Rahasia di Balik Beda Warna Air Radiator

MobilMotor

Merah, kuning dan hijau adalah warna air radiator yang jamak ditemukan dipasaran. Lantas apa perbedaan dari ketiganya?

Para pengguna sepeda motor yang dilengkapi dengan radiator pastinya sudah tak asing dengan air radiator. Cairan yang kerap disebut radiator coolant  (RC) ini berperan penting dalam proses pendinginan mesin. Warna air radiator ini berbeda-beda tiap mereknya, karena itu banyak yang tidak paham bagaimana cara memilih yang tepat.

Beda Warna Air Radiator

perbedaan warna air radiator

Ada dua warna air radiator yang jamak ditemukan dipasaran yakni hijau, kuning dan merah. Karena dipasaran yang dipasarkan berbeda warna, banyak konsumen mempertanyakan mana yang lebih unggul dan apa beda kedunya. Padahal menurut para ahli beda warna air itu tidak memengaruhi kualitas sama sekali.

Justru hargalah yang berperan besar menentukan bagus tidaknya cairan pendingin motor Anda. Misalnya, RC yang dijual diatas harga Rp70ribu sudah pasti berkualitas baik, sementara jika harga masih dibawahnya perlu dicurigai. Jangan-jangan bukannya mendinginkan malah justru mendatangkan masalah lain.

Mengapa pilih yang mahal? Karena air radiator disusund dari berbagai bahan kimia yang membutuhkan biaya tidak sedikit seperti ethylen glicol, diethlyn glicol, sodium 2-ethyl hexanote, sodium neodecanote hingga rustinhibitor. Namun kesemua elemen ini jika disatukan tidak membentuk spektrum warna yang khas. Karena itulah kemudian produsen menciptakan warnanya sendiri. Warna air pada radiator hanya untuk keperluan estetika saja.

Baca Juga: Cara Mengkilapkan Body Mobil yang Kusam dengan Mudah Tanpa ke Salon Mobil

Lalu bolehkah mencampur air radiator yang dengan banyak warna? Hal ini tidak direkomendasikan ya. Zat perwatna adalah ciri atau strategi mereka tertentu yang pastinya setiap produsen punya pola yang berbeda ketika meracih air radiator. Karena itu jangan pernah mencampurnya ya jika tak ingin kendaraan Anda bermasalah.

Mengapa Air Radiator ini Penting?

pentingnya mengetahui warna air radiator

Meski proses mendinginkan mesin bisa dilakukan dengan air biasa. Jadi ketika kendaraan tengah mendinginkan mesin ini prosesnya harus dibantu dengan air. Air tersebut berfungsi membantu sirkulasi udara didalam mesin, sehingga mesin dapat mencapai temperatur ideal dengan lebih cepat.

Mesin yang terlalu panas bisa menyebabkan overheat, alhasil kendaraanpun bisa mogok ditengah jalan. Nah, meski proses pendinginan ini bisa dilakukan dengan air biasa namun sebagian besar APM (Agen Pemegang Merek) merekomendasikan penggunakaan RC dibanding air.

Mengapa? Karena air yang boleh digunakan benar-benar harus bebas dari mineral alkali dan asam. Air yang mengandung mineral dapat menimbulkan kerak dalam radiator, sifat asamnya juga bisa menyebabkan korosi. Karena sebagai awam kita tidak dapat memastikan apakah air yang digunakan bebas mineral dan asam, maka yang sudah pasti-pasti saja yakni dengan RC.

Baca Juga: Penting Sekali Untuk Memahami Simbol Indikator Mobil

Rc dibuat dengan air murni, glycok dan anti karat. Glycol inilah yang jadi kunci bagus tidaknya RC. Fungsinya menaikkan titik didih air dan menurunkan titik beku air. Fungsi pendingin ini pada akhirnya bukan mendinginkan temperatur, namun memperpanjang titik didih air hingga mesin punya temperatur stabil.

RC dijual dalam 2 kemasan. Kemasan langsung tuang dan kemasan konsentrat. Untuk kemasan konsentrat, biasanya kita mesti mencampurkan coolant dengan air. Karena di dalamnya hanya murni glycol. Kandungan lain adalah anti-karat yang membuat radiator tidak gampang bocor.

Karena itulah ketika memilih RC jangan lihat warnanya, tapi perhatikan spesifikasinya. Llihat kandungan glycol di dalamnya dan juga ada anti karatnya atau tidak. Jangan berpatok pada warna air saja. Karena warna merah, kuning maupun hijau itu tak punya keistimewaan apapun, hanya untuk terlihat menarik.

Memilih Air radiator yang Baik

memilih warna air radiator

Diatas sudah dijelaskan mengapa air radiator ini penting, fungsinya adalah menjaga agar mesin tidak overheat yang berakibat pada kematian mesin. Nah, mengingat fungsinya yang begitu kompleks maka perkata memilih RC ini juga harus diperhatikan seksama. Memang kita bisa gunakan air tanah namun bisa melahairkan resiko.

Air tanah ini punya titik didih rendah dan besar kemungkinan membentuk gelembung yang membuat mesin berkarat atau korosi. Sementara cairan pendingin yang diperlukan adalah yang tida cepat mencapai titik didih sehingga tidak menyebabkan komponen mesin rusak. Sayangnya, tidak sedikit juga produsen air radiator yang menjual cairan ini dengan komposisi kurang maksimal.

Akibatnya bisa beragam, mulai dari mogok bahkan hingga mesin terbakar. Jangan sampai Anda mengalami hal buruk tersebut. Ingat ya, warna air  ini tidak memperlihatkan kualitas namun sebagai estetika saja. Sementara untuk memilih air radiator yang bagus ada dua cara yang bisa Anda lakukan, yaitu Pertama, dipastikan adalah adanya kandungan glycol pada cairan tersebut. Zat ini adalah komponen paling penting yang berfungai menaikkan titik didih dan menurutunkan titik beku RC sendiri. Jika ada kandungan ini didalam cairan yang anda beli, maka tinggal lanjut ke tahap selanjutnya.

Baca Juga: Mobil Semakin Optimal Dengan Tune Up Mobil Secara Rutin

Kedua, yakni pastikan bahwa produk yang Anda beli punya kandungan propylene dengan konsentrat yang cukup. Biasanya RC akan bekerja maksimal jika angka konsentrat propylene-nya antara 20% sampai dengan 50%. Jika ingin mengeceknya Anda membutuhkan alat khusus yang disebut refraktometer.

Perlu Anda ketahui konsentrat propylene yang terlalu tinggi dapat menimbulkan endapan, menyumbat radiator dan akhirnya merusak mesin. Jadi, pastikan yang cooler yang Anda beli punya komposisi yang pas.

Ketiga, pastikan harganya tidak terlalu mahal atau terlalu murah. Ada harga ada barang, begitulah istilah yang biasa kita dengar dari para pedagang. Untuk persoalan air radiator hal ini juga berlaku. Harga murah biasanya berkisar di angka Rp20ribu biasanya kualitasnya kurang maksimal untuk mesin. Namun yang terlalu mahal yakni diharga Rp100ribu juga tidak begitu bagus. Sebab bisa jadi mengandung konsentrat propylene yang terlalu tinggi bisa saja malah menimbulkan endapan, menyumbat radiator dan merusak mesin.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda tahu soal warna air pada radiator dan beserta fungsinya. Meski sudah membeli pendingin terbaik denga harga oke, namun ini tidak bisa dijadikan jaminan kendaraan Anda akan selalu baik-baik saja. Terutama bagi mereka yang kurang melakukan pengecekan.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Ya, mengecek kondisi radiator secara berkala dan membersihkannya ini penting. Fungsinya, agar sistem pendinginan mesin dapat terpantau dalam selalu bekerja maksimal. Jangan sampai sudah overheat dan terbakar mesinnya baru Anda panik. Lebih baik merawat yang Ada daripada membeli yang baru.

 

Comments are closed.