Kesalahan yang Sering Terjadi Ketika Membangun Rumah

properti

Ada berbagai resiko yang mesti kita hadapi saat membangun rumah secara mandiri, mulai dari overbudget hingga ditipu kontraktor. Siapkan dana lebih agar resiko dapat diminimalisir

Bagi keluarga muda rumah adalah prioritas. Rumah menjadi impian bagi semua pasangan yang ingin melihat tumbuhnya keluarga baru. Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan hunian impian. Ada yang meminjam kredit kepemilikan rumah kepada Bank adapula yang memiliih membeli tanah lebih dulu dan membangunnya secara mandiri.

Ketika memutuskan untuk membangun rumah sendiri, pastinya kita membutuhkan bantuan kontraktor atau setidaknya profesional di bidang konstruksi.  Membangun rumah pun menjadi proses yang menyenangkan namun juga mendebarkan. Pasalnya banyak faktor resiko yang mengancam proses pembangunan. Mulai dari overbudget hingga hasil akhir yang jauh dari harapan.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Background Putih Adalah Pilihan Terbaik

Karena itu penting untuk memahami berbagai resiko saat membangun rumah selagi kita merancang hunian idaman. Semakin sedikit resiko yang dapat dihindari semakin besar peluang kita untuk menghemat biaya pembangunan dan biayanya bisa Anda alokasikan untuk membeli asuransi properti yang dapat mengurangi kerugian akibat rusaknya peroperti.

5 Risiko Saat Membangun Rumah

Meski sudah menyewa jasa konstruksi terbaik, resiko selalu membayangi setiap orang yang tengah membangun rumah impiannya. Anda harus siap dengan berbagai bahaya ini yang bisa saja menyedot seluruh keuangan, mempengaruhi mental dan fisik kita secara keseluruhan. Apa saja resiko tersebut?

Kontraktor Nakal

Apabila Anda memilih menggunakan jasa kontraktor borongan ketika membangun rumah pastikan sudah membuat surat perjanjian yang ditanda tangani kedua belah pihak dan sertakan materai. Sebab banyak kasus menunjukkan kontraktor nakal yang kabur ketika pembangunan masih berjalan. Adapula yang tiba-tiba menaikkan harga jasa maupun material.

Ketika memilih kontraktor, pastikan kredibilitasnya dengan jam terbangnya. Kalu perlu minta rekomendasi dari kerabat mengenai asa kontraktor berkualitas. Jangan sampai Anda menjadi korban penipuan kontraktor nakal yang mengiming-imingi harga murah namun ternyata memberi material dengan grade paling rendah. Untuk menciptakan hunian idaman berkorban dengan sedikit lebih banyak biaya akan lebih baik, dibanding merugi karena hasil tak sesuai ekspektasi.

Pengerjaan Molor

tip membangun rumah

Tidak jarang proses membangun rumah terhenti karena beberapa hal, misalnya musim yang kurang bersahabat, perijinan yang bermasalah sampai lingkungan sekitar yang kurang menerima keberadaan Anda. Resiko penundaan pembangunan pun tak bisa dihindari, bahkan tidak sedikit yang gagal melanjutkan dan menjadi bangunan mangkrak.

Tentu saja dana yang sudah dikeluarkan dan digunakan pihak kontraktor tidak bisa Anda ambil kembali. Resiko kerugian maupun penundaan pembangunan tak bisa dihindari dan sudah pasti Anda harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk kembali melanjutkan pembangunan ketika masalah selesai.

Overbudget

Kadang-kadang ditengah masa pembangunan ada saja masalah yang mengakibatkan kita overbudget. Misalnya, material yang tiba-tiba mahal atau pekerja yang tiba-tiba berhenti. Jika sudah begini dana tambahan harus dikeluarkan agar proyek tetap berjalan. Karena itulah para pakar selalu menyarankan untuk menyisakan anggaran setidaknya 10% untuk keadaan darurat.

meminimalisirkan biaya membangun rumah

construction concept. engineering tools

Hasil Akhir Tidak Sesuai Harapan

Ini juga menjadi salah satu resiko ketika membangun rumah, khususnya bagi Anda yang tidak menggunakan jasa arsitek dalam merancang hunian. Kebanyakan masyarakat Indonesia juga menyerahkan perkara arsitektur kepada kontraktor dengan harga minim namun berharap mendapatkan rumah yang nyaman dan indah.

Padahal biasanya jasa arsitek ini sangat mahal, sehingga tidak bisa masuk dalam budget material pembangunan. Selain itu banyak juga kontraktor yang tidak bisa mengimplementasikan rancangan para arsitek dan kurang berkomunikasi dengan perancangnya, hingga menyebabkan hasil akhir yang mengecewakan.

Kualitas Konstruksi yang Buruk

Kontraktor yang baik mengerti bahwa material berkualitas dan pekerja terampil adalah kunci membangun rumah yang sempurna. Alih-alih menawarkan pilihan paling rendah, kontraktor yang baik akan memberi gambaran bagaimana konstruksi rumah idealnya dibangun. Mereka juga tidak pelit dalam memberi saran demi memuaskan konsumen.

Baca juga: Cara Pemilihan Westafel yang Tepat. Ini Kriterianya!

Menjaga kualitas konstruksi agak sulit bagi masyarakat awam. Karena itulah kerapkali setelah pembangunan berjalan beberapa bulan kita baru merasa kecewa karena kualitas konstruksi ternyata tidak sesuai perjanjian. Misalnya tembok yang sering rembes atau bahan plafon yang mudah rusak. Semua ini menjadi resiko yang baru terasa ketika kita menempati rumah. Sehingga sulit meminta ganti rugi kecuali kontraktor yang Anda tunjuk memberikan garansi.

Itulah beberapa resiko yang harus siap Anda hadapi ketika berencana membangun rumah. Para pakar property selalu menyarankan untuk memilih kontraktor terbaik meskipun sedikit mahal, karena mereka akan memberikan jaminan rumah berdiri dengan kualitas kontruksi terbaik dan nyaman ditempati.

Tips Mengurangi Resiko Saat Membangun Rumah

Tips Mengurangi Resiko Saat Membangun Rumah

Karena membangun rumah adalah aktifitas penuh resiko, sebaiknya persipakan hal-hal dibawah ini lebih dulu agar proyek pembangunan berjalan lancar:

Jangan Terlalu Menuntut Kontraktor

Dalam hal risiko kontrak dan mereka yang bekerja di proyek, kuncinya adalah tetap terorganisir. Sebutkan setiap kontrak yang diperlukan agar dapat merealisasikan setiap rencana.  Risiko besar bekerja dengan kontraktor pengerjaan yang lamban, standar kualitas yang mengecewakan dan salah ekseskusi rancangan rumah. Untuk menghindari ini sebaiknya rencanakan ini lebih awal dan Anda dapat membantu memastikan bahwa proyek Anda akan berjalan jauh lebih lancar.

Prioritaskan Bagian Penting

Membangun hunian tidak bisa dilakukan dalam hitungan hari, sementara resiko bangunan mangkrak akan selalu ada. Karena itu mulailah dengan membangun beebrapa ruang yang menurut Anda masuk dalam skala prioritas misalnya kamar tidur dan kamar mandi didahulukan pengerjaannya. Sehingga ketika pembangunan tersendat Anda tetap bisa menempati rumah tersebut. Tanyakan kepada kontraktor siapa yang bertanggung jawab untuk tiap ruangan dan jelaskan kepada mereka apa yang benar-benar Anda inginkan.

Mitigasi Resiko

Aspek penting lainnya dalam mengelola risiko adalah merencanakan, menyiapkan, dan memitigasi semua risiko potensial. Ini mungkin termasuk memutuskan rute terbaik untuk mencapai tujuan sambil meminimalkan kerugian pada proyek secara keseluruhan. Di rumah dan di lokasi, dimungkinkan untuk mengurangi dan menghilangkan risiko melalui prosedur sederhana seperti membuat daftar periksa dan melakukan pertemuan rutin dengan kontraktor. Sehingga jika ada potensi masalah yang dapat membesar bisa dicegah lebih awal.

Baca juga: Keunikan Rumah Joglo yang Belum Banyak Diketahui

Itulah beberapa tips menghindari resiko ketika membangun rumah. Terpenting adalah persiapkan dana yang cukup dan selalu siap menghadapi resiko apapun.

Comments are closed.