Colosseum: Simbol Keagungan Bangsa Romawi

Travel

Colosseum dulu dikenal sebagai tempat bertemunya para kesatria untuk bertarung dan membuktikan siapa yang terhebat. Sekarang, tempat ini jadi tempat wisata.

Siapa yang tidak tahu Colosseum? Bangunan bersejarah yang dibangun di Italia ini sudah dikenal seantero jagad raya karena keunikan, kemegahan, dan sejarah panjangnya. Meski saat ini tidak lagi difungsikan sebagaimana mestinya, nyatanya nilai kemegahan dan historisnya masih sangat kuat untuk menarik para wisatawan berkunjung.

Dahulunya, bangunan ini dibuat sebagai stadium di mana para kesatria bertarung dengan sesama kesatria dan juga dengan hewan buas. Tapi, seiring berkembangnya zaman, kegiatan tersebut ditinggalkan dan sekarang ini hanya menjadi salah satu ikon kebanggan Italia.

Bagi Anda yang pernah atau berminat untuk berkunjung ke sana, rasanya Anda perlu tahu sejarah bangunan satu ini lebih mendalam agar tidak hanya kagum oleh bangunannya saja. Mari kita simak bersama di bawah ini!

Konstruksi Bangunan Colosseum

Colosseum dibangun pada pemerintahan Vespasian pada 72 M dan terselesaikan oleh anaknya Titus pada 80 M. Peninggalan sejarah berupa arena gladiator ini didirikan berdekatan dengan sebuah istana megah yang sebelumnya dibangun Nero, yang bernama Domus Aurea yang dibangun sesudah kebakaran besar di Roma pada 64 M.

Dio Cassius seorang ahli sejarah mengatakan bahwa ada sekitar 9.000 hewan buas yang telah terbunuh di 100 hari sebagai perayaan peresmian dan pembukaan bangunan tersebut. Lantai dari arena gladiator ini tertutupi oleh pasir untuk mencegah agar darah-darah tidak mengalir ke mana-mana.

Pertunjukan di Colosseum

Di Colosseum pada saat itu adalah tempat penyelenggaraan sebuah pertunjukan yang spektakuler, yaitu sebuah pertarungan antara binatang (venetaiones), pertarungan antara tahanan dan binatang, eksekusi tahanan (noxii), pertarungan air (naumachiae) dengan cara membanjiri arena, dan pertarungan antara gladiator (munera). Selama ratusan tahun itu, diperkirakan ribuan orang maupun binatang mati di arena pertunjukan.

Sejarah Penamaan

Nama dari arena ini seperti dijelaskan di atas diambil dari nama sebuah patung setinggi 130 kaki atau 40 meter, Colossus. Patung Colossus dibuat ulang sebagai pengganti Nero menggunakan perumpamaan dari Sol dewa matahari, dengan menambahkan mahkota matahari. Di waktu pertengahan tahun, Patung Colossus telah menghilang. Seorang ahli mengatakan bahwa sejak patung itu terbuat dari tembaga, patung itu telah dileburkan untuk digunakan kembali.

Selain diambil dari nama Colossus, arena ini juga disebut sebagai Flavian Amphitheatre yang tidak diketahui siapa yang memberi nama itu. Di Itali, Colosseum diberi nama il colosseo tetapi bahasa Roma lainnya menggunakan nama le colisée dan el coliseo untuk menyebutkan Colosseum.

Deskripsi Bangunan Colosseum

Bangunan ini berukuran cukup besar. Memiliki tinggi 48 meter, panjang 188 meter, lebar 156 meter dan luas seluruh bangunan sekitar 2.5 hektar membuat Colosseum terlihat begitu besar dan luas. Arenanya terbuat dari kayu berukuran 86 meter x 54 meter, dan tertutup oleh pasir. Bentuk elips atau bulat dari Colosseum gunanya untuk mencegah para pemain untuk kabur ke arah sudut dan mencegah para penonton untuk berada lebih dekat dengan pertunjukan.

Colosseum merupakan hasil karya yang sangat hebat. Tempat itu dikatakan sebagai stadium yang hebat dan spektakuler dikarenakan oleh bentuk dan struktur dari Colosseum itu. Sampai sekarang pun, Colosseum masih dikatakan sebagai stadion yang hebat dan spektakuler. Tempat duduk di Colosseum dibagi menjadi tingkatan-tingkatan yang berbeda berdasarkan status sosial dalam masyarakat Romawi.

Podium utama di yang terletak di bagian utara dan selatan untuk Kaisar dan keluarganya. Pada tempat ini memberikan pemandangan yang terbaik dilihat dari arena, terdapat tempat istirahatnya, tempat penyimpanan harta juga berada di tingkat ini. Kemudian pada tingkat yang sama dengan platform yang lebih luas merupakan podium khusus untuk para senator Roman, yang boleh membawa kursi sendiri. Nama-nama beberapa senator masih dapat dilihat dari ukiran pada batu yang menjadi tempat duduknya.

Pada tingkat berikutnya disebut Maenianum Primum, yang dikhususkan untuk para bangsawan Roman. Selanjutnya pada tingkat ketiga adalah Maenianum Secundum yang dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian. Bagian paling bawah (Immum) digunakan untuk para orang kaya, di bagian atasnya lagi (Summum), digunakan untuk rakyat jelata. Dan yang terakhir, di bagian kayu (Maenianum Secundum in Legneis) adalah tempat yang strukturnya dari kayu di paling atas bangunan. Tempat itu merupakan tempat untuk berdiri saja yang digunakan untuk para wanita rendahan.

Setelah dua tahun Colosseum digunakan sebagai tempat pertunjukan, anak termuda Vespasian yang bernama Domitian memerintahkan untuk mengonstruksikan area bawah tanah (Hypogeum), dua tingkat jalur bawah tanah yang saling berhubungan berupa terowongan dan kurungan di mana para gladiator dan binatang ditempatkan sebelum pertarungannya dimulai. Di sana juga disediakan jebakan-jebakan berupa pintu jebakan yang digunakan untuk mencegah masuknya hewan-hewan buas yang tidak direncanakan ke arena dan untuk menjaga tempat penyimpanan senjata di dalam Colosseum tersebut.

Kelanjutan Sejarah

Colosseum telah diperbaiki pada 238 dan permainan gladiator berlanjut sampai umat kristen secara berangsur-angsur menghentikan permainan tersebut karena terlalu banyak memakan korban jiwa.

Bangunan tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai macam jenis binatang sampai pada tahun ke 524. Dua gempa bumi pada tahun 442 dan 508 menyebabkan kerusakan yang parah pada bangunan tersebut. Pada Abad pertengahan, Colosseum rusak sangat parah akibat gempa bumi lagi yakni pada tahun 847 dan 1349 dan dijadikan sebagai benteng dan sebuah gereja juga didirikan di sana.

Banyak batu marmer digunakan untuk melapisi dan membangun kembali bagian-bagian Colosseum yang telah rusak karena terbakar. Pada abad 16 dan 17, keluarga-keluarga Roman menggunakan Colosseum sebagai tempat pengambilan batu marmer untuk konstruksi bangunan St. Peter’s Basilica dan kediaman khusus palazzi, keluarga Roman.

Pada 1749, ada sebuah bentuk dari pemeliharaan Colosseum. Paus Benediktus XIV melarang untuk menggunakan Colosseum sebagai tempat penambangan. Pada 2000 ada sebuah protes keras di Italia dalam rangka menentang penggunaan hukuman mati untuk negara-negara di seluruh dunia (di Italia, hukuman mati dihapuskan pada 1948). Beberapa demonstran memakai tempat di depan Colosseum. Sejak saat itu, sebagai sebuah isyarat menentang kapitalis tersebut, penduduk lokal mengganti warna Colosseum di malam hari dari putih menjadi emas dengan menggunakan penerangan berupa lilin dan lampu neon sampai pada saat di mana seluruh dunia menghapuskan tindakan penghukuman mati itu.

Terlihat jelas bahwa Colosseum bukanlah bangunan megah biasa, banyak sekali sejarah di baliknya, kan? Jadi, tertarik untuk melihat langsung kemegahannya dan merasakan aura historisnya?

Comments are closed.