Bandara Ngurah Rai dan Beragam Fakta Menariknya

Travel

Bandara Ngurah Rai bukanlah sekadar bandara biasa. Salah satu bandara kesayangan kita satu ini memiliki fakta menarik yang mungkin belum Anda ketahui.

Sekarang ini, ada banyak sekali bandara di Indonesia, mulai dari yang kecil hingga yang besar dan bertaraf internasional. Hal ini tak lepas dari tingginya jumlah penumpang pesawat di tanah air. Tentunya, keberadaan sebuah bandara juga seringkali dianggap sebagai sebuah kebanggan bagi masyarakatnya. Sebab, tak jarang bandara tersebut selain berfungsi untuk lokasi lepas landas dan mendarat bagi pesawat, juga memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Hal ini dapat kita lihat di Bandara Ngurah Rai, Bali. Sebagai salah satu bandara modern di tanah air, nyatanya bandara satu ini dianggap sebagai sebuah tempat yang bernilai tinggi bagi warganya. Selain terkenal akan kesibukan jadwal penerbangannya, nyatanya Bandara Ngurah Rai memiliki beberapa fakta menarik yang mungkin belum Anda ketahui.

Baca juga: Sering Naik Pesawat? Ini Etika di Bandara yang Harus Diikuti!

Apa sajakah fakta menarik tersebut? Mari kita lihat bersama di bawah ini!

Fakta Menarik Bandara Ngurah Rai Bali

Bekas Pangkalan Militer

Siapa sangka jika bandara yang satu ini merupakan salah satu bekas pangkalan militer? Bandara Ngurah Rai awalnya dibangun oleh Departement Voor Verkeer en Waterstaats atau Departemen Pekerjaan Umum pada masa penjajahan Belanda. Sebelum bernama bandara Ngurah Rai, bandara ini dulunya bernama Pelabuhan Udara Tuban, atau South Bali Airstrip. Belanda memilih lokasi rerumputan dan pekuburan di Desa Tuban untuk membangun airstrip sepanjang 700 meter. Namun, pada 1942, saat pendudukan Jepang di Indonesia, South Bali Airstrip mengalami pengeboman. Tentara Jepang mengalihfungsikan bandara tersebut untuk mendaratkan pesawat tempur, dan pesawat angkut milik mereka. Bagian airstrip yang rusak karena bom Jepang, diperbaiki dengan sistem plat baja. Perkembangan pun dilakukan di sana-sini. Pada rentan 1963-1969, pembangunan Bandara Ngurah Rai menjadi salah satu pembangunan nasional Indonesia.  Pemerintah pun melakukan reklamasi pantai, dan kembali menambah panjang landasan pacu menjadi 2,7 km. Hingga puncaknya pada tanggal 1 Agustus 1969, proyek besar tersebut selesai, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.

Masuk dalam Daftar Bandara Terbaik Dunia

Indonesia patut berbangga diri. Pasalnya, salah satu bandara tersibuk di Indonesia ini termasuk dalam bandara ketiga terbaik di dunia. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, kembali meraih penghargaan terbaik dunia versi Airport Council International (ACI), sebuah organisasi bandara  yang bermarkas di Montreal, Kanada. Penghargaan yang didapatkan Bandara Ngurah Rai adalah untuk kategori bandar udara berkapasitas 15-25 juta penumpang per tahun. Bandara Ngurah Rai keluar sebagai juara terbaik tahun 2017 setelah bersaing dengan 340 bandara di 85 negara.

Tersibuk Ke-3 di Indonesia

Tak dapat dipungkiri bahwa Bali menjadi salah satu destinasi favorit para wisatawan ketika bertandang ke Indonesia. Maka, tak mengherankan jika bandara Ngurah Rai menjadi salah satu bandara paling sibuk yang ada di Indonesia. Bandara ini menempati urutan ketiga tersibuk di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Juanda di Surabaya. Dilansir oleh airport.id, bandara ini setidaknya telah melayani 27 maskapai penerbangan yang terdiri dari 10 maskapai penerbangan jalur domestik dan 17 lainnya maskapai penerbangan dengan jalur internasional. Berdasarkan data Dewan Bandara Internasional, Bandara Ngurah Rai pada 2013, bandara ini melayani sebanyak 15.630.839 penumpang. Jumlah ini terus mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

Memiliki Layanan Duty Free Pertama di Indonesia

Menariknya, tak perlu jauh-jauh ke Singapura untuk dapatkan barang impor murah tanpa pajak, di Bandara Ngurah Rai pun bisa. Pasalnya, di kawasan bandara Ngurah Rai, kini telah hadir layanan duty free pertama di Indonesia. PT Angkasa Pura I menggandeng  PT Dufrindo Internasional untuk hadirkan layanan duty free di bandara Ngurah Rai. Konsep yang ditawarkan pun cukup unik. Berbeda dengan toko duty free yang ada di bandara lainnya, lokasi duty free Bandara Ngurah Rai Bali berada di area terminal kedatangan (restricted area).

Baca juga: Tip Mudah Saat Melewati Pemeriksaan Bandara

Bandara Dengan Koneksi Tercepat

Satu lagi prestasi bandar udara Ngurah Rai. Bandara ini masuk dalam jajaran bandara yang memiliki koneksi internet tercepat di dunia. Bahkan, koneksi internet yang ditawarkan di bandara ini kecepatannya melebihi apa yang ada di bandara Frankfurt, German. Bandara I Gusti Ngurah Rai menempati posisi ke-6 dengan koneksi internet tercepat dunia, yakni dengan kecepatan mencapai 16.01 Mbps.

Harmoni Adat dan Modernisasi

Ciri menonjol dari Bali yakni adat istiadatnya yang masih kental ada di setiap sudutnya. Begitu pula halnya dengan konsep arsitektur yang ada di bandara ini. Pertama kali mendarat dari pesawat, Anda langsung disambut dengan suasana kental Bali. Mulai dari arsitektur berupa relief-relief ukiran Bali hingga lantunan gamelan khas Bali. Tak hanya itu, Anda juga akan menemukan arsitektur bandara yang futuristik dan megah.

Punya Hari Libur Sendiri

Keunikan lain akan Anda dapatkan di bandara yang terletak di Tuban, Bali ini. Jika biasanya bandara selalu beroperasi setiap waktu, maka pengecualian untuk bandara Ngurah Rai. Pada hari raya Nyepi, seluruh aktivitas di Ppulau Bali akan dihentikan, termasuk pelayanan di Ngurah Rai. Di hari raya Nyepi, jangan harap Anda bisa temukan pesawat atau penumpang yang hilir mudik di bandara. Adanya hari libur di bandara Ngurah Rai ini tak lain adalah untuk menghormati umat Hindu agar mencapai ketenangan dan kenyamanan dalam beribadah. Jadi, pastikan untuk mengecek kalender Anda sebelum tentukan penerbangan ke Bali.

Baca juga: 10 Bandara Terbaik Dunia Tahun 2019

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Bandara Paling Sering Berbenah

Dengan tingginya jumlah penumpang yang ada setiap tahunnya, membuat Ngurah Rai selalu berbenah setiap tahunnya. Pada 2015, Ngurah Rai dinobatkan sebagai ‘The Most Improved Airport‘. Penghargaan ini mengacu pada peningkatan kualitas pelayanan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang telah mengalami kemajuan pesat setiap tahunnya.

Mampu Menjadi Landasan Pacu Pesawat Raksasa

Tingginya jumlah pesawat yang menggunakan landasan pacu di bandara membuat Angkasa Pura berkomitmen untuk membangun runway secara totalitas. Dengan lebar 45 meter, panjang 3 kilometer, dengan konstruksi beton dan aspal yang dikeraskan. Dengan kapasitas ini, Bandara Ngurah Rai bahkan dapat menjadi landasan penerbangan pesawat raksasa Airbus 380 double deck. Melihat fakta di atas, tak heran jika masyarakat Bali sangat bangga memiliki Bandara Ngurah Rai. Pernahkah Anda melihat secara langsung bandara satu ini?

Comments are closed.