Dampak Virus Corona Terhadap Pariwisata Indonesia

Travel

Mewabahnya virus corona memberikan banyak sekali dampak negatif untuk berbagai sektor. Tidak hanya membawa dampak pada gangguan kesehatan di berbagai negara, dampak virus corona juga terjadi pada sektor pariwisata. Bagaimana langkah pemerintah untuk menanggulangi kasus ini?

Wabah virus corona yang semakin meluas masih menjadi momok menakutkan bagi seluruh masyarakat dunia. Dua bulan lebih sudah virus ini hadir, update terbaru dari kompas.com, virus bernama COVID-19 ini telah menembus ke-76 Negara, di mana dari 92.860 kasus terdapat 48.252 orang dinyatakan sembuh dan 3.162 orang meninggal dunia. Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, masih menjadi kota yang menyumbangkan korban terbanyak hingga saat ini.

Padahal, bila dilihat dari dunia pariwisata, selama ini China memang berkontribusi besar mendatangkan wisatawan asing di kawasan Asean. Namun, sejak isu virus ini meluas, pemerintah China melarang warganya untuk meninggalkan negara mereka.

Baca juga: Ketinggalan Pesawat, Lakukan Langkah Ini!

Dunia pariwisata menjadi sektor yang terdampak ertama kali dengan potensi kerugian pendapatan devisa nasional mencapai 2 milyar dolar Amerika Serikat. “Angka tersebut dari hasil simulasi berdasarkan perhitungan catatan 2019, ada 2 juta turis asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia dengan rata-rata lama tinggal 6 hari dan menghabiskan 157 dolar per orang per hari,” terang peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI,  Panky Tri Febiansyah dalam siaran pers, “Dampak Virus Corona pada Laju Ekonomi Indonesia 2020”, pada 25 Februari 2020.

Dirinya menjelaskan, asumsi perhitungan ini dapat dipakai sebagai prediksi untuk 2020 bahwa turis asal Tiongkok akan menunda atau membatalkan perjalanannya ke Indonesia.

Tiga Destinasi Wisata di Indonesia Terkena Dampak Virus Corona

Tidak dipungkiri dunia pariwisata Indonesia ikut merasakan dampak yang paling besar semenjak munculnya virus corona. Terdapat tiga kota di Indonesia yang minim sekali kunjungan dari wisatawan asing. Tiga destinasi wisata itu adalah Bali, Manado, dan Kepulauan Riau.

Dilansir dari Kompas.com, Deputi Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Nia Niscaya, mengatakan tiga destinasi itu memiliki dampak yang berbeda. Jika Bali memiliki dampak terhadap overseas (wisatawan mancangera), karena kita tahu Bali merupakan pilihan wisata mancanegara. Jadi tidak hanya wisatawan China saja, tapi juga wisatawan dari negara lainnya.

dampak virus corona untuk pariwisata Indonesia

Selanjutnya untuk Manado, Nia menyebutkan dampak begitu terasa lantaran pasar wisatawan terbesar di sana berasal dari China. Tutupnya penerbangan dari dan ke China membuat destinasi wisata di Manado mengalami dampak paling besar.

Baca juga: Mengapa Asuransi Perjalanan Tidak Melayani Klaim Virus Corona?

Sementara itu, untuk destinasi wisata Kepulauan Riau terbagi menjadi dua daerah yang terdampak isu virus corona, yaitu Bintan dan Batam. Nia menyebutkan Batam menyasar wisatawan Singapura, sedangkan Bintan menyasar wisatawan China.

Ketakutan akan berpergian baik itu perjalanan domestik maupun mancanegara juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Hal ini terlihat juga dari efek domino yang terjadi pada sektor-sektor penunjang pariwisata, seperti hotel dan restoran maupun pengusaha retail. Dilansir dari katadata.co.id, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan, dampak penyebaran virus corona dirasakan oleh pengusaha hotel, restoran, dan maskapai penerbangan yang memiliki pangsa dan nilai investasi yang masif. Dinamika ini dikatakan sebagai force majeure atau kondisi yang tidak dapat dihindari.

Langkah Pemerintah Indonesia

Tidak dipungkiri, sektor pariwisata menjadi salah satu sumber pemasukan terbanyak untuk Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan upaya agar dunia pariwisata di Indonesia selalu ramai di tengah su virus corona yang belum redam. Salah satu cara yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah memberikan insentif kepada masyarakat Indonesia berupa diskon di berbagai sektor pariwisata. Diskon tersebut digunakan untuk menjadi stimulus bagi pariwisata sebagai dampak dari virus corona (COVID-19).

Sejak awal Maret 2020, seluruh masyarakat Indonesia sudah bisa menikmati diskon tiket pesawat hingga 50 persen. Diskon ini berlaku untuk rute ke 10 destinasi wisata domestik, yaitu Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang dan Tanjung Pandan. Mengutip dari Kompas.com, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan 50 persen tersebut berasal dari Pemerintah, AP I dan II, Airnav Indonesia dan Pertamina. “Jumlah yang akan mendapat diskon sekitar 430.000 orang,” kata Budi. Diskon tarif diberikan kepada 25 persen dari total jumlah penumpang dalam satu penerbangan dari dan ke 10 Destinasi tersebut.

bahaya dampak virus corona

Perusahaan maskapai pun menanggapi positif kebijakan pemerintah ini. Salah satunya, Garuda Indonesia yang menyambut baik langkah pemberian insentif dari pemerintah tersebut. Wakil Dirut Garuda Indonesia, Dony Oskaria menjelaskan, sekitar 25 persen seat diberikan Garuda Indonesia untuk insentif pemerintah ini. Dony mencontohkan, dari Jakarta ke Denpasar, terdapat 14 rute pulang-pergi (PP) per hari. “Katakan 25 persen dari jumlah seat, (misalnya), kita alokasikan 40 seat. Kalau 14 penerbangan Jakarta-Denpasar (per hari), berarti 40 seat dikali 14. Itu yang diberi diskon,” ungkap Dony.

Selain itu, Citilink Indonesia selaku sister dari Garuda Indonesia juga sangat mendukung kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan adanya diskon 50 persen untuk tiket pesawat domestik. Hal ini dilakukan untuk eningkatkan daya tarik masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan pariwisata dengan biaya yang cukup murah.

Baca juga: Jadwal Bunga Sakura Mekar di Korea Selatan. Jangan Ketinggalan!

Insentif diskon tiket pesawat untuk rute 10 destinasi wisata ini berlaku selama tiga bulan. Tehitung sejak Maret hingga Mei 2020.  Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menjelaskan, diskon tarif insentif ini diberikan untuk semua penerbangan menuju 10 destinasi wisata. Jadi, diskon tiket pesawat tersebut tidak hanya pemberangkatan dari Jakarta saja, tapi berlaku juga dari berbagai destinasi lain dan berlaku PP (pulang pergi).

Selain memberikan insentif berupa potongan harga 50 persen untuk tiket pesawat, pemerintah juga menurunkan pajak hotel dan restoran di 10 destinasi wisata tersebut sehingga tarifnya dinolkan. Untuk itu, pemerintah akan mensubsidi atau memberikan hibah kepada pemerintah daerah yang terdampak akibat penurunan tarif pajak hotel dan restoran di daerah sebesar Rp 3,3 triliun. Pemerintah berharap dengan adanya program insentif tersebut bisa efektif untuk meningkatkan wisatawan mancanegara dan menambah wisatawan domestik.

Kebijakan mengenai diskon 50 persen untuk tiket pesawat tentu menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tentu Anda sudah tidak sabar lagi untuk merencanakan liburan Bersama keluarga dan orang terkasih. Namun, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih, pastikan liburan Anda sudah terlindungi oleh Asuransi Perjalanan. Ada banyak produk asuransi perjalanan dari berbagai perusahaan ternama di Indonesia yang tersaji di Futuready.com. Yuk, kunjungi website Futuready.com sekarang dan temukan asuransi perjalanan yang Anda butuhkan dengan sangat mudah!

Ingat juga ya, setiap kali Anda berkunjung ke sebuah destinasi pariwisata, Anda harus senantiasa memperhatikan aspek kesehatan diri seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan, meningkatkan imunitas, serta mengindahkan arahan atau imbauan dari Pemerintah setempat. Tidak lupa pula agar selalu memperbaharui nformasi tentang rumah sakit rujukan sekitar destinasi pariwisata.

Selamat menikmati perjalanan Anda!

Comments are closed.