Yuk, Pahami Lebih Jauh Sistem Rem Mobil!

Mobil

Rem mobil merupakan komponen penting untuk kemanan mobil, lalu seperti apakah sistem kerjanya?

Rem merupakan komponen kendaraan yang berfungsi sebagai mekanisme perlambatan laju agar mudah dikendalikan, sistem pengereman pada kendaraan menggunakan prinsip perubahan energi gerak ke energi panas. Sehingga di setiap gerakan roda kendaraan bisa berkurang.

Jadi, bisa dikatakan sistem kerja rem mobil ini merupakan mekanisme perlambatan kecepatan kendaraan yang menjadi komponen keselamatan aktif pada mobil dan motor. Hal ini merupakan kebalikan dari mesin, saat mesin kendaraan juga menggunakan perubahan energi dari panas pembakaran ke bentuk gerakan. Saat itu juga gerakan disalurkan ke roda dengan ada mekanisme lainnya untuk memperlambat putaran roda dan mengubahnya kembali ke bentuk energi panas.

Baca juga: Manfaat Memanaskan Mesin Mobil Setiap hari

Berikut Berbagai Jenis dan Komponen Sistem Rem Mobil

Jenis-jenis Sistem Rem Mobil

  • Sistem Rem Tromol

Pada sistem kerja rem tromol yaitu akan melakukan pengereman tertutup dengan menggunakan komponen berbentuk seperti mangkuk yang diletakan pada bagian luar kampas rem. Bentuknya seperti mangkuk, yang dinamakan tromol dan terhubung dengan roda kendaraan.

Di dalam mekanisme rem yang menganut sistem tromol, terdapat dua buah kampas rem dengan luas penampang yang cukup lebar. Saat rem tersebut diaktifkan akan ada dua kampas rem yang menekan permukaan dalam tromol rem ke arah keluar. Jadi, tromol dan roda bisa terhenti.

Baca juga: Mobil Turun Mesin Kenali Penyebabnya!

car-break

  • Sistem Rem Cakram

Berikutnya adalah rem cakram yang menggunakan metode penjepitan piringan untuk menghentikan putaran piringan rem. Nah, pada komponennya terdapat sebuah piringan yang bentuknya lingkaran dan terhubung dengan roda. Kemudian ada satu titik, di mana ada dua kampas rem yang letaknya berada di samping kanan dan kiri piringan. Mekanisme bekerjanya yaitu, saat rem diaktifkan kampas rem akan menjepit bagian piringan yang berputar. Sehingga, roda serta piringan rem akan berhenti.

Komponen Sistem Rem Mobil

  • Komponen input

Komponen input merupakan bagian dari rem yang fungsinya sebagai tempat aktivasi sistem pengereman. Pada bagian inilah, pengemudi mengaktivasi sistem dengan menarik tuas atau menginjak pedal rem. Termasuk di dalamnya ada komponen input yaitu pedal rem kendaraan roda empat, atau tuas rem pada sepeda motor.

  • Komponen penghubung

Berikutnya, komponen penghubung merupakan komponen pada sistem kerja pengereman pada mobil yang menghubungkan gerakan pada input menuju aktuator rem, walaupun bagian ini hanya menghubungkan. Namun, konstruksinya juga harus diperhitungkan agar tidak mengalami kerugian tenaga. Pada bagian ini, merupakan kawat rem sistem mekanis yang kalau lebih maju menggunakan hidorlik dan pada bus biasanya menggunakan tekanan angin.

Baca juga: 3 Cara Mengemudi Mobil Manual di Tanjakan

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp
  • Aktuator Rem

Berikutnya ada aktuator rem yang merupakan komponen untuk bertindak langsung menghentikan putaran roda. Pada bagian ini yang merupakan proses perubahan energi dari energi putar ke energi panas terjadi. Kemudian kinerja aktuator rem, yang akan aktif saat pengemudi mengaktifkan melalui bagian input. Bagian yang termasuk dalam aktuator rem, yaitu rem cakram, rem tromol dan rem parkir.

  • Engine Brake

Sistem pengereman tidak hanya terjadi pada roda saja, ada juga pengereman yang tak terdapat pada roda seperti engine brake. Fungsi dari engine brake ini juga jelas karena berfungsi untuk memperlambat laju kendaraan, walau begitu engine brake juga tidak mampu menghentikan kendaraan hingga 0 KM/. Engine brake berguna untuk memperlambat laju kendaraan pada kecepatan tinggi. Aktifasinya juga mudah, tinggal lepas gas (tanpa injak kopling) maka engine brake juga akan aktif.

Comments are closed.