Fakta Menarik Bangsa Viking yang Belum Banyak Diketahui

Travel

Bangsa Viking selalu digambarkan secara menyeramkan di berbagai film. Faktanya, banyak sekali hal yang tidak sesuai dengan kehidupan aslinya.

Kita tahu bahwa di dunia ini terdapat banyak sekali suku dan bangsa, mulai dari yang sudah punah sampai yang masih ada hingga saat ini. Dari sekian banyak, salah satu yang paling terkenal dan melegenda tak lain adalah bangsa Viking. Bangsa Viking merupakan suku bangsa dari Skandinavia yang berprofesi sebagai pedagang, peladang, dan paling terkenal sebagai perompak (sering kali setelah gagal berniaga) yang di antara tahun 800 dan 1050 menjarah, menduduki, dan berdagang sepanjang pesisir, sungai, dan pulau di Eropa dan pesisir timur laut Amerika Utara, serta bagian timur Eropa sampai ke Rusia dan Konstantinopel. Bangsa ini selalu digambarkan sebagai bangsa yang gemar berperang serta tak kenal takut dan lelah. Umumnya, masyarakatnya digambarkan sebagai orang yang memiliki janggut panjang dan memakai helm bertanduk. Tapi, dari sekian banyak informasi yang beredar, nyatanya banyak sekali informasi mengenai bangsa Viking yang sejatinya tidak sesuai dengan apa yang digambarkan di berbagai film. Apa sajakah faktanya? Mari kita simak bersama!

Baca juga: 4 Perayaan dengan Tradisi Unik di Inggris 

Fakta Menarik Bangsa Viking

Tidak Memakai Helm Bertanduk

Dalam kebanyakan film layar lebar, bangsa Viking digambarkan kerap berperang dengan garang. Dengan menggunakan helm bertanduk, mereka menyerang dan menjarah daerah yang ingin ditaklukkan. Namun faktanya, mengutip laman History.com, kemungkinan besar kebanyakan orang Viking tidak menggunakan helm. Sekalipun mereka mengenakan helm, kemungkinan besar helm mereka berbentuk sama seperti helm tentara-tentara Eropa lainnya pada abad pertengahan (abad ke-5 sampai dengan 15 Masehi). Para arkeolog pernah mengabarkan, satu-satunya helm yang masih awet dari Abad Viking telah ditemukan di sebuah pemakaman pejuang Norwegia di Gjermundbu, Oslo bagian Utara, dan helm itu tidak bertandung. Kesan helm bertanduk pada bangsa Viking dibuat oleh para pelukis Eropa pada abad ke-19 untuk mendramatisir. Penggambaran helm bertanduk itu kian melekat pada bangsa Viking setelah banyak film Hollywood turut menggambarkan kesan demikian.

Kaum yang Paling Bersih pada Zamannya

Kesan kotor dan jorok yang dikaitkan pada bangsa Viking dalam film-film layar lebar bisa jadi juga keliru. Dalam penggalian beberapa situs bangsa Viking, ditemukan alat pembersih tubuh seperti seperti pengorek telinga, pisau cukur, sisir, serta tusuk gigi yang terbuat dari tanduk dan tulang hewan. Mereka orang-orang yang resik. Sejarawan meyakini bangsa Viking memiliki kebiasaan yang lebih bersih dan mandi lebih sering ketimbang orang-orang Eropa lainnya pada masa itu. Mereka percaya orang-orang Viking punya kebiasaan khas, yakni mandi setidaknya seminggu sekali. Orang-orang Viking disebut senang berenang di sumber-sumber air panas alami.

Punya Cairan Khusus untuk Pembakaran

Bangsa Viking juga disebut-sebut telah memiliki pengetahuan khusus mengenai pembakaran. Mereka menciptakan cairan khusus dengan memanfaatkan produk limbah manusia. Mereka juga mengumpulkan jamur dari kulit kayu dan mendidihkannya selama beberapa hari dalam urine sebelum berubah menjadi cairan unik. Hasilnya, cairan itu dapat terbakar sehingga mereka bisa membawanya dan menyalakan api di mana saja.

Baca juga: Tour Eropa Timur: Ini 5 Tempat Wisatanya!

Mengubur Jenazah di dalam Perahu

Pada 2011, sebuah makam perahu ditemukan di Scottish Highlands, Semenanjung Ardamurchan, Skotlandia Barat. Perahu yang berusia sekitar 1.000 tahun itu diidentifikasi sebagai makam seorang bangsa Viking yang berstatus tinggi. Dalam makam perahu itu ditemukan berbagai barang berharga yang ditemukan seperti kapak, pedang, dan tombak. Selain itu ditemukan pula dua gigi manusia yang diduga milik orang Viking yang berjenis kelamin perempuan. Itu merupakan makam perahu Viking pertama yang pernah ditemukan di daratan Britania Raya. Seperti dijelaskan oleh para ahli dari Inggris yang melakukan investigasi di sana, perahu dengan 213 keling paku telah berhasil digali dari situs tersebut. Penjelasan mengenai temuan itu telah diterbitkan dalam jurnal Antiquity. Dengan adanya penemuan ini, teknik pemakaman bangsa Viking dalam perahu semakin terjelaskan. Teknik ini melibatkan penggunaan perahu sebagai peti mati bagi tubuh seseorang yang dikuburkan. Selain itu di dalam perahu juga disertakan benda-benda berharga di sekeliling jenazah. Sebelumnya makam perahu bangsa Viking juga pernah ditemukan di Balladoole, Isle of Man.

Suka Bermusyawarah

Alih-alih barbar, orang-orang Viking rupanya sangat diplomatis. Jika ada seorang pemimpin yang semena-mena, jahat atau kejam, dibentuklah satu dewan dari tiap kubu dan pemimpin tersebut akan dihukum dan dibuang. Hal ini terjadi pada raja bernama Eric si Janggut Merah, yang suka dengan kekerasan, sampai akhirnya orang Viking sendiri menjadi muak dengannya. Akhirnya, ia pun dibuang dari Norwegia dan Islandia.

Ada Hak untuk Perempuan

Biasanya, gadis Viking dipaksa untuk menikah sekitar usia 12 tahun dan diberi tanggung jawab mengurus rumah tangga yang penuh dengan anak-anak. Meski terkesan patriarkis, tapi jika dibandingkan dengan perempuan bangsa lain pada masa itu, mereka menikmati berbagai macam hak mendasar. Bangsa Viking yang dikenal gemar memperjualbelikan budak perempuan maupun laki-laki dari bangsa lain yang mereka taklukkan ini, memberi hak-hak khusus kepada kaum perempuan mereka. Perempuan Viking memiliki hak untuk mewarisi properti, mengajukan perceraian, dan bahkan mengklaim kembali pemukiman jika pernikahan tersebut gagal. Kaum perempuan bangsa Viking memiliki hak untuk mewarisi harta, meminta cerai, dan merebut kembali mahar mereka jika perceraian terjadi.

Baca juga: 5 Kota Tempat Wisata di Eropa Bagi Penggemar Sepak Bola

Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Dibandingkan dengan kaum Eropa lainnya, menu makanan merekalah yang paling seimbang dan sehat. Pasalnya, Viking suka makan ikan terutama ikan kod yang mengandung banyak omega 3. Tak hanya itu, mereka juga makan berbagai sereal dan sayuran. Viking hanya makan sebanyak dua kali sehari yakni saat siang dan malam hari.

Pria Viking Senang Berambut Pirang

Satu fakta yang jarang diketahui tentang kaum pria Viking adalah mereka suka menyemir rambut menjadi pirang, Bagi mereka, rambut pirang itu merupakan bagian dari keindahan budaya mereka. Biasanya, pria Viking yang berambut merah akan menggunakan sejenis sabun dicampur kapur atau kandungan alkali yang tinggi guna memutihkan rambut mereka hingga jadi pirang. Cara ini rupanya berlaku juga untuk kumis dan janggutnya. Mungkin setelah melihat fakta-fakta di atas, Anda tidak lagi berpikir bahwa bangsa Viking adalah bangsa yang masyarakatnya selalu digambarkan secara negatif di berbagai film.

Comments are closed.