Budaya K-Pop dan Perkembangannya di Indonesia

Travel

Budaya K-Pop memang berhasil masuk dan bahkan mampu menghipnotis masyarakat Indonesia dengan musik dan dramanya hingga saat ini. Namun, sejauh mana perkembangan budaya K-Pop di Indonesia?

K-Pop kepanjangan Korean Pop ini merupakan jenis musik populer bergendre pop asli dari Korea Selatan. Ada beberapa jenis musisi yang masuk ke dalam gendre ini, yaitu solo ataupun kelompok bermusik yang bisanya disebut boy band atau girl band. Setelah musik bollywood dan juga hollywood, ternyata musik K-Pop juga berhasil menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara dan salah satunya adalah Indonesia.

Indonesia merupakan negara yang terkenal akan keaneka ragaman budaya yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Walaupun memiliki beraneka ragam kebudayaan, hal tersebut tidak menjadikan Indonesia terpecah belah bahkan menjadi satu dalam semboya Bhinneka Tunggal Ika. Namun, rupanya dampak itu bukan berasal dari kebudayaan sendiri, tetapi budaya lain yang berhasil masuk ke negara Indonesia karena perkembangan zaman dan dampak dari globalisasi. Bukan hanya sekedar masuk, tetapi kebudayaan asing tersebut mampu bersaing dengan kebudayaan Indonesia hingga sedikit menggeser posisi kebudayaan lokal.

Baca juga: Penggemar K-Pop, Ini 5 Artis Korea yang Akan Datang ke Indonesia Tahun 2019

Budaya K-Pop di Indonesia

Salah satu kebudayaan asing yang sempat dan bahkan masih merajai Indonesia adalah kebudayaan dari Korea Selatan. K-pop dan K-drama dua hal yang berbeda, tetapi sangat digandrungi oleh kalangan remaja, terutama kaum hawa. Memiliki paras yang cantik dan ganteng menjadi salah satu alasan mereka menyukai K-Pop dan K-Drama ini. Sebut saja Super Junior, EXO, SHINee, Black Pink, NCT, dan Wanna One. Pastinya hampir semua orang mengenalnya, terutama para remaja.

Masuknya budaya K-pop ke Indonesia memberikan dampak yang besar bagi orang-orang Indonesia, terutama generasi muda yang sangat tergila-gila dengan mereka. Sudah menjadi hak mereka untuk mencintai dan mengidolakan siapa saja, tetapi para generasi muda tersebut terlalu berlebihan dan fanatik sehingga memunculkan sikap yang berlebihan sehingga memicu adanya dampak positif dan negatif bagi para K-popers (sebutan bagi fans K-pop).

Adapun dampak positif dan negatif dari budaya ini sebagai berikut.

Dampak Positif

  1. Menginspirasi dunia musik di Indonesia, hal ini terbukti dengan adanya hallyu (Korean wave) di Indonesia yang membuat banyak agensi di Indonesia memunculkan girl band atau boy band baru, bahkan mereka memunculkan kembali boy band yang sudah lama vakum dari dunia permusikan.
  2. Style berpakaian yang modis ala Korea banyak ditiru olh masyarkat Indonesia.
  3. Banyak remaja yang tertarik untuk mempelajari budaya dan bahasa Korea.
  4. Penjelasan untuk pernyataan ini adalah berhubungan dengan ilmu pengetahuan itu sendiri. Dengan adanya minat yang luar biasa hebatnya di Indonesia, mendorong sebagian penikmat musik K-Pop tersebut untuk mempelajari segala hal yang berhubungan dengan K-Pop dan negara asalnya. Dalam hal ini maka pengetahuan yang dimilikinya tentang negara lain pun juga akan ikut berkembang.
  5. Menambah devisa negara. Dikarenakan banyaknya artis korea yang datang ke Jakarta untuk menggelar Konser seperti Super Junior dan beberapa artis lainnya yang secara tidak langsung mempromosikan Indonesia sebagai tujuan menarik para wisatawan asing yang berasal dari korea.
  6. Mempererat hubungan kerjasama dimplomatik dengan negara korea tersebut.

Dampak Negatif

  1. Musik asli Indonesia lama kelamaan akan hilang karena banyaknya masyarakat yang lebih memilih mendengar music K-Pop sehingga berpengaruh dalam dunia permusikan di Indonesia. Otomatis penikmat musik lama lama akan berpindah halauan.
  2. Membuat pergeseran budaya lokal dan acuh tak acuh terhadap budaya lokal.
  3. Terlalu fanatik terhadap boy band atau girl band sehingga melupakan kewajiabannya misalnya seorang pelajar rela bolos sekolah demi melihat artis korea yang datang berkunjung ke Indonesia.
  4. Tercampurnya kebudayaan dalam negeri dengan kebudayaan luar, khususnya permusikan itu sendiri.
  5. Mimimnya solidaritas dan pengharagaan kepada para musisi Indonesia yang sudah membuat nama musik Indonesia tetap harum dan Berjaya di negeri sendiri.

Cara Mengatasi Budaya K-Pop yang Masuk ke Indonesia

Harusnya sebagai generasi muda, bisa lebih sekeltif dan berpikir jernih untuk memilih hal-hal yang memang baik untuk ditiru ataupun tidak. Pasalnya, hingga saat ini mayarakat Indonesia khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya KPOP oleh masyarakat dunia dan dianggap sebagai kiblat. Oleh karena itu, hal ini harus segera diatasi dan dicegah dengan cara berikut ini.

  1. Harus menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misalnya semangat mencintai produk dalam negeri. Memakai pakaian, sepatu atau perlengkapan made in Indonesia salah satu contoh untuk mengatasi budaya-budaya asing yang ada di Indonesia.
  2. Lebih selektif terhadap budaya asing/korea yang masuk ke Indonesia. Menyeleksi dan menyaring nilai-nilai budaya asing sangat lah perlu dilakukan, dalam hal ini budaya korea yang bersifat baik untuk perkembangan kemajuan di indonesia bisa menjadi panutan seperti hal nya mepunyai etos kerja yang tinggi, tehknologi dll.
  3. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
  4. Melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik- baiknya dan selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, dan sosial budaya bangsa.
  5. Memelihara dan mengembangkan budaya nasional sebagai jati diri bangsa dengan cara mengirimkan misi kebudayaan dan kesenian dari suatu daerah keluar negeri.
  6. Lebih mempromosikan kebudayaan kesenian Indonesia agar masyarakat tertarik untuk ikut melestarikan kebudayaan indonesia tersebut. Jangan sampai kebudayaan Indoneisa diakui oleh negara lain, seperti yang sudah banyak diberitakan.

Comments are closed.