5 Fakta Unik Kota Batu Petra

Travel

Pernah terkubur selama 500 tahun Petra adalah tempat yang pas untuk Anda mencari liburan romantis dan penuh historis.

Pernahkan Anda membayangkan sebuah hunian yang terbuat dari tumpukan batu? Hal itu bukan hanya ada dibenak semata namun nyata adanya. Adalah Petra, salah satu kota di Yordania yang dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia. Kota berjuluk “Mawar” ini berjarak berjarak sekitar 233km dari Amman, ibu kotan Yordania.

Baru disahkan menjadi keajaiban dunia pada 2007 silam, inilah beberapa keunikan Petra yang tak akan Anda temui ditempat lain.

5 Fakta Unik Kota Batu, Petra

Kota Tertua di Dunia

Para peneliti meyakini bahwa Petra sudah berdisir sejak 312 SM, menjadikannya salah satu kota tertua di dunia. Adalah suku Nabath yang mendiami Petra dan mulai beranak-pinak disini sekitar abad ke-6 SM. Mereka adalah orang-orang Arab selatan kuno yang peradabannya pada saat itu luar biasa maju. Nama Petra sendiri tidak ada kaitannya dengan Arab maupun suku Nabath yang mendiaminya. Nama tersebut diambil dari bahasa Yunani ‘petros’, yang berarti batu.
Fakta Unik Petra

Hilang Selama 500 tahun

Menurut beberapa sumber, kota Petra ini hilang dari peta selama kurang lebih 500 tahun, yakni sejak Perang Salib berakhir pada abad ke-12. Kota batu yang hilang ini baru ditemukan kembali oleh penjelajah dari Swiss Johann Ludwig Burckhardt pada 1812. Ia pun lantas secara resmi memperkenalkan Petra kepada dunia.  Sebenarnya suku badui yang tinggal disekitar Petra tahu keberadaan kota batu tersebut, namun baru penjelajah Ludwig lah yang berani menyingkap dan menemukannya.

Baca Juga: Hagia Sophia: Dari Gereja Menjadi Masjid Hingga Museum

Arsitektur yang Unik

Jika Anda melihat langsung bagaimana reruntuhan bebatuan di Petra, mungkin tak pernah terbayangkan bagaimana dulunya masyarakat Petra mampu membangun dinding di sisi tebing. Nyatanya, mereka memang tidak pernah membangun apapun. Lantas bagaimana kota baru Petra ini dibuat?

Ternyata suku Nabath membangun kotanya dengan cara memahat dinding batu. Karena berada ditepian tebing berbatu, tidak mungkin bagi mereka membangun dinding baru. Oleh sebab itu yang bisa dilakukan adalah memahat bebatuan sedemikian rupa sehingga memiliki bentuk yang diinginkan. Terletak di lereng Gunung membuat orang-orang berdecak kagum.

Kota Petra terletak di lereng Jabal Al Madbah yang membentang dari Laut Mati ke Teluk Aqabah. Saat itu posisi mereka sangatlah strategis baik dari segi keamanan maupun perkembangan ekonomi dan bisnis. Tidak heran jika saat itu kaum Nabath menjadi bangsa yang paling maju.

Baca juga: Kota Roma: Menghadirkan Destinasi Wisata Romantis

Rumah-rumah yang dibangun masyarakat Nabath juga sarat akan simbol. Semakin tinggi kasta keluarga semakin rumit ukiran rumahnya. Masyarakat yang masuk golongan bawah biasanya membangun rumahnya tanpa ukiran, sementara kaum menengah ada sedikit ukiran dan kelas atas atau kaum konglongmerat biasanya punya rumah dengan ukiran unik dan sulit.

Pemandangan Sore yang Menawan

Petra memang hanyalah kota mati yang penuh dengan tumpukan batu. Namun reruntuhan batu itu akan nampak indah ketika Anda lihat di sore hari. Warna keemasan terpancar dari bebatuan yang terkena cahaya senja. Katanya, senja di Petra adalah salah satu yang terbaik didunia. Selain itu Anda akan banyak menemukan warna batu yang sangat merah layaknya bunga mawar, inilah yang membuatnya juga dijuluki sebagai “kota Mawar”. Sangat pas untuk Anda pasangan yang ingin mencari momen romantis.

Berkeliling di Petra

Berkeliling Petra

Ketika Anda mengunjungi objek wisata ini, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 3-4 jam dari pusat kota Yordania. Salah satu spot utama disini adalah The Treasury ang jadi ikon kota Petra, disarankan jika ingin melihatnya datanglah sejak pagi, karena fajar di The Treasury adalah yang paling cantik.

Sebagai informasi, ada dua jenis tiket yang bisa Anda beli disini yakni tiket sekali datang dan tiket terusan. Mayoritas pengunjung memilih beli tiket terusan karena merasa butuh waktu lama berkeliling kota batu ini yang punya luas 264 kilometer persegi tersebut. Namun luasnya kawasan ini tidak bisa Anda tempuh dengan kendaraan bermotor.

Baca Juga: Ini 5 Destinasi Wisata Menarik di Kota Berlin

Ada pilihan moda transportasi yang mereka sediakan yakni, kereta kuda, unta, keledai atau berjalan kaki. Jika Anda punya cukup banyak tenaga cobalah berjalan kaki menyusurinya, namun jika tak sanggup melanjutkan biasanya ada tumpangan kereta kuda.

Obyek pertama yang kerap jadi tujuan pengunjung adalah Makam Obelisk, yang dipaht di antara bukit-bukit batu yang berdiri kokoh. Kondisinya sudah tak sempurna namun bentuknya masih bisa kita kenali. Nah obyek selanjutnya yang jadi primadona adalah The Treasury atau Al-Khazneh, istana batu yang berwarna merah. Inilah spot yang membuat Petra disebut ‘The Red Rose City’.

Sejarah

Sejarah Petra

Sebelum ditinggalkan dan menjadi kenangan, Petra dulunya adalah tempat para bangsa-bangsa maju di semenanjung Arab. Teknologi mereka yang terdepan saat itu dengan pengetahuan paling mutakhir. Petra yang saat itu didominasi oleh suku Nabath adalah jalur dagang yang ramai yang menghubungkan pedagang China, India, dan negara-negara di selatan Arab, dengan Mesir, Suriah, Yunani, dan Roma.

Mereka kala itu juga sudah punya sistem pengairan yang terorganisir, dengan membuat bendungan yang mencegah kawasan Petra aman dari Banjir ketika musim hujan datang. Sisitem pengairan berupa waduk dan irigasi ini menjadi oasis satu-satunya di jazirah Arab. Pada masanya Petra adalah tujuan para pencari ilmu pengetahuan untuk belajar.

Sayangnya, seperti kerajaan lain Petra juga tidak dapat mempertahankan kajayaannya. Pada sekitar 100 Masehi, Petra jatuh ke tangan Roma dan menjadi jajahan Romawi hingga 300tahun lamanya, yakni hingga Bizantium dan Kaisar Roma beralih fokus untuk mengembangkan Konstantinopel. Sejak itulah Kota Mwar ini mulai ditinggalkan dan terbengkali.

Baca Juga: Backpacking ke Eropa? Siapa Takut!

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Gempa bumi yang sempat melanda juga membuat terkubur dan dilupakan baru ditemukan kembali pada tahun 1812.  UNESCO kemudian mengakuinya sebagai Situs Warisan Dunia pada 1985. Sejak saat itu Petra adalah simbol Yordania. Setidaknya hingga saat ini jutaan pengunjung pernah menikmati pesona Petra.

Beberapa tahun silam pemerintah Yordania sempat menutup seluruh akses ke Petra. Sebabnya karena banyak spot dirusak oleh warga sekitar. Para penduduk sekitar pun mengakui bahwa ada perubahan besar yang terjadi pada bangunan batu disana. Kerusakan akibat cuaca dan bencana mau tidak mau akan menggerus kota batu.

Pemerintah Yordania pun terus berupaya menjaga peninggalan bersejarah itu, bekerjasama dengan para peneliti dan pakar bebatuan sejumlah perawatan mutakhir sudah dilakukan. Ketika Anda berkunjung kesana, jangan merusak atau mengotori bebatuan ya. Situs warisan dunia ini bisa saja hilang karena ulah usil Anda.

Comments are closed.