Negara-Negara Terbaik untuk Ekspatriat

Travel

Hampir setiap negara memiliki ekspatriat yang berasal dari berbagai negara. Namun, istilah ini masih belum familiar dan diketahui banyak orang. Kalau begitu, apa itu ekspatriat? Mengapa hanya orang asing saja yang disebut seperti itu?

Ekspatriat merupakan sebutan bagi orang asing yang tinggal ataupun bekerja di Indonesia. Berdasarkan Wikipedia, ekspatriat artinya seseorang yang tinggal sementara maupun menetap di luar negara di mana dia dilahirkan dan dibesarkan, atau dengan kata lain, orang yang berkewarganegaraan asing yang tinggal di Indonesia, biasanya oleh karena suatu tugas negara atau profesional. Diambil dari bahasa Latin ex = luar, patria = negara atau ibu pertiwi.

Namun, kenyataannya bukan hanya para eksekutif dan pekerja profesional yang harus dipanggil ekspat, tetapi pembantu rumah tangga dan pekerja kelas menengah bawah lainnya juga disebut demikian.

Kalau Begitu, Apa Perbedaan dari Ekspatriat dengan Imigran?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pada dasarnya ekspat memiliki makna yang cukup beragam. Banyak konotasi dan asumsi tentang kelas ekonomi dan pendidikan yang dibawanya. Lalu, apa perbedaannya dengan imigran? Hingga saat ini pada umunya sebutan ekspat kerap digunakan untuk menyebut seorang pekerja asing berpendidikan tinggi dan kaya. Sementara imigran lebih cenderung untuk menggambarkan pekerja kelas menengah ke bawah. Misalnya tenaga kerja asing di negara-negara Timur Tengah.

5 Negara Terbaik untuk Pilihan Ekspatriat

Singapura

Pada tahun ini Singapura menjadi negara pringkat pertama yang menjadi tempat singgah untuk para ekspat. Hal ini dilansir dari ccnindonesia.com yang menyebutkan bahwa melalui survei yang dilakukan kepada 22.000 ekspatriat di dunia, Singapura berhasil menempati peringkat pertama. Survei mengatakan perpindahan karier ke Singapura justru meningkatkan penghasilan kebanyakan perantau. Meski demikian calon perantau juga tidak bisa sembarang bekerja di sini. Pasalnya, Singapura termasuk negara yang cukup selektif dalam merekrut pekerja. Selain itu, mereka juga harus siap akan kesibukan yang menanti, lantaran pengakuan sebagian rantau di Singapura menyebutkan kesulitan dalam menyeimbangkan waktu bekerja dan bersantai di sana.

Selandia Baru

Masih dari sumber yang sama, berbeda dengan Singapura yang sesuai bagi workaholic, Selandia Baru justru dinobatkan sebagai negara terbaik untuk bekerja dan berwisata karena suasananya yang menenangkan. Sejumlah 60 persen perantau di Selandia Baru mengatakan ingin meningkatkan kualitas hidup ketika memilih untuk pindah ke Negara Kiwi. Sedangkan 56 persen lainnya mengatakan ingin hidup lebih sehat sebagai alasan utama.

Jerman

Jika Anda ingin merasakan keseimbangan dalam bekerja di kantor dan kehidupan sosial, Jermanlah pilihan yang tepat. Pasalnya, Jerman memiliki waktu kerja yang relatif lebih singkat dibandingkan negara lainnya, yaitu hanya 26 jam saja per minggu yang Anda habiskan di dalam kantor. Tidak heran jika banyak ekspat yang memilih negara ini karena terlah teruji hampir semuanya telah menemukan keseimbangan hidup yang baik setelah berpindah atap.

Kanada

Kanada menargetkan setidaknya ada satu juta orang perantau untuk dipindahkan dan bekerja di negara ini pada 2020. Oleh karena itu, jangan heran jika para perantau diperlakukan dan dilayani begitu baik di Kanada. Ditemukan 70 persen perantau di Kanada yang mengaku mudah beradaptasi dengan warga dan budaya setempat dan 51 persen perantau yang hidup berdampingan dengan lokal. Kanada bahkan dinobatkan sebagai negara paling ramah dengan perbedaan ras, jenis kelamin, orientasi seksual, hingga kepercayaan oleh 68 persen anggota survei.

Bahrain

Bahrain merupakan negara pendatang baru yang disebut sebagai negara ekspatriat terbaik pada tahun ini. Namanya melambung tinggi karena pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat dan bahkan telah mengalahkan Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional. Dalam setahun belakangan ini, perekonomian Bahrain meluas ke perbankan, industri berat, ritel, dan pariwisata. Tidak heran jika banyak perantau yang melirik Bahrain sebagai negara tujuan untuk mencari pekerjaan.

Profesi yang Bisa Membuat Anda Menjadi Ekspatriat

Bercita-cita menjadi ekspat dan bekerja di luar negeri merupakan suatu hal yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Nah, jika Anda termasuk orang yang tertarik untuk menjadi perantau, berikut ini pekerjaan yang memiliki peluang besar untuk menajdi ekspat.

Guru

Bagi Anda yang sudah berprofesi menajdi guru, peluang untuk dapat bekerja di sekolah internasional di seluruh penjuru dunia juga terbuka lebar. Apalagi jika Anda memiliki gelar pasca sarjana di bidang pendidikan, atau Anda pernah mengambil lisensi internasional untuk mengajar.

Engineering

Teknologi masih menjadi pendompang hidup utama setiap orang. Sehingga ahli teknik yang memiliki level tawar lebih tinggi untuk bersaing di dunia internasional, tidak ada salahnya Anda melebarkan sayap ke ajang internasioanl dengan bekerja di perusahaan-persuhaan di luar negeri. Apalagi ahli teknik di seluruh dunia “berbicara” menggunakan bahasa teknik yang hampir sama. Tentunya, kendala komunikasi bahasa menjadi lebih rendah dibanding profesi lain yang terkadang memiliki “bahasa” berbeda. Ada delapan negara yang ramah terhadap ahli teknik, yaitu Kanada, Jepang, Tiongkok, Jerman, Brasil, India, Inggris, dan Swiss.

Perawat

Lowongan untuk tenaga keperawatan banyak terbuka di negara-negara maju seperti Amerika, Kanada, dan Eropa. Sebagai contoh, warga Filipina sering kali menjadikan profesi ini sebagai batu loncatan untuk bermukim di negara maju tersebut. Sebagai standarisasi kualitas, perawat dari Filipina ini juga mengambil ujian lisensi untuk bekerja di dunia internasional. Anda bisa mencari tahu institusi resmi mana saja di negara tujuan yang memberikan lisensi keperawatan.

Pilot

Sama seperti engineer, pilot merupakan profesi yang sedang ramai diperbincangkan karena jumlah penumpang yang terbang antar wilayah semakin tinggi seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Ada banyak maskapai internasional di dunia yang membuka lowongan untuk pilot tanpa mempermasalahkan kewarganegaraan. Salah satu hal yang menjadi ukuran adalah kompetensi dan pengalaman Anda dalam bekerja.

Comments are closed.