Jangan pernah menginginkan untuk berhenti kerja untuk traveling. Boleh memiliki hobi traveling, tetapi jangan mengganggu pekerjaan yang menjadi kebutuhan Anda

Anda pasti pernah mendengar ungkapan ini, berhenti kerja terus traveling deh keliling dunia. Ungkapan ini muncul karena rasa bosan dan frustasi dengan pola kerja 9-5 setiap harinya. Belum lagi rasa lelah karena macetnya jalanan. Setiap orang pasti memiliki pandangan yang berbeda-beda. Walaupun Anda pecinta travelinghardcore” sejati, ada baiknya jika Anda mengetahui alasan kenapa sebaiknya tidak berhenti kerja untuk traveling.

SEMUA DAPAT DISKON! Traveling happy, tanpa tapi! Anda tinggal senang-senang selama perjalanan. Belanja asuransi perjalanan. HARGA HEMAT di Futuready.com Gunakan kode promo TRAVEL10 dan langsung dapat DISKON 10%!

berhenti kerja untuk traveling

Anda Tidak Benar-Benar Menginginkannya

Mungkin Anda merasa lelah atau bahkan merasa tertekan dengan pola pekerjaan 9 – 5 setiap harinya. Anda juga pasti sudah menemukan banyak orang yang katanya berhenti kerja dan traveling keliling dunia. Kata-kata inspirasi khas traveling pasti mendorong Anda untuk berhenti bekerja, meninggalkan semua yang menahan, dan mengeksplorasi keindahan dunia. Well, kenyataannya tidak semudah dan seindah itu. Untuk benar-benar mendedikasikan diri traveling, Anda harus meninggalkan pekerjaan sebagai penopang finansial, meninggalkan pasangan, keluarga, dan pertemanan.

Jelas ini bukanlah hal yang sebenarnya Anda butuhkan dan inginkan, Anda hanya ingin membebaskan diri dari penatnya pekerjaan dan rumitnya hidup Anda saat ini. Jadi, akan jauh lebih baik jika Anda memanfaatkan jatah libur dan cuti yang Anda punya untuk berlibur. Orang-orang sukses pun menerapkan hal ini lho.

Tidak Akan Membuat Anda Keren

Kebanyakan orang menganggap menjadi seorang traveler akan membuatnya terlihat keren. Padahal tidak seperti yang Anda bayangkan. Walaupun kenyataannya seorang traveler berhasil membuat sebagian orang iri akan perjalanan traveling-nya, jelas itu tidak akan memberi dampak yang positif terhadap orang lain. Jadi, kalau motivasi Anda untuk traveling hanya sekadar pamer tempat baru, menjadi orang keren, ataupun membuat iri orang lain, cepat-cepat tinggalkan niatan itu ya.

Selalu Menginginkan Sesuatu

Setiap orang tentu punya tujuan dan target akan hidupnya dan kebanyakan akan berupa materi. Saat traveling, praktis pendapatan Anda akan jauh lebih berkurang daripada saat Anda bekerja dulu. Kecuali Anda sudah mempunyai sponsor super yang rela menopang kebutuhan dan memberikan uang lebih.

Anda Ingin Hubungan Percintaan dan Pertemanan “Normal”

Ketika Anda traveling, tidak ada yang pasti. Baik itu percintaan dan pertemanan, karena Anda adalah seorang pengembara yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Pada akhirnya, Anda akan selalu mengucapkan selamat tinggal pada orang yang Anda sayangi.

Kembali Ke Rumah Akan Lebih Sulit

Untuk seorang traveler, meninggalkan rumah jelas akan terasa lebih mudah daripada kembali ke rumah. Berpikir akan kerja sambilan untuk menutup semua biaya? Kenyataannya seringkali tidak seindah itu. Beberapa traveler sendiri mengatakan akan lebih susah mengumpulkan uang untuk pulang daripada berangkat dari rumah.

Terdengar sedikit menyeramkan? Traveling tidak seseram itu kok. Anda hanya perlu menemukan titik keseimbangan dari pekerjaan dan keinginan Anda untuk berlibur. Atur waktu antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan secara baik dan nantinya Anda akan jauh lebih menikmati kegiatan traveling yang Anda lakukan. Jadi Anda tidak perlu berhenti kerja untuk traveling.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *