Hobi Motor Klasik, Begini Cara Merawatnya!

Motor

Merawat kendaraan bermotor roda dua, khususnya bagi Anda yang motor tua, klasik dan antik. Pastinya perlu perawatan yang ekstra agar kendaraan yang dimiliki tetap dalam kondisi prima,

Sekarang ini, semakin banyak orang yang suka memiliki motor klasik. Padahal, dari segi harga, motor antik dan klasik tidak murah. Ada yang dijual dengan harga lebih tinggi daripada motor keluaran terbaru.

Belum lagi biaya perawatannya yang tidak sedikit. Motor yang sudah tua tentu butuh perawatan yang ekstra. Biayanya pun sangat mahal. Tidak semua bengkel juga bisa melakukan service untuk motor kuno seperti ini.

Itulah mengapa Anda harus membeli polis asuransi motor. Dengan mengasuransikan motor, maka Anda tidak perlu bingung lagi jika motor klasik Anda butuh biaya perbaikan. Anda tinggal ajukan klaim dan perusahaan asuransi akan memberikan biaya untuk perbaikan. Sekarang, mulai dari pengajuan asuransi hingga klaim, Anda bisa lakukan secara online melalui Futuready. Anda bisa sesuaikan premi asuransi yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Baca juga: Bingung Saat Motor Rusak? Cari Tahu Cara Mengatasinya!

Perawatan Rutin untuk Motor Klasik

Jika Anda memiliki motor kuno, Anda harus siap-siap untuk memberikan perhatian yang lebih. Ini beda dengan motor baru yang tidak begitu perlu perawatan. Sementara itu, motor klasik rawan rusak sehingga butuh perawatan yang ekstra.

hobi motor klasik antik

Berikut ini perawatan rutin yang harus Anda lakukan:

1. Ganti Oli Rutin

Perawatan yang rutin yang pertama adalah mengganti oli secara rutin. Meskipun motor tidak sering Anda gunakan, ganti oli secara rutin. Setidaknya 1 atau 2 bulan sekali. Karena ketika oli mengendap di mesin, maka oli bisa menggumpal dan menyebabkan masalah yang lebih parah lagi pada mesin.

Makanya, meskipun motor tidak terlalu sering Anda gunakan, akan lebih baik oli tetap diganti secara rutin. Pemilihan oli pun tidak boleh sembarangan. Untuk merawat mesin yang sudah tua, sebaiknya pilih oli yang encer. Karena oli seperti ini akan lebih mudah masuk ke sela-sela sempit pada mesin. Ini yang akan membuat mesin tidak berkarat.

2. Pemeriksaan Komponen

Selain rutin penggantian oli, komponen motor juga harus dicek secar aberkala. Setidaknya komponen dicek setiap kali anda ke bengkel untuk ganti oli. Jangan menunggu hingga ada masalah yang muncul. Apalagi Anda tunggu terlalu lama. Karena jika ada satu komponen yang rusak, maka itu bisa berimbas pada komponen yang lainnya.

3. BBM dengan Oktan Tinggi

Perawatan selanjutnya adalah penggunaan BBM yang oktannya tinggi. Lupakan bensin premium. Setidaknya pertalite. Namun, sangat disarankan Anda gunakan pertamax karena oktannya cukup tinggi.

Baca juga: Ini Cara Klaim Asuransi Motor yang Benar

Kebanyakan orang menganggap BBM dengan oktan tinggi itu hanya untuk motor-motor baru saja yang mesinnya sudah injeksi. Padahal, justru motor klasik lebih membutuhkan BBM oktan tinggi. Hal ini disebabkan motor yang sudah kuno biasanya memiliki sistem pembakaran yang kurang bagus. Dengan menggunakan BBM okta tinggi, maka pembakaranya bisa lebih baik.

Setidaknya itulah perawatan bagian dala yang harus Anda lakukan. Apakah sulit? Sebenarnya tidak. Cara perawatannya sama dengan motor lainnya. Hanya saja, Anda perlu sedikit lebih sensitif agar ketika ada sinyal terjadinya masalah, Anda tahu apa yang segera harus Anda lakukan, yaitu apakah Anda harus melakukan perawatan ringan atau harus segera melakukan service berat.

perawatan motor klasik antik

Servis Berat yang Perlu Dilakukan

Setiap motor, entah itu motor klasik atau motor keluaran terbaru itu membutuhkan service berat. Menurut pabrikan resmi, setiap tiga tahun sekali, motor harus mendapatkan service berat. Sementara itu, untuk motor kuno, sebaiknya jaraknya lebih pendek. Bisa saja Anda meminta bengkel untuk melakukan service berat setiap satu atau dua tahun sekali.

Apa itu service berat? Ini service yang meliputi pengecegak bagian piston dan juga ring piston. Biasanya, bengkel juga mengecek bagian yang lainya seperti silinder dan juga komponen yang berkaitan dengan mesin. Ini penting untuk mengetahui bagaimana kondisi komponen apakah masih bisa dipertahankan atau harus diganti dengan yang baru.

Dalam hal ini, Anda jangan gegabah mengganti komponen. Akan lebih baik jika Anda meminta bengkel untuk sebisa mungkin memperbaiki komponen yang masih bisa dipertahankan. Ini bukan tanpa alasan. Pertama, bisa saja Anda kesulitan mendapatkan komponen yang asli mengingat motor Anda sudah tua. Yang kedua, jika mengganti komponen yang baru tapi tidak asli, ini bisa mengurangi nilai motor Anda. Motor klasik Anda tidak lagi orisinil karena ada komponen bawaan yang sudah Anda ganti.

Memang ada beberapa komponen yang harus diganti karena sudah benar-benar rusak. Jika ini yang terjadi, silakan saja Anda biarkan bengkel mencarikan komponen yang lain. Akan tetapi, hindari hal ini dengan cara melakukan perawatan yang sebaik mungkin. Ini akan membuat komponen masih dalam kondisi bagus sehingga motor kuno Anda benar-benar orisinil.

Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah kapan Anda harus melakukan service berat? Ada beberapa sinyal kapan ini harus dilakukan. Pertama, perhatikan bagaimana kekuatan mesin. Jika motor klasik Anda terasa semakin berat untuk diajak jalan, itu bisa jadi mesin sudah membutuhkan service berat. Yang kedua, sudah keluar asap putih di knalpot. Ini biasanya yang jadi sinyal motor harus segera mendapatkan service berat.

Baca juga: Motor Custom Pabrikan Beserta Harganya, Pilih Mana?

Tips Agar Motor Klasik Punya Tenaga yang Prima

Perawatan, entah itu perawatan rutin ataupun perawatan berupa service berat, itu harus dilakukan. Namun, saat dilakukan pengecekan tidak ditemukan hal yang buruk, maka Anda harus menerapkan tips berikut ini.

biaya servis motor antik

1. Pengguanan yang Wajar

Anda harus pahami bahwa motor Anda tidak lagi berusia muda. Itu artinya Anda tidak boleh menggunakannya untuk perjalanan jauh. Cukup gunakan untuk jalan-jalan di dalam kota saja. Kalaupun Anda akan gunakan untuk touring, misalnya, jangan paksa. Pelan-pelan saja. Lalu berhenti ketika mesin sudah terasa begitu panas.

2. Mesin Dipanaskan Setiap Hari

Mungkin motor antik jarang Anda gunakan. Anda hanya simpan di garasi karena Anda hanya ingin mengkoleksi saja. Tentu itu bukan hal yang salah. Akan tetapi, sebaiknya panaskan mesin setiap hari, misalnya setiap pagi. Karena dengan cara ini, oli mesin akan berputar sehingga mesin tidak kering yang kemudian menyebabkan karatan.

3. Cuci Body Motor

Sekalipun Anda tidak sering gunakan, cuci motor Anda agar terhindar dari berkarat. Anda bisa cuci di waktu senggang, seperti di waktu weekend. Atau jika Anda merasa motor belum begitu kotor, Anda bisa lap dengan kain yang bersih.

4. Garasi yang Tidak Lembab

Motor yang kuno biasanya dibuat dari komponen besi dengan porsi yang lebih banyak daripada motor keluaran terbaru. Jika motor Anda simpan di garasi yang lembab, besi bisa mudah berkarat. Sebaiknya, pastikan garasi Anda tidak lembab. Kalaupun lembab, Anda buka pintu garasi setiap pagi agar kelembabannya berkurang.

Nah, sudah siap jadi kolektor motor tua?

Comments are closed.