Menjelajahi Basilika Santo Markus yang Bersejarah

Travel

Basilika Santo Markus merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi jika Anda pergi ke Venesia. Mengapa bangunan ini begitu banyak dikunjungi wisatawan? Berikut ini sejarahnya.

Anda berkunjung Venesia, jangan hanya berkunjung ke gondolanya saja, tetapi ada satu tempat bersejarah yang dipenuhi dengan bangunan kuno. Tempat itu adalah Basilika Santo Markus. Basilika Santo Markus adalah gereja di Venesia yang paling terkenal dari arsitektur Bizantium. Gereja ini disajikan sebagai simbol status kekayaan dan kekuasaan Venesia dari abad ke-11 dan seterusnya, gedung ini dikenal dengan julukan Chiesa d’Oro (Gereja Emas).

Basilica San Marco merupakan sebuah Gereja Katedral Katolik Roma Keuskupan Agung Venesia, yang terletak di Italia Utara. Konsep arsitekturnya adalah arsitektur Byzantium, yaitu kubah kembar yang berlapis emas. Emas ini dijadikan sebagai simbol kekayaan dan kekuasaan Venezia dari abad ke-11.

Sama halnya dengan bagunan kuno dan bersejarah di negara lain, Gereja Santo Markus tetap kokoh berdiri di tengah keramaian wisatawan yang mengunjunginya. Ada banyak burung merpati yang turun dari kubah-kubah gereja tersebut. Hal ini dikarenakan burung tersebut melihat banyaknya manusia yang membawa remah-remahan roti atau jagung pipilan yang menjadi santapannya. Bila Anda berkunjung ke sini, jangan heran jika tepat di depan gereja Anda akan melihat pemandangan lucu antara pengunjung yang memberikan makan kepada burung-burung merpati.

Baca juga: Hagia Sophia: Dari Gereja Menjadi Masjid Hingga Museum

Sekilas Sejarah Gereja Basilika Santo Markus

Gereja Basilika Santo Markus dibangun pada 828. Namun, selang beberapa tahun saja, gereja ini dibakar dalam pemberontakan pada 976 dan dibangun kembali pada 978 serta menjadi Basilika pada 1063. Sementara itu, struktur dasar bangunan telah banyak diubah seiring berjalannya waktu, khususnya di bagian dekorasi di setiap ruangan. Gereja ini merupakan salah satu contoh arsitektur Gothic tanpa kubah kembarnya.

Santo Markus sendiri adalah seorang Santo pelindung pertama Venezia. Tubuh Santo Markus yang dimakamkan di Alexandria di Mesir ini, dicuri dan dibawa kembali ke Venesia olah seorang pedagang dari Venesia dan dimakamkan di sana.

Arsitektur Gereja Basilika Santo Markus

Jika Anda menelaah lebih jelas, denah Basilika San Marco dasarnya adalah berbentuk salib, tetapi setelahnya dibangun ‘Piazza’ hingga saat ini denah dari gereja tersebut sedikit berubah.

Gereja Santo Markus ini merupakan Gereja pertama yang memakai mozaik pada bagian eksteriornya. Warna-warna yang kuat menjadi point of interest dari gereja ini. Tidak sedikit dari wisatawan yang berdecak kagum memandangi gereja ini. Bukan hanya dari arsitekturnya saja, tetapi detail-detail di setiap sudut dari gereja ini pun terlihat sangat indah.

Sebagai contoh, di pintu masuk utama dihias dengan warna-warni mozaik cantik dan di atasnya menampilkan Tuhan Yesus Kristus dengan salib-Nya serta orang-orang yang diangkat ke surga atau dikirim ke neraka. Selain itu, di bawahnya terdapat tiga lengkungan yang merupakan konsep Gereja Klasik di Eropa. Tidak sampai di situ, mozaik tersebut dilapisi emas murni sehingga membuat gereja ini adalah salah satu gereja temewah di awal abad pertengahan.

Selanjutnya, setiap pintu masuk terdapat desain mozaik yang berbeda. Salah satu pintu masuk menggambarkan tubuh Santo Markus yang diambil dari Alexandria. Kemudian, di atas pintu balkon di bagian dalam gereja ini menunjukkan banyak adegan dari kehidupan Yesus Kristus.

Beralih ke kubah Byzntium kembar itu, terlihat sangat gemilang berkat pantulan sinar matahari di kala pagi hingga sore hari. Cahaya matahari menyinari San Marco membuat emas-emas di kubah dan juga mozaik gereja ini semakin bercahaya.

Selanjutnya di bagian atas tampak depan gereja, tepatnya di tengah-tengah terdapat patung seekor singa emas dengan berlatarbelakang biru. Detail tersebut tentu memberikan sisi lain sehingga gereja ini tidak hanya memberikan satu kesan saja, tetapi ada banyak kesan yang terpancar dari bagunan ini.

Beranjak ke bagian dalam interior, terutama pada bagian langit-langit bagunan ini dihiasi dengan mozaik orang-orang yang terdapat di alkitab, termasuk Yesus kristus beserta ke-12 muridnya. Ada empat kubah besar di gereja ini dan masing-masing bagian dalamnya bermozaik orang-orang dari Alkitab di mana Yesus ada di puncak kubahnya yang melambangkan sebuah konsep ke-Tuhan-an, yang ada di tempat tertinggi.

Sama hal dengan yang lain, kubah-kubah ini dilapisi emas murni dengan mozaik tentang cerita dalam Alkitab termasuk cerita tentang Yesus dan ke-12 muridnya. Kemudian lantainya terbuat dari marmer Italia dengan konsep geometris. Italia memang terkenal dengan batu tuanya sebagai marmer yang digemari di seluruh dunia. Batu-batu marmer di sana, dipotong dan ditambang untuk disebarkan ke tempat-tempat di seluruh dunia, termasuk Santo Markus ini.

Memiliki konsep dasar geometri, sang desainer mampu membuat sudut-sudut cantik di beberapa tempat. Tidak harus twin geometric, tetapi puzzle geometric sehingga terciptalah konsep klasik dan juga modern.

Baca juga: Makanan Italia Terkenal di Dunia, Mana Favorit Anda?

Tip dan Cara Memaksimalkan Kunjungan Anda ke San Marco

Waktu

Tempat ini merupakan salah satu destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan, jadi jangan berharap Anda bisa leluasa menikmati keindahan dari bangunan tersebut. Waktu terbaik untuk tiba adalah pagi hari dan sekitar tengah hari ketika sebagian orang pergi untuk makan siang.

Gaya Busana

Bagunan ini adalah sebuah gereja sehingga tempatnya sangat suci. Oleh karena itu, bergayalah dengan buasana yang sopan laiknya seperti berkunjung ke tempat ibadah.

Baca juga: Colosseum: Simbol Keagungan Bangsa Romawi

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Pemandangan Terbaik

Untuk pemandangan terbaik mosaik, kunjungi galeri di dekat pintu masuk museum. Jangan lupa membawa teropong untuk melihat lebih dekat.

Makanan dan Minuman

Jika Anda kelaparan, terdapat kafe dan restoran yang terdapat di sekitar St Mark’s Square dan sepanjang Grand Canal, hanya beberapa langkah dari basilika.

Comments are closed.