Lokasi Api Abadi di Dunia, Ada Pula di Indonesia Lho!

Travel

Api abadi cukup menarik perhatian banyak wisatawan untuk berkunjung dan melihat langsung. Tak heran jika lokasinya direnovasi agar lebih nyaman.

Ketika mendengar kata “abadi”, yang terlintas di benak kita pasti sesuatu yang tak pernah mati atau dapat hidup selamanya. Memang, hal tersebut mustahil jika dikorelasikan dengan umur manusia. Namun, hal tersebut bukanlah sebuah ketidakmungkinan jika dihubungkan dengan api. Ya, di dunia ini terdapat cukup banyak api abadi. Banyak faktor yang menyebabkan api di lokasi tersebut tidak pernah padam, salah satunya karena adanya sumber gas alam yang membuat api terus menyala meski terkena air atau angin. Tak perlu berlama-lama, mari kita lihat api abadi di dunia di bawah ini!

Api Abadi di Berbagai Negara

Baba Gur di Irak

Tempat ini pertama kali ditemukan pada 1927 di sebuah ladang minyak. Di mana, sebelum ditemukannya ladang minyak Ghawar di Arab Saudi pada 1948, ladang minyak ini adalah yang terbesar saat itu. Konon katanya, Baba Gur di Irak ini sudah berusia sekitar 4.000 tahun. Bahkan penulis Yunani kuno yakni Herodotus yang hidup di antara tahun 484-425 juga pernah menyinggung dan mengambarkan api abadi di Irak ini. Api Baba Gur ini berasal dari gas alam yang berupa kumpulan hidrokarbon cair, kemudian merembes di antara celah-celah bebatuan di sekitar tempat tersebut. Hal ini pernah dijelaskan dalam ”The American Journal of Science “ edisi 1939.

Baca juga: Fakta Menarik Bangsa Viking yang Belum Banyak Diketahui

Water and Fire Cave di Taiwan

Api abadi di Guanziling, Taiwan ini merupakan hasil dari gas Metana yang ada di sekitar tempat tersebut. Konon katanya, api ini sudah ada sejak 1701, artinya api sudah menyala kurang lebih 300 tahun. Uniknya, api ini tetap menyala dan tak pernah padam, walaupun di sebelahnya ada sumber mata air. Mungkin suatu saat nanti api ini akan padam, mengingat ukuran apinya semakin lama semakin kecil dari awalnya ditemukan sekitar tiga meter.

Chestnut Ridge Park di Amerika Serikat

Chestnut Ridge Park merupakan salah satu api abadi paling mengagumkan, sebab lokasinya sangat dekat dengan air terjun, lebih tepatnya berada di belakang air terjun. Walaupun begitu, api ini tidak pernah padam. Uniknya, di tempat ini memang mengandung cukup banyak sumber minyak bumi seperti Etana dan Propana. Tapi sejauh ini, para peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana api ini bisa terus menyala di tempat seperti ini. Dikatakan, tanah tempat api menyala tersebut tidak cukup panas agar bisa menjaga api tersebut tidak padam. Sampai sekarang, nyala api di dekat air terjun ini masih menjadi sebuah misteri bagi siapa pun di dunia.

Yanar Dag di Azerbaijan

Yanar Dag atau kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya ”gunung terbakar“ adalah sebuah gunung setinggi 116 meter yang terletak sekitar 25 kilometer di sebelah Timur kota Baku, Azerbaijan. Terkadang api di sini memiliki bentuk yang cukup unik yang diakibatkan oleh hembusan angin di sekitar gunung tersebut. Salah satunya yaitu Pegas Terbakar atau bahasa warga setempat sering menyebutnya ”Yanar Bulaq“. Tidak diketahui secara pasti, kapan api di gunung ini mulai menyala. Tapi yang jelas, beberapa penjelajah terkenal zaman dulu seperti Alexandre Dumas dan Marco Polo pernah menulis tentang Yanar Dag dalam catatan perjalanannya.

Baca juga: Daftar Karnaval Unik di Dunia, Pernah Coba?

Door to Hell di Turkmenistan

Kurang lebih sama dengan bekas tambang batubara Jharia di India, api abadi di Gurun Karakum, Darweze, Turkmenistan yang dikenal dengan sebutan ”Door To Hell“ ini juga disebabkan oleh kelalaian manusia. Ceritanya bermula pada 1971, di mana pada waktu itu ada beberapa ahli geologi Uni Soviet yang melakukan pengeboran di sebuah tempat yang penuh dengan gas Metana. Tapi, tanah di tempat mengeboran tersebut tiba-tiba runtuh dan meninggalkan lubang dengan diameter sekitar 70 meter. Untuk menghindari gas beracun yang berasal dari gas Metana, mereka memutuskan membakar gas tersebut. Mereka berharap, api akan menghabiskan gas alam tersebut dalam hitungan hari, tapi sampai saat ini, tempat tersebut masih menyala dan tidak diketahui kapan api tersebut akan padam.

Tambang Batubara Jharia di India

Jharia adalah salah satu tambang batubara terbesar di India yang kini seperti lautan api. Ceritanya di mulai pada 1970, di mana waktu itu negara India mecoba mempraktikkan cara penambangan batubara secara terbuka. Cara ini sebenarnya cukup berisiko, karena batubara akan terpapar dengan oksigen secara langsung dan mudah terbakar. Dan benar, batubara di tambang tersebut terbakar dan terus menjalar ke 70 area tambang lain di sekitarnya, hingga tidak bisa dipadamkan. Kini, api abadi hasil kelalaian manusia di bekas tambang batubara Jharia di India ini sudah menjadi salah satu penghasil polusi karbon dioksida terbesar di dunia.

Baca juga: 8 Pemandian Air Panas di Bandung yang Wajib Dikunjungi

Mrapen di Jawa Tengah

Mrapen ini berada di kabupaten Grobongan, Jawa Tengah. Api tak pernah padam ini pertama kali ditemukan pada abad ke-15. Selain itu, nama Mrapen sebagai api abadi juga cukup dikenal di Indonesia, karena pernah dipakai untuk menyalakan obor untuk PON. Konon katanya, api Mrapen ini tercipta saat Sunan Kalijaga bersama teman-temannya sedang kedinginan. Kemudian, Sunan Kalijaga menancapkan tongkatnya ke dalam tanah. Ajaibnya, setelah tongkatnya dicabut, muncul api yang kita kenal dengan Mrapen sekarang ini.

Kayangan Api di Jawa Timur

Sama seperti di Jawa Tengah, api abadi yang berada di desa Sendangharjo, kecamatan Ngasem, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini juga sudah direnovasi dan dijadikan salah satu tempat wisata alam di Jawa Timur. Kayangan api ini terbentuk karena formasi batuan di sekitar tempat tersebut yang menyebabkan keluarnya gas alam dari bawah tanah menuju ke permukaan. Hal inilah yang membuat api ini tidak pernah padam meskipun saat diguyur hujan lebat sekalipun. Itulah daftar api abadi di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. Mana yang pernah Anda kunjungi dan lihat secara langsung?

Comments are closed.