Angkor Wat dan Beragam Fakta Menariknya, Mau Tahu?

Travel

Angkor Wat merupakan candi umat Buddha yang ada di Kamboja. Tapi, tak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tempat ini memiliki banyak fakta menarik lain.

Kamboja memang tidak semaju Singapura, tapi untuk urusan destinasi wisata, rasanya Kamboja masuk dalam daftar negara di Asia Tenggara yang cukup banyak didatangi wisatawan. Bukan wisata modern seperti mal ataupun berteknologi tinggi, Kamboja menawarkan kesederhanaan sekaligus wisata sejarah yang cukup banyak diminati oleh wisatawan.

Tak bisa dipungkiri, spot yang paling banyak dikunjungi wisatawan di negara ini adalah Angkor Wat. Angkor Wat merupakan candi yang paling terkenal di Kamboja. Banyak sekali hal yang akan Anda dapatkan jika Anda berkunjung ke candi tersebut.

Di balik kemegahannya, nyatanya tempat ini menyimpan banyak fakta yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Penasaran? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Baca juga: 12 Pagoda Terkenal dan Terindah di Dunia

Fakta Menarik Angkor Wat

Angkor Wat Merupakan Salah Satu Kuil di Kompleks Angkor

Nama tempat ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu ankor yang berarti negara dan wat berarti kuil. Jadi Angkor Wat merupakan wilayah yang dipenuhi banyak kuil. Namun, penamaannya ini sendiri kini merujuk pada satu kuil terbesar dan terkenal dengan panjang 1.500 meter dan lebar 1.300 meter.

Secara keseluruhan, kompleks Angkor Wat mencakupi wilayah seluar 162,6 hektare. Di dalam wilayah tersebut banyak ditemukan reruntuhan kuil. Namun, hingga saat ini tercatat ada sekitar 100 kuil yang masih berdiri tegak di kompleks kuil ini seperti Ta Phrom, Banteay Srei, Bayon, Angkor Thom, dan Ta Keo. Tidak cukup waktu satu hari untuk mengunjungi seluruh kuil yang ada di sini.

Awalnya Merupakan Kuil Umat Hindu Sebelum Beralih Sebagai Kuil Umat Buddha

Angkor Wat dibangun pada masa Raja Suryawarman II yang mendedikasikan kuil ini kepada Dewa Wisnu pada pertengahan abad ke-12. Ada yang menarik nih, soal pendedikasian kuil ini, karena raja-raja sebelumnya lebih memilih membangun kuil untuk Dewa Siwa. Mendekati akhir abad ke-13 peruntukan kuil perlahan menjadi candi agama Buddha.

Bangunannya Merupakan Perpaduan Budaya Khmer dan Ajaran Hindu

Bangunan kuil Angkor Wat memadukan arsitektur pokok bangsa Khmer yaitu bergunung dan berserambi. Sementara bentuk menara utama kuil ini melambangkan Gunung Meru yang dipercaya sebagai kahyangan para dewa-dewi Hindu dan merupakan pusat seluruh kegiatan ajaran agama tersebut. Menara utama ini terletak di tengah kompleks bangunan Angkor Wat. Dan dikelilingi ukiran relief di atas batu. Kompleks bangunan Angkor Wat dikelilingi parit sepanjang lebih dari lima kilometer.

Baca juga: 7 Keajaiban Dunia dan di Indonesia

Pernah “Hilang” Sebelum Akhirnya Kembali Ditemukan

Pembangunan kompleks Angkor Wat sempat terhenti karena Raja Suryawarman II wafat. Maka dari itu masih banyak ditemukan relief dasar yang belum terpasang. Bahkan, kompleks ini sempat terbengkalai dan hilang “ditelan” hutan. Hingga akhirnya ditemukan kembali Henri Mahout, seorang ahli tumbuhan asal Prancis, pada 1860. Dalam catatanya, Mahout menunjukan kekaguman akan kemegahan situs ini yang menurutnya lebih besar dari segala peninggalan Yunani atau Romawi.

Terbuat dari Batu Pasir dan Disatukan dengan Perekat Alami

Bahan dasar bangunan kuil ini adalah batu pasir dan diperkirakan jumlah blok batu yang dibutuhkan sama banyaknya seperti Piramida Kahfre di Mesir yang lebih dari lima juta ton. Blok batu tersebut diambil dari Bukit Kulen yang terletak 40 kilometer dari Angkor Wat. Diperkirakan dibutuhkan rakit kayu untuk mentransportasikan blok batu tersebut saat melewati sungai Siem Reap.

Peneliti menyebutkan berbagai macam teori soal cara pelekatan blok batu yang satu dengan yang lain seperti menggunakan teknik pengunci ekor burung dan tekanan gravitasi. Terdapat lubang berukuran 2,5 centimeter dengan kedalaman 3 centimeter di banyak blok batu yang membuat para peneliti berpikir bahwa lubang tersebut dimanfaatkan untuk menyatukan blok-blok tersebut dengan menggunakan batang besi.

Mahakarya yang Dibuat dalam Waktu 40 Tahun

Kalau diukur dari kemegahan, bahan baku yang dibutuhkan, dan kerumitan relief yang ada dibutuhkan waktu yang lama untuk membangun Angkor Wat. Bahkan seorang insinyur modern pernah mengatakan setidaknya butuh waktu 300 tahun untuk mendirikan Angkor Wat. Namun, kenyataannya kuil tersebut dibuat kurang dari 40 tahun.

Kompleks Angkor Wat Merupakan Pusat Peradaban Terbesar di Dunia

Pada 2007, sebuah tim peneliti internasional dengan menggunakan foto satelit dan teknik modern lainnya menyimpulkan bahwa kompleks percandian Angkor merupakan kota pra industri terbesar di dunia dan mungkin dihuni oleh jutaan orang. Hal tersebut menjadikannya sebagai salah satu pusat peradaban terbesar di dunia.

Tak Hanya Berfungsi Sebagai Tempat Ibadah, Namun Juga Pusat Pengamatan Matahari dan Bulan

Angkor Wat dibangun sejajar dengan matahari dan bulan. Hal tersebut diutarakan seorang astronom asal Amerika Serikat, Robert Stancel. Ia mengutarakan saat matahari melintasi garis khatulistiwa, jika diamati dari bangunan perpustakaan yang berada di bagian gerbang kuil, maka matahari akan terlihat terbit di atas menara utama kuil tersebut. Berdasarkan hal tersebutlah, Bangsa Khmer menyusun kalender mereka. Di beberapa lokasi juga ditemukan tempat yang kemungkinan digunakan sebagai patokan pengamatan bulan.

Baca juga: 20 Tempat Wisata di Thailand yang Seru dan Wajib Dikunjungi

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Ikon Kebanggan Kamboja dan Dicetak di Benderanya

Melihat pentingnya Angkor Wat sebagai relief kebudayaan, maka pada 192 UNESCO menjadikannya sebagai Situs Warisan Dunia. Dengan titel tersebut maka kelestarian situs ini dapat dijaga, sebab ada beberapa bagian kuil yang dijarah dan dijual kepada kolektor secara ilegal.

Pentingnya posisi Angkor Wat dalam sejarah Kamboja, maka tak heran situs ini menjadi kebanggaan nasional. Saking bangganya, Angkor Wat pun digambarkan di bendera Kamboja yang mulai diperkenalkan sekitar 1863. Hal ini menjadikan Kamboja bersama Afganistan salah dua negara yang memasukan ilustrasi monumen nasional ke dalam bendera nasionalnya.

Ada Relief Seperti Dinosaurus di Dinding Kuil

Di kuil yang berumur sekitar 800 tahun ini, banyak tergambar relief yang berhubungan dengan dewa Hindu. Namun ada relief unik di sana, yaitu relief dinosaurus. Ada beberapa dugaan yang yang menjelaskan kenapa relief ini bisa hadir di kuil tersebut. Yang pertama mengatakan bahwa hal tersebut merupakan peninggalan Khmer Kuno. Mungkin ada orang dari zaman tersebut yang pernah melihat keberadaan dinosaurus.

Dugaan lain yang lebih masuk akal menyebutkan bahwa relief itu bukanlah relief dinosaurus, melainkan relief badak dengan berlatar pohon-pohon palem. Dugaan manakah yang benar? Sampai sekarang belum diketahui jawabannya.

Itulah fakta menarik seputar Angkor Wat yang mungkin belum Anda ketahui. Semakin tertarik untuk berkunjung ke candi kebanggan masyarakat Kamboja ini?

Comments are closed.