Hindari Modifikasi Motor dan Mobil Seperti Ini Agar Tidak Kena Sanksi!

Motor

Modifikasi motor dan mobil sejatinya menjadi sebuah hobi bagi sebagian orang. Namun, ada peraturan yang harus dipatuhi terkait hal ini agar tidak terkena sanksi.

Kita tahu bahwa produsen otomotif, baik motor maupun mobil pasti dibuat sesuai standar yang berlaku. Standar yang dimaksud tak lain adalah ukuran dimensi, kapasitas mesin, perlengkapan yang disematkan hingga warna bodi.

Namun, bagi sebagian pecinta otomotif, terkadang melihat motor dan mobil standar dari pabrik rasanya tidaklah memuaskan. Hal inilah yang membuat mereka berinisiatif untuk memodifikasi kendaraan mereka. Mulai dari modifikasi ringan hingga besar rela dilakukan agar kendaraan terlihat lebih menarik dan tenaganya lebih besar.

Baca juga: Ini Cara Klaim Asuransi Motor yang Benar

Baik standar maupun yang sudah dimodifikasi, sejatinya kendaraan perlu diproteksi dengan baik. Sebab, kita tak pernah tahu kapan hal buruk akan menimpa kendaraan kita, seperti kecelakaan maupun kehilangan. Oleh karena itu, segera dapatkan asuransi motor dan mobil untuk kendaraan Anda. Ingat, dapatkan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda hanya di Futuready!

Mungkin dulu banyak orang yang memodifikasi kendaraan mereka sesuai keinginan mereka. Namun, kini rasanya kita perlu hati-hati ketika ingin melakukan modifikasi motor dan mobil. Sebab, ada aturan menyangkut modifikasi kendaraan agar tetap aman dan nyaman.

Modifikasi kendaraan seperti apakah yang dianggap melanggar aturan?  Lalu, apa sanksi atau hukuman bagi orang yang terbukti melanggar aturan tersebut? Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak saja hal yang dapat membuat Anda terkena sanksi terkait modifikasi kendaraan serta detail sanksinya di bawah ini!

Modifikasi Motor dan Mobil yang Melanggar Aturan

aturan modifikasi motor

Mengubah Dimensi Motor dan Mobil

Mengubah dimensi motor dan mobil berarti merekayasa ukuran panjang, lebar, dan volume. Jika Anda melakukan modifikasi seperti ini, tentu akan menjadi sasaran bagi para polisi karena melanggar peraturan yang berlaku. Mengubah ukuran dimensi kendaraan dilarang karena dapat memengaruhi keselamatan pengendara itu sendiri.

Sejatinya, pada saat produksi dimensi motor dan mobil telah disesuaikan dan dicek dengan saksama agar kendaraan tersebut layak dikendarai. Sejatinya, memodifikasi ukuran dimensi motor atau mobil diperbolehkan asalkan langsung melakukan uji kelayakan di instansi yang berwenang.

Mengganti Suara Klakson

Bagi Anda yang hobi modifikasi, suara klakson bawaan dari pabrik seringkali kurang memuaskan. Namun, Anda juga perlu tahu kalau modifikasi suara klakson tak boleh sembarang dilakukan. Sebab, ada aturan dari pemerintah mengenai suara klakson, yaitu Peraturan Pemerintah RI No.15 Tahun 2012 pasal 39 dan 69, yang berbunyi suara klakson yang terpasang di kendaraan tidak boleh sampai mengganggu konsentrasi pengemudi lainnya.

Selain itu, terdapat penyataan lain, bahwa suara klakson suatu kendaraan paling rendah berada di angka 83 desibel, sedangkan yang paling tertinggi adalah 118 desibel. Suara klakson juga sebaiknya disesuaikan dengan tipe kendaraannya. Jangan sampai memodifikasi klakson motor dan mobil menyerupai suara klakson truk yang menggelegar.

Mengubah Kapasitas Mesin

Buat penggemar kecepatan, mengubah kapasitas mesin atau yang biasa disebut bore up kerap dilakukan saat melakukan modifikasi. Tujuannya tak lain agar motor dan mobil bisa berlari sekencang-kencangnya. Mobil dan motor yang tadinya memiliki kecepatan yang biasa saja, setelah di­-bore up akan jadi lebih cepat saat melaju di jalanan.

Meski begitu, Anda dilarang merekayasa kapasitas mesin. Salah satu alasannya adalah untuk melindungi keselamatan pengemudi. Lagi pula, jalanan umum juga bukan tempat buat balapan atau kebut-kebutan. Sehingga, Anda tak perlu melakukan bore up.

Baca juga: Motor Custom Pabrikan Beserta Harganya, Pilih Mana?

Mengganti Warna Kendaraan

Bosan dengan warna motor dan mobil yang itu-itu saja? Lalu, Anda berniat untuk mengecat ulang kendaraan Anda? Bisa saja, namun Anda juga wajib mematuhi peraturan modifikasi motor dan mobil berupa larangan mengubah warna motor yang tercantum di STNK.

Jadi, misalkan warna motor Anda di STNK tertulis merah, maka warna yang harus digunakan ketika pengecatan ulang adalah merah. Kalau menggantinya dengan warna lain, itu artinya melanggar aturan dan siap-siap kena tilang. Alasan mengapa modifikasi warna tidak boleh dilakukan sembarangan karena warna motor dan mobil harus tetap sesuai dengan dokumen yang diterbitkan Mabes Polri.

Mengutak-atik Rangka

Mengutak-atik Rangka

Peraturan modifikasi  lain yang perlu Anda tahu agar tak kena tilang adalah jangan mengutak-atik rangka. Beberapa dari Anda pasti ingin mengendarai motor dan mobil yang unik dan beda daripada pengendara lainnya. Apalagi, model motor dan mobil yang beredar di Indonesia kebanyakan serupa.

Secara tampilan, memang perubahan rangka dapat membuat tampilan mobil dan motor jadi lebih menarik. Sayangnya hal tersebut telah dilarang dalam Undang-Undang yang berlaku. Apalagi  rangka motor dan mobil memiliki nomor seri yang berfungsi sebagai administrasi. Jadi, jangan sembarangan kalau mau mengutak-atiknya, ya.

Mengubah Pelat Nomor

Anda pasti tahu kalau peraturan mengubah pelat nomor motor itu dilarang. Itu sebabnya, jangan sekali-kali melakukannya kalau tak ingin ditilang polisi. Bila sekadar mempercantik font tulisan nomor kendaraan yang ada di pelat tentu saja diperbolehkan. Hal yang tidak boleh adalah mengubah bentuk dan warna, menghilangkan cap kepolisian, mengganti letak pelat nomor kendaraan atau bahkan sampai memalsukan nomor kendaraan lewat pelat nomor kendaraan yang baru.

Mengganti Knalpot

Mengganti Knalpot

Bukan hanya modifikasi klakson yang bisa menimbulkan polusi suara, mengganti knalpot dengan suara yang lebih bising juga bisa mengganggu konsentrasi pengemudi lainnya. Inilah alasan mengapa merekayasa knalpot itu dilarang.

Di sisi lain, tidak semua knalpot aftermarket memiliki kemampuan menyaring gas buang sebagai knalpot bawaan. Sebab, memodifikasi knalpot, bisa saja menyebabkan polusi udara yang semakin meningkat. Oleh karena itu, mari tetap lestarikan lingkungan dengan tidak mengganti knalpot secara sembarangan.

Mengubah Ukuran Velg dan Menggunakan Ban Cacing

Aturan terakhir yang harus Anda ketahui sebelum memodifikasi kendaraan adalah hindari untuk menggunakan ban racing dan mengubah ukuran velgnya. Namun, hal ini hanya berlaku untuk sepeda motor saja. Modifikasi seperti ini jelas melanggar Undang-Undang karena ban cacing tidak sesuai dengan standar pabrikan serta dapat membahayakan keselamatan.

Hukum untuk Pelanggaran Modifikasi Motor dan Mobil

Pihak yang melanggar peraturan tersebut dapat dikenakan sanksi berupa penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp24 juta seperti yang tertuang dalam Pasal 277 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca juga: Pahami Trik Begal Motor Agar Anda Bisa Mengantisipasinya!

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Nah,daripada Anda harus berurusan dengan pihak berwajib, lebih baik modifikasi motor dan mobil yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Selalu utamakan keselamatan ya!

Comments are closed.