Apa yang Dimaksud Apatride dan Bipatride?

Travel

Meskipun bukan hal baru di Indonesia, tetapi orang yang memiliki status kewarganegaraan bipatride tidak selalu mendapatkan keuntungan, tetapi juga ada kerugian yang harus diterimanya.

Bipatride berasal dari kata ‘bi’ artinya dua dan ‘patride’ artinya kewarganegaraan. Jadi, bipatride adalah orang-orang yang memiliki kewarganegaraan rangkap (ganda). Bipatride atau yang sering disebut dengan dwi kewarganegaraan merupakan kondisi di mana seseorang memiliki status kewarganegaraan yang sah secara hukum di dua negara atau lebih. Hal ini dapat terjadi, karena setiap negara memiliki syarat dan kriteria yang berbeda-beda dalam menetapkan kewarganegaraan. Untuk kasus ini sebenarnya bukan perkara baru, tak terkecuali di Indonesia. Salah satu contoh kewarganegaraan ganda yang menjadi sorotan publik, yaitu mengenai diberhentikannya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Archandra Tahar, yang telah menjabat selama kurang dari sebulan dan menjadikannya sebagai Menteri Tercepat dalam sejarah Indonesia. Hal tersebut dilakukan Presiden Jokowi setelah terungkapnya status Dwi-Kewarganegaraan Archandra. Saat ini, Indonesia menerapkan sistem Kewarganegaraan Ganda Terbatas, di mana seseorang dapat memiliki kewarganegaraan ganda sampai menginjak umur 18 tahun. Ketika ia telah berumur 18, ia harus melepas salah satu status kewarganegaraan. Hal-hal mengenai kewarganegaraan telah diatur pada UU No. 12 tahun 2006, di mana disebutkan bahwa bagi anak yang dilahirkan pada dan setelah 1 Agustus 2006 dari pasangan WNI atau salah satu orang tuanya adalah WNI maka dapat mengajukan kewarganegaraan ganda terbatas dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari Ayah Warga Negara Indonesia (WNI) dan Ibu Warga Negara Asing (WNA).
  2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari Ayah Warga Negara Asing (WNA) dan Ibu Warga Negara Indonesia (WNI).
  3. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari Ibu Warga Negara Asing (WNA) yang diakui oleh Ayah Warga Negara Indonesia (WNI) dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin.
  4. Anak yang lahir di luar wilayah Republik Indonesia dari Ayah dan Ibu Warga Negara Indonesia (WNI), yang karena ketentuan dari Negara tempat anak dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
  5. Anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh Ayah Warga Negara Asing (WNA).
  6. Anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang belum berusia 5 (lima) tahun, diangkat secara sah sebagai anak oleh Warga Negara Asing (WNA) berdasarkan Penetapan Pengadilan.

Selain bipatride, ada juga istilah apatride. Apatride adalah seseorang tanpa kewarganegaraan dan kasus ini merupakan hasil terburuk dari pelanggaran hak atas kebangsaan. Ada berbagai keadaan yang menimbulkan ketiadaan status saat lahir atau di kemudian hari. Kalau begitu, apa perbedaan yang mendasar dari kedua status kewarganegaraan ini?

Baca juga: Mengenal Lebih Luas Asas Kewarganegaraan di Indonesia

Perbedaan Apatride dan Bipatride

Keistimewaan

Kewarganegaraan ganda adalah warga yang dapat menerima manfaat dan hak istimewa yang ditawarkan oleh masing-masing negara tersebut. Mereka juga diizinkan untuk bekerja di salah satu negara tanpa perlu izin kerja atau visa dan dapat bersekolah di salah satu negara dengan tarif kuliah warga negara. Apartride: Akan lebih terbatas dan diharuskan untuk memilih dan membuat kewarganegaraan baru jika menetap di negara yang tidak mengaut sistem netral.

Baca juga: Yuk, Mengenal Berbagai Warna Paspor di Dunia!

Pendidikan Budaya

Sebagai warga negara ganda, Anda akan memperoleh manfaat dari campuran dalam budaya dua negara. Salah satu keuntungan dari sistem bipatride adalah keuntungan untuk mempromosikan beberapa kebudayaan dan citra baik sebuah negara bagi menarik minat banyak wisatawan luar yang akan mengeksplor. Mungkin yang terbaik adalah kepuasan diri belajar tentang sejarah kedua negara, bahasa baru, dan cara hidup yang berbeda-beda dengan orang yag apatride seperti perbedaan pemerintah dan pemerintahan.

Kemudahan

Kewarganegaraan ganda memiliki dua paspor karena sebagai warga negara ganda, Anda diperbolehkan membawa paspor dari kedua negara. Ini juga menjamin hak masuk ke kedua negara, yang dapat sangat penting jika Anda memiliki keluarga untuk dikunjungi, adalah mahasiswa atau melakukan bisnis di salah satu negara. Apatride: Bisa mememiliki banyak paspor jika megurus semuanya, karena tidak memiliki kewarganegaraan yang tetap.

Kepemilikan Properti

Manfaat lain dari kewarganegaraan ganda adalah kemampuan untuk memiliki properti di salah satu negara. Jika Anda sering bepergian di antara kedua negara, ini mungkin sangat berguna karena kepemilikan properti mungkin menawarkan cara yang lebih ekonomis untuk tinggal di dua tempat. Namun apatride akan lebih terbatas.

Baca juga: Negara-Negara Terbaik untuk Ekspatriat

Dampak Positif dan Negatif dari Status Kewarganegaraan Ganda

Sebenarnya ada beberapa dampak positif yang bisa Anda rasakan jika memiliki kewarganegaraan ganda. Misalnya, sebagai berikut:

  1. Indonesia memiliki seorang tenaga ahli yang sedang berada di luar negeri, Indonesia dapat sewaktu-waktu memanggil orang tersebut untuk memenuhi kewajibannya sebagai warga negara, mengabdi kepada Indonesia.
  2. Warga negara yang sedang mencari pekerjaan dapat dengan mudah mencari pekerjaan di luar negeri tanpa terkendala masalah imigrasi.
  3. Membuat warga negara lebih bebas berbisnis dengan negara lain.
  4. Kewarganegaraan ganda bisa melindungi anak dari pasangan yang berbeda kewarganegaraan karena dengan demikian orangtua mereka tidak bisa dideportasi akibat masalah hukum.

Selain dampak positif, kewarganegaraan ganda juga memiliki dampak negatif, di antaranya seperti berikut ini:

  1. Sulit untuk menangkap pelaku kriminal yang kabur ke negara keduanya.
  2. Dapat dicurigai sebagai pengkhianat jika kedua negara tersebut sedang melakukan perang satu sama lain.
  3. Memudahkan warga negara lain untuk mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia, membuat terancamnya keamanan dan kedaulatan negara.

Masing-masing orang memliki sifat-sifat yang berbeda, tidak sedikit orang yang akan melihat dan memanfaatkan celah suatu hal untuk kepentingan dirinya sendiri. Selain memiliki dampak positif, Dwi-Kewarganegaraan juga memiliki dampak negatif, jika negara Indonesia ingin menerapkan sistem kewarganegaraan ganda penuh, maka Indonesia harus siap dengan dampak-dampak yang akan muncul, termasuk dampak-dampak negatifnya.

Comments are closed.