Fakta Menarik Seputar Kayu Jati Belanda, Sudah Tahu?

properti

Kayu jati Belanda sering dianggap sebagai “saudara” dari kayu jati. Padahal, kedua kayu ini memiliki karakteristik yang jauh berbeda.

Rumah memang sebuah kebutuhan bagi setiap orang. Tanpa adanya rumah, tentu kita tidak ada tempat untuk bernaung. Namun, sebuah rumah tidaklah nyaman untuk ditinggali jika tidak dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya, salah satunya adalah furnitur.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa furnitur bisa terbuat dari beragam bahan, namun yang cukup banyak digunakan adalah kayu. Mulai dari pintu hingga perabot di dapur, mayoritas terbuat dari kayu. Hal ini tak lepas dari mudahnya pengaplikasian kayu sebagai furnitur hingga harganya yang variatif, tergantung jenis kayu yang digunakan.

Baca juga: Keunikan Rumah Joglo yang Belum Banyak Diketahui

Sekuat apa pun sebuah kayu, tetap saja tidak ada jaminan untuk tidak mengalami kerusakan. Jadi, sudah selayaknya rumah dan beragam furnitur di dalamnya diasuransikan agar tidak menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar di kemudian hari. Ayo dapatkan asuransi properti yang sesuai dengan kebutuhan Anda hanya di Futuready.com, Anda yang lihat, bandingkan, dan tentukan.

Seperti yang disebutkan di atas bahwa ada banyak sekali jenis kayu yang dapat dijadikan bahan baku furnitur, salah satu yang cukup banyak digunakan saat ini tak lain adalah kayu jati Belanda. Kayu satu ini terbilang populer di kalangan masyarakat di tanah air. Hal ini tak lepas dari banyaknya jumlah kayu ini di pasaran, jadi sangatlah mudah ditemukan.

Dari namanya saja mungkin Anda berpikir bahwa kayu satu ini merupakan “saudara” dari kayu jati. Padahal, hal tersebut tidaklah benar. Selain itu, ada cukup banyak fakta menarik seputar kayu ini yang mungkin belum Anda ketahui. Penasaran apa sajakah fakta yang dimaksud?  Tak perlu berlama-lama, mari kita simak selengkapnya di bawah ini!

Fakta Menarik Seputar Kayu Jati Belanda

fakta Kayu Jati Belanda

Bukan Berasal Dari Belanda

Di dalam namanya, memang tersemat kata Belanda yang merupakan sebuah negara di Eropa . Namun, hal tersebut tak berarti bahwa kayu ini benar-benar berasal dari Belanda. Mulanya, asal nama “belanda” ini dikarenakan kayu tersebut merupakan kayu impor dari luar negeri. Jadi, karena orang zaman dulu hanya negara Belanda yang sering didengar, mereka berasumsi bahwa luar negeri hanya Belanda saja. Padahal, ada banyak sekali nama-nama negara lainnya yang menghasilkan kayu ini, seperti Jepang dan Jerman.

Kayu Jati Belanda Bukan Kayu Jati

Tak hanya istilah Belanda saja yang rancu pada kayu satu ini. Tetapi kayu ini juga bukan merupakan kayu jati asli, melainkan kayu pinus atau pinewood.

Sejatinya, kayu jenis ini sering digunakan sebagai kayu palet atau kayu kemas untuk membungkus benda-benda impor dari Eropa. Karena bukan kayu jati asli, harga kayu pinus tidak sefantastis kayu jati asli yang bisa berkisar 3 kali lebih mahal.

Kayu Jati Belanda Punya Banyak Nama Julukan

Kayu jati Belanda bukan nama satu-satunya yang disematkan pada kayu satu ini. Nama yang cukup lazim untuk kayu ini adalah kayu palet atau eks palet. Tak hanya itu, kayu pinus ini juga sering disebut dengan kayu jati Londo yang merupakan istilah Jawa untuk kata Belanda. Selain itu, kayu satu ini juga sering disebut sebagai kayu jati Madura. Hal ini dikarenakan sisa palet dari kayu ini sering dikumpulkan dan diperjualbeli melalui beretnis Madura.

Jenis Kayu Jati Belanda

Sebagian besar kayu ini tumbuh di Amerika dan benua Asia, khususnya di daerah Sumatera seperti kayu pinus jenis Tusam dan Merkusi. Tapi, kayu yang paling umum digunakan adalah jenis pinus radiata (impor Selandia Baru) dan pinus merkusi.

Baca juga: Tip dan Cara Menggunakan Wallpaper Dinding

Untuk jenis kayu ini, pohonnya tumbuh cukup pesat dan punya pangsa pasar yang lumayan tinggi. Kini, pohon pinus juga khusus diternak atau dibudidayakan secara massal dengan kualitas yang lebih padat dan mengandung resin serta ramah lingkungan.

Karakteristik yang Khas

Sama seperti kayu kaso yang cukup populer, kayu satu ini juga terbilang mudah dikenal. Bentuknya mudah ditandai dengan bobot yang lebih ringan, warna yang cerah seperti kuning muda atau krem kayu, dan punya serat yang halus serta bernuansa sangat alami.

Teksturnya juga tidak padat dan mudah dibentuk.

Daya tarik kayu ini juga tampak pada alur urat dan mata kayunya yang khas. Kayu pinus yang semakin tua juga akan memiliki patina yaitu guratan alami dengan nuansa antik yang indah.

Kelebihan Kayu Jati Belanda

Kelebihan Kayu Jati Belanda

Kayu pinus memiliki beberapa kelebihan, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Harga Lebih Murah

Pohon pinus memiliki pertumbuhan yang jauh lebih cepat dibandingkan jenis pohon lainnya. Selain itu, pohon pinus tumbuh tidak berdasarkan musim ataupun tempatnya. Oleh karena itu, harga kayu yang dihasilkan dari pohon ini jauh lebih murah dibandingkan jenis kayu lain.

Warna Mudah Dikombinasikan dengan Warna Kayu dan Ornamen Lain

Warna kayu satu ini terbilang cukup muda dan natural, sehingga mudah untuk dikombinasikan dengan beraneka warna furnitur. Apabila Anda belum punya konsep desain interior, membeli furnitur berbahan pinus adalah opsi yang aman.

Memiliki Bobot yang Ringan

Dibandingkan kayu lain, kayu satu ini punya bobot yang lebih ringan. Hal ini bisa sangat membantu ketika harus memindahkan furnitur dari satu tempat ke tempat lainnya. Sangat cocok untuk Anda yang gemar mengubah tampilan ruangan.

Tahan Guncangan

Kayu pinus juga tahan akan guncangan dan resisten terhadap benturan. Dengan begitu, furnitur yang terbuat darikayu pinus akan minim kerusakan.

Ramah Lingkungan

Kelebihan Kayu Jati Belanda

Namun, banyak diantara Anda yang sudah tidak menggunakan jenis kayu ini untuk membuat furnitur atau perabotan rumah dikarenakan ingin menjaga lingkungan.  Meskipun untuk jenis kayu memiliki beberapa opsi yang bisa diunakan. Namun, dari semuanya itu keberadaannya sudah mulai menipis sehingga harus memiliki opsi penggunaan material lain selain kayu.

Tidak Menyusut dan Membengkak

Setiap jenis kayu akan dengan sendirinya menyusut atau membengkak dikarenakan kelembaban dan suhu. Namun, berbeda dengan jenis kayu yang lain, kayu jati belanda ini bisa mempertahankan bentuk aslinya dalam kurung waktu yang cukup lama. Hal ini dikarenakan minimnya kadar penyusutan dan pengembangan pada jenis kayu ini.

Baca juga: Beli Rumah di Perumahan Subsidi? Ini Tipnya!

Itulah fakta menarik dan kelebihan kayu jati Belanda yang mungkin belum Anda ketahui. Apakah furnitur di rumah Anda ada yang menggunakan kayu satu ini?

Comments are closed.