Melihat Fakta Menarik di Balik Bandara Kertajati Majalengka

Travel

Bandara Kertajati memang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Sebab, kehadirannya dapat membawa angin segar bagi dunia penerbangan tanah air.

Tinggi dan padatnya lalu lintas udara dan penumpang pesawat di tanah air memaksa pemerintah harus memiliki banyak bandara yang dapat menampung banyak penumpang dan menjalankan banyak jadwal penerbangan, baik domestik maupun internasional. Setelah sebelumnya semua terpusat pada Soekarno-Hatta sebagai bandar udara terbesar di Indonesia, kini kita harus berbangga karena sekarang ada bandar udara yang bisa dibilang setara dengan bandar udara internasional tersebut, yakni Bandara Kertajati di Majalengka.

Meski sudah direncanakan dibangun pada awal 2000-an, namun pada akhirnya bandara ini pun resmi beroperasi pada Juni 2018 silam. Sebagai bandara baru dan berukuran besar, terdapat beberapa fakta menarik di balik pembangunan dan peresmian bandara satu ini. Apa saja faktanya? Ini dia!

Fakta Menarik Bandara Kertajati

Bandara Terbesar Kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta

Bandar udara ini bisa menampung kurang lebih 5,6 juta penumpang pada tahap pertama. Bahkan bandar udara Kertajati termasuk terbesar kedua di Indonesia setelah Soetta. Bandar udara Kertajati dibangun di atas lahan seluas 1.800 ha dan memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.500 x 60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000 x 60 meter.

Grand Opening Bandara Juni 2018

Bisa dibilang, bandar udara satu ini memang sangat ditunggu-tunggu peresmiannya. Tak heran jika banyak sekali pertanyaan terkait kapan waktu peresmian bandar udara terbesar kedua di tanah air ini. Pada akhirnya, Kementerian Perhubungan pun meresmikan bandar udara Kertajati pada Juni 2018 silam dan sudah beroperasi secara normal hingga sekarang ini. Bahkan, bandara satu ini bisa digunakan sebagai bandara yang melayani perjalanan untuk lebaran.

Peresmian Molor Dua Kali

Pembukaan atau peresmian Bandara Kertajati mundur dari 2016 menjadi 2017, lalu mundur lagi menjadi 2018. Bukan tanpa sebab peresmian Bandara Kertajati mundur hingga dua kali. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Agus Santoso, menceritakan, semula Bandara Kertajati ini terkatung-katung penyelesaiannya karena secara konsep keberadaannya menjadi silang pendapat antara perencana kota (city planner) Pemprov Jabar dan pemerintah pusat. Sebab, jarak yang harus ditempuh dari Jakarta menuju bandara ini sekitar 200 kilometer, tentu ini bukanlah jarak yang dekat untuk dilalui. Terlebih banyak sekali orang yang sudah terbiasa bepergian menggunakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.

Jadi, hampir dipastikan banyak pengguna jasa penerbangan tidak akan rela berpindah dari bandar udara Soekarno-Hatta ke Bandara Kertajati yang notabene jaraknya lebih jauh. Sebagai gambaran, untuk menuju bandara ini, kita harus menuju akses keluar tol Cipali yang mana titik 0 kilometernya ada di Cawang, Jakarta Timur. Belum lagi kemacetan yang sulit sekali diprediksi di jalur tersebut. Hal ini juga sempat menjadi masalah besar di mana izin penetapan lokasinya sempat hangus bahkan sebelum bandara tersebut dibangun.

Bayangkan, studi kelayakannya dimulai sejak 2003, penetapan lokasi pertama 2005, tetapi perpanjangan izin penetapan lokasi diulang pada 2012 dengan memasukkan kewajiban pendanaan APBN. Selama tujuh tahun tidak ada kegiatan fisik apa pun dan izin penetapan lokasi yang lama hangus, mengingat pekerjaan pembangunan tidak kunjung dimulai. Jadi, bisa dibilang, proyek pembangunan bandara ini terkatung-katung kurang lebih 10 tahun lamanya.

Layani Mudik Lebaran dan Penerbangan Haji

Pemerintah menargetkan ada penerbangan ke lima kota melalui Bandara Kertajati. Kota-kota itu antara lain Medan, Surabaya, Bali, Makassar, dan salah satu kota di Kalimantan antara Balikpapan dan Samarinda. Dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 46 juta orang, potensi bandara ini sangatlah besar.

Selama ini, warga Jawa Barat selalu menggunakan Bandara Husen Satranegara jika ingin menggunakan transportasi udara. Dengan kapasitas 5,6 juta penumpang per tahun, Bandara Kertajati diharapkan bisa menjadi alternatif baru bagi warga Jabar.

Keunggulan yang dimiliki Bandara Kertajati di antaranya terkoneksi dengan jalan tol Cipali dan nantinya juga terkoneksi dengan kereta api. Bahkan, ke depannya, pemerintah berkeinginan untuk menyulap bandara ini menjadi kawasan aeropolis yang mengintegrasikan antara kawasan industri dan hunian. Jadi, bandara ini dapat berguna secara optimal. Bahkan, ke depannya, akan melayani penerbangan haji.

Terkoneksi Berbagai Moda Transportasi

Tak kalah dengan Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), bandar udara ini juga akan terkoneksi dengan berbagai moda transportasi termasuk kereta api. Jadi, bandara ini terintegrasi dengan jalan tol Cipali, nanti di sini juga akan dibangun jalur kereta. Jadi ini akan terintegrasi antarmodanya dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Selain itu, saat ini juga tengah dibangun jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Dengan ada tol ini, bandar udara Husein Sastranegara di Bandung akan terintegrasi dengan bandar udara Kertajati.

Gambir-Bandara Kertajati Hanya 2 Jam dengan Kereta

Untuk melengkapi konektivitas antarmoda, bandar udara Kertajati akan dilengkapi dengan jalur kereta bandara untuk menarik minat dan mempersingkat waktu penumpang dari Jakarta maupun Bandung. Nantinya, kereta ini akan membawa penumpang dari Stasiun Gambir menuju Bandara Kertajati dalam waktu kurang dari dua jam. Kereta akan melalui Bekasi Timur, Cikarang, Karawang dan Cikampek. Dengan keberadaan bandar udara Kertajati dan kereta bandara ini, efektivitas transportasi masyarakat akan terpenuhi.

Jadi Proyek Percontohan Nasional

Bandara Kertajati akan dijadikan sebagai proyek percontohan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ini disebabkan pembangunannya melibatkan banyak pihak dan menerapkan inovasi baru dalam hal skema pendanaannya. Menhub Budi Karya Sumadi mengapresiasi kepada seluruh pihak mulai dari Pemerintah Kabupaten Majalengka yang sudah menyediakan lahan hingga PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang menerapkan skema pendanaan melalui mekanisme Reksadana Dana Penawaran Terbatas (RDPT).

Bandara Kertajati Tingkatkan Citra Indonesia di Mata Dunia

Pembangunan Bandara Kertajati diharapkan dapat menghapus citra buruk industri penerbangan Indonesia di mata dunia. Dibangun dengan konsep aeropolios business concept, Bandara Kertajati akan menjadi peluang Indonesia membenahi pelayanan di dunia penerbangan. Bandara Kertajati bisa mengatasi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan mampu menggantikan Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Layani 5 Rute Penerbangan

Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, akan melayani lima rute penerbangan domestik. Hal itu disampaikan Kadishub Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik. Lima rute penerbangan tersebut antara lain, Kertajati-Denpasar, Kertajati-Surabaya, Kertajati-Ujung Pandang, Kertajati-Balikpapan, dan Kertajati-Medan.

Belum Bisa Didarati Pesawat Berbodi Besar

Landasan pacu Bandara Kertajati saat ini sepanjang 2.500 meter. Agar bisa dilalui oleh pesawat Boeing 777, yang diperlukan adalah landasan pacu minimal 3.000 meter Mungkin sekarang ini Bandara Kertajati belum bisa dibandingkan dengan Bandara Soekarno-Hatta dalam hal jadwal penerbangan. Tapi, dalam beberapa waktu ke depan, kita akan melihat bandara ini beroperasi sebagaimana mestinya sebagai bandara terbesar nomor dua di tanah air.

(Sumber Foto: https://bijb.co.id)

Comments are closed.