Ini Cara Klaim Asuransi Motor yang Benar

Motor

Perhatikan cara klaim asuransi motor yang benar agar uang pertanggungan dapat segera dicairkan. Lengkapi semua dokumen yang dibutuhkan, segera proses klaim asuransi Anda sebelum maksimal 72 jam setelah kehilangan.

Kehilangan sepeda motor tentu meninggalkan kerugian tak sedikit. Beruntung bagi mereka yang memproteksi kendaraannya dengan asuransi, karena masih akan mendapat dana pertanggungan. Namun tak banyak yang paham syarat dan langkah yang tepat soal klaim asuransi motor yang benar. Alhasil sebagian besar mendapat penolakan dari perusahaan asuransi baik karena kurangnya persyaratan atau keterlambatan pengajuan klaim.

Baca juga: Ingin Terhindar dari Pencurian Motor? Ini Caranya!

Apakah motor Anda telah dilindungi dengan asuransi? Jika ya, pahamilah cara klaim asuransi motor karena kehilangan yang benar agar mendapatkan pertanggungan yang sepadan.

Cara Klaim Asuransi Motor Karena Kehilangan

klaim asuransi motor

#1 Buat Laporan Kehilangan untuk Perusahaan Asuransi

Langkah pertama soal klaim sering membuat bingung para pemilik kendaraan roda dua. Sebabnya ada yang berpendapat bahwa ketika kehilangan motor seharusnya yang pertama kali mesti dibuat adalah laporan kehilangan dari kantor polisi. Namun, beberapa pengalaman mereka yang pernah kehilangan motor memperlihatkan bahwa surat kehilangan dari perusahaan asuransi ini lebih dibutuhkan guna mempercepat proses klaim asuransi itu sendiri.

Jika terlebih dulu mengurus surat kehilangan dari kepolisian, waktu untuk mengajukan klaim asuransi semakin menipis. Sebab, umumnya perusahaan asuransi hanya memberikan waktu maksimal pelaporan 72jam setelah kejadian. Lewat dari waktu tersebut kemungkinan besar klaim Anda tidak akan diproses.

Ketika mengurus surat kehilangan dari perusahaan asuransi, Anda akan melakukan sejumlah wawancara dengan pihak mereka. Biasanya wawancara berkisar soal bagaimana runutan motor Anda bisa hilang. Berikan keterangan sejujur-jujurnya, jangan menutupi sebuah kondisi yang bisa jadi merugikan Anda dimasa datang. Sementara untuk motor yang masih dalam masa kredit, segeralah hubungi pihak leasing, sebab cara klaim untuk system kredit biasanya berbeda dari asuransi kendaraan biasa.

#2 Buat Laporan Kehilangan dari Pihak Kepolisian

cara klaim asuransi motor
Setelah mendapatkan surat kehilangan dari pihak asuransi yang perlu Anda lakukan tetang cara klaim asuransi motor yang baik adalah mendapatkan surat kehilangan dari pihak kepolisian. Datangnya ke kantor polisi di sekitar tempat hilangnya motor Anda, disana biasanya Anda akan diminta membuat berita acara pemeriksaan (BAP), yang meliputi data diri pribadi dan kronologi kejadian. Maksimal waktu pembuatan BAP sendiri biasanya 24jam setelah kejadian. Jadi, jangan menunda ya, karena laporan kehilangan dari kepolisian ini sangat penting dalam proses klain asuransi.

Sebelum diminta oleh polisi, sebaiknya Anda sudah berinisiatif lebih dulu dengan mengajak satu atau dua orang saksi. Kehadiran saksi ini penting untuk memastikan bahwa kehilangan motor benar terjadi, bukan rekaan atau dibuat-buat. Ketika BAP selesai dan ditandatangani oleh kepolisian, mereka akan segera menerbitkan surat tanda kehilangan kendaraan.

#3 Buat Surat Pemblokiran

Cara selanjutnya adalah membuat surat pemblokiran. Fungsi dari surat kehilangan kendaraan yang dikeluarkan kepolisian adalah membantu memblokir seluruh dokumen, seperti Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), tujuannya untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan surat-surat penting untuk tujuan kejahatan. Surat pemblokiran ini dikeluarkan oleh Direktoral Lalu Lintas (Ditlantas) di Polda setempat. Ini juga menjadi salah satu dokumen yang mesti dilengkapi ketika mengajukan klaim asuransi. ini akan menjadi dokumen pelengkap saat pengajuan klaim.

#4 Membuat Surat Kadit Reserse

Tahap selanjutnya tentang adalah membuat surat permohonan untuk Kepala Direktorat (Kadit) Reserse. Biasanya kita akan diminta untuk melengkapi sejumlah dokumen seperti formulir surat permohonan dengan informasi identitas diri. Dokumen tersebut antara lain fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), faktur pembelian kendaraan, polis asuransi, tanda laporan dari kepolisian dan surat pengantar asli dari pihak asuransi. Untuk berjaga-jaga bawa juga surat asli (Daftar Pencarian Barang) dan surat asli lapju dari kepolisian.

Baca juga: Sebelum Membeli Asuransi Motor, Ketahui Hal Ini!

#5 Mengajukan Surat Permohonan Klaim

Setelah selesai melakukan langkah 1-4 barulah kita melakuan proses terakhir dalam tahap klaim asuransi yakni mengajukan surat permohonan klaim kepada pihak asuransi. Anda akan disodorkan sejumlah formulir dan harus melengkapi surat permohonan klaim dengan beberapa dokumen, diantaranya:

  1. Polis asuransi kendaraan, fotokopi Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan menunjukkan yang asli.
  2. Surat kehilangan yang asli dari kepolisian.
  3. Berita Acara Pemeriksaan dari kepolisian.
  4. BPKB Asli dengan faktur pembelian kendaraan.
  5. Kuitansi yang dilengkapi dengan meterai 3 lembar dan kunci kontak kendaraan.

Selain itu, dibutuhkan pula surat keterangan dari Kadit Reserse dan surat tanda pemblokiran dari Polda. Pihak asuransi akan segera mengecek kelengkapan dokumen dan memutuskan apakah klaim bisa dicairkan. Jika pihak asuransi menilai Anda berhak mendapatkan klain, dana pertanggungan akan cair 30 hari setelah pengajuan surat permohonan klaim.

5 Alasan Asuransi Menolak Klaim Kehilangan Motor

klaim asuransi motor ditolak

Baca juga: Cara Lapor Polisi Saat Kendaraan Hilang

Tidak banyak pemilik kendaraan bermotor beruntung dan dapat mencairkan dana pertanggungan dari pihak asuransi. Ini karena ada sejumlah syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh pemilik kendaraan. Misalnya klaim asuransi yang salah atau memberikan keterangan palsu saat kejadian kehilangan. Setidaknya ada 5 alasan yang membuat pihak asuransi ogah mencairkan klaim kehilangan motor;

#1 Masa Berlaku Polis Habis

Perlu Anda tahu beberapa perusahaan asuransi memberlakukan masa tenggang, biasanya hal ini dibicarkan pada awal pembuatan polis. Pastikan asuransi yang Anda pilih tidak memiliki tenggang waktu sehingga bisa dilakukan klaim kapan saja. Pastikan juga pengajuan klaim Anda belum melebihi batas waktu yang ditentukan. Jika sudah lewat dari tanggal persetujuan klaim akan secara otomatis ditolak.

#2 Kendaraan Telah di Modifikasi

Jika sejak awal berniat membuat asuransi motor sebaiknya jangan lakukan modifikasi apapun, karena perubahan bentuk pada kendaraan dapat menggagalkan klaim. Beberapa perusahaan asuransi melarang dengan tegas perubahan komponen kendaraan. Jangan sampai klaim Anda ditolak hanya karena modifikasi ini.

#3 Berubahnya Fungsi Motor

Ketika memutuskan membeli polis asuransi untuk motor Anda, biasanya akan dilakukan wawancara mengenai penggunaan sepeda motor. Ketika diawal perjanjian Anda mengatakan motor akan digunakan untuk kebutuhan transpotasi pribadi, namun nyatanya digunakan untuk disewakan maka pihak asuransi akan menolak klaim Anda.

#4 Dokumen Tidak Lengkap

Dokumen menjadi salah satu unsur penting, karena ketiadaan sebuah dokumen dapat mengindikasikan adanya ketidakberesan dalam kendaraan Anda. Jadi, jangan lupakan satu dokumenpun ketika mengurus surat kehilangan atau saat proses pengajuan klaim asuransi jika tak ingin auto ditolak oleh perusahaan asuransi.

#5 Nama Pemegang Polis Berbeda

Nama pemegang polis dan pemilik kendaraan haruslah sama. Ia yang mengajukan kehilangan harus tertera jelas sebagai pihak tertanggung. Jika nama pemegang polis berbeda perusahaan asuransi akan langsung menolak klaim.

Comments are closed.