya pada 10 Juli 2019, VW Beetle resmi tak lagi diproduksi. Lokasi pabriknya di Meksiko kelak akan digunakan untuk memproduksi mobil VW jenis SUV untuk memenuhi pasar Amerika Utara.

Sejarahnya yang panjang pantas membuat mobil Kodok ini menjadi mobil legendaris yang mendunia. Apakah Anda merupakan salah satu penggemar mobil unik satu ini?

Comments are closed.