Rem ABS Motor Rusak? Berikut Perkiraan Biaya Servisnya

Motor

Rem ABS motor adalah sistem rem yang berfungsi mencegah penguncian roda ketika pengemudi melakukan rem mendadak. Sehingga resiko slip ban yang berpotensi menyebabkan kecelakaan dapat dikurangi.

Bagi pengendara motor bermesin besar tentu sudah tak asing lagi dengan Rem ABS (Anti-lock Braking System). ABS ini menjadi bagian penting yang membuat pengendara dapat mengemudi dengan nyaman tanpa takut tergelincir ketika mengemudi motor dalam kecepatan tinggi, maupun ketika mengahadapi medan licin dan berpasir.

ABS ini fungsi dasarnya adalah mencegah slip ban. Sistem rem yang satu ini sebenarnya lebih sering ditemukan pada kendaraan roda empat dan lebih. Sementara pada motor hanya bisa disematkan pada sepeda motor berkapasitasn 250cc atau lebih. Ini karena komponen sistem ABS hanya dapat beroperasi di motor-motor besar.

Baca juga: Ini Fungsi Sebenarnya dari Spion Motor

Meski keberadaan sistem ABS ini dapat mengurangi resiko kecelakaan. Bukan berarti membuat Anda tidak mawas diri. Kewaspadaan tetap diperlukan selama berkendara dan jangan lupa juga untuk memproteksi kendaraan dengan asuransi motor. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan meminimalisirkan biaya tak terduga jika terjadi risiko buruk.

Definisi dan Fungsi ABS

ABS merupakan system pada rem mobil atau motor yang mencegah kendaraan mengalami slip atau penguncian roda ketika melakukan pengereman. ABS dapat membantu pengemudi mengontrol bagian kemudinya dengan mempertahankan kontak traksi dengan tanah untuk mencegah terjadinya slip. Dengan ABS, Anda memiliki kontrol lebih besar pada kendaraan terutama ketika melakukan pengereman mendadak.

Definisi dan Fungsi ABS

Prinsip kerja rem ABS motor sebenarnya sangat sederhana. Yakni dengan mengaktifkan sensor yang mendeteksi roda yang terkunci. Ketika ini terjadi sistem ABA secara otomatis mendorong piston rem melepas teknan ke titik normal dan dikeraskan kembali saat roda berputar. ABS mengurangi jarak berhenti pada permukaan yang kering dan licin. Sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan karena ban slip.

Sayangnya tidak semua sepeda motor disepatkan rem terbarukan tersebut. Rem ABS motor hanya dapat bekerja pada mesin-mesin besar. Karena bobotnya yang tidak mampu menampung seluruh komponen sistem rem ABS. Sehingga sistem ini lebih umum ditemui pada sepeda motor bermesin 250cc keatas. Selain itu harganya juga cukup mahal lantaran Rem ABS motor membutuhkan komponen yang lebih banyak dibanding rem biasa.

Komponen Rem ABS Motor

Sudah dijelaskan bahwa tidak semua sepeda motor dapat dipasang rem ABS. Sebab komponennya sangat banyak. Lantas apa saja komponen tersebut? Berikut ulasannya:

Sensor Kecepatan

Sensor ini memantau kecepatan setiap roda dan menentukan akselerasi dan perlambatan roda yang diperlukan. Terdiri dari exciter (cincin dengan gigi berbentuk V) dan rakitan kawat/magnet, yang menghasilkan pulsa listrik ketika gigi exciter lewat di depannya.

Katup

Katup mengatur tekanan udara ke rem selama ABS bekerja. Ada katup di garis rem masing-masing rem yang dikendalikan oleh ABS. Pada posisi pertama, katup rem terbuka dan memungkinkan tekanan dari master silinder dipindahkan ke rem. Pada posisi kedua, katup rem tetap tertutup dan tekanan dari master silinder ke rem dibatasi. Pada posisi ketiga, katup melepaskan beberapa tekanan pada rem.

Langkah ketiga diulangi sampai kendaraan berhenti. Hambatan yang Anda rasakan ketika pengereman tiba-tiba pada kecepatan tinggi sebenarnya adalah katup rem yang mengontrol tekanan yang sedang ditransfer ke rem dari master silinder.

Komponen Rem ABS Motor

Electronic Control Unit (ECU)

ECU adalah unit kontrol elektronik yang menerima, menguatkan dan menyaring sinyal sensor untuk menghitung kecepatan dan percepatan putaran roda. ECU menerima sinyal dari sensor di sirkuit dan mengontrol tekanan rem, sesuai dengan data yang dianalisis oleh unit.

Unit Kontrol Hidrolik

Unit Kontrol Hidraulik menerima sinyal dari ECU untuk menerapkan atau melepaskan rem di bawah kondisi anti-kunci. Unit Kontrol Hidraulik mengontrol rem dengan meningkatkan tekanan hidrolik atau memintas gaya pedal untuk mengurangi daya pengereman.

Klasifikasi Sistem ABS

ABS diklasifikasikan berdasarkan jumlah sensor dan jenis rem yang digunakan. Rem juga dapat dibedakan berdasarkan jumlah saluran, yaitu berapa banyak katup yang dikontrol secara individual dan jumlah sensor kecepatan. Berikut adalah pembagian atau klasifikasi sistem rem ABS.

Baca juga: Pentingnya Inreyen untuk Mobil dan Motor Baru

Empat Kanal, Empat Sensor ABS

Ini adalah skema terbaik khususnya untuk kendaraan rodak empat. Ada sensor kecepatan pada keempat roda dan katup terpisah untuk keempat roda. Dengan pengaturan ini, pengontrol memonitor setiap roda secara terpisah untuk memastikan ia mencapai kekuatan pengereman maksimum.

Tiga Saluran, Tiga Sensor ABS

Skema ini, umumnya ditemukan pada truk pickup dengan ABS roda empat, memiliki sensor kecepatan dan katup untuk setiap roda depan, dengan satu katup dan satu sensor untuk kedua roda belakang. Sensor kecepatan untuk roda belakang terletak di gandar belakang.

Sistem ini memberikan kontrol individual pada roda depan, sehingga keduanya dapat mencapai kekuatan pengereman maksimum. Namun, roda belakang dipantau bersama. Keduanya harus mulai mengunci sebelum ABS akan aktif di bagian belakang. Dengan sistem ini, ada kemungkinan bahwa salah satu roda belakang akan mengunci saat berhenti, mengurangi efektivitas rem.

ABS Satu Saluran, Satu Sensor

Sistem ini umumnya ditemukan pada truk pickup dengan ABS roda belakang dengan satu katup, yang mengontrol kedua roda belakang, dan satu sensor kecepatan, yang terletak di gandar belakang.

Sistem ini beroperasi sama seperti bagian belakang sistem tiga saluran. Roda belakang dimonitor bersama-sama dan keduanya harus mulai mengunci sebelum ABS masuk. Dalam sistem ini juga dimungkinkan bahwa salah satu roda belakang akan mengunci, mengurangi efektivitas rem.

Sistem ini mudah diidentifikasi. Biasanya akan ada satu garis rem melalui T-fitting ke kedua roda belakang. Anda dapat menemukan sensor kecepatan dengan mencari koneksi listrik di dekat diferensial pada housing gandar belakang.

Kelebihan & Kekurangan Rem ABS Motor

Kelebihan & Kekurangan Rem ABS Motor

Meski disebut sebagai fitur keselamatan paling baik, nyaranya sistem rem ABS ini menurut beberapa orang masih memiliki kekurangan. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurang Rem ABS Motor:

Kelebihan Rem ABS

  1. Pengereman lebih cepat dibanding sistem Rem Biasa
  2. Beroperasi maksimal pada medan basah maupun berpasir
  3. Motor lebih stabil ketika terjadi rem mendadak

Kelemahan Rem ABS

  1. Saat rem mendadak beresiko besar menyebabkan tubrukan
  2. Resiko terjadinya gaya Sentrifugal
  3. Bekerja kurang maksimal di jalanan berlubang atau tidak rata
  4. Menurun kinerjanya jika sensor ABS terkena air

Biaya Servis Rem ABS Motor

Karena sistem rem ABS pada motor terdiri dari banyak komponen, jika satu diantaranya rusak maka akan menjalar ke bagian lain hingga mempengaruhi kinerjanya. Rem akan berfungsi layaknya rem biasa yang tidak mampu mencegah ban slip. Untuk rata-rata harga sevis rem ABS motor bisa beragam tergentung kerusakan.

Misalnya untuk kerusakan kabel speed sensor bisa memakan biaya kurang lebih Rp800 ribu sementara jika harus mengganti modul ABS maka dana yang harus dikeluarkan bisa mencapai Rp5 Juta lebih. Ini berlum termasuk biasa jasa pemasangan.

Baca juga: Waktunya Servis Motor, Ini Komponen yang Wajib Diperiksa

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Karena harga servisnya tidak main-masing, jagalah selalu kondisi rem ABS motor Anda agar tidak terendam air atau mengalami kerusakan fatal lain. Rutin lakukan pemeriksaan di bengkel juga dapat meminimalisir tingkat kerusakan sehingga biaya yang dikeluarkan dapat dihemat.

Comments are closed.